Menyatukan Surabaya Dalam Keberagaman, KAKI: Bukan Memecah Dengan Ucapan

SURABAYA — Cakrawalajatim.news

 

Pertemuan antara Asisten Pemerintahan Kota Surabaya dan para tokoh masyarakat Madura yang digelar baru-baru ini, yang membahas persoalan parkir di toko-toko modern, kembali belum membuahkan solusi yang konkrit.

 

Dalam hal ini, Ketua Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Jawa Timur, Moh. Hosen, menyampaikan bahwa pertemuan itu masih sebatas dialog tanpa arah penyelesaian yang jelas. Namun di balik polemik teknis tersebut, terselip persoalan yang jauh lebih dalam: rasa tersinggung dan keterpinggiran kultural,” Katanya, Ahad (8/06/2025)

 

Dalam pandangan ketua KAKI, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi diharapkan tidak hanya mampu menyampaikan visi Surabaya yang hebat dan bermartabat, tapi juga benar-benar menyatukan masyarakatnya, tanpa memandang latar belakang suku atau etnis. Pernyataan-pernyataan yang seolah mempertanyakan keberadaan orang Madura dalam ekosistem kerja di Surabaya dinilai tidak etis dan berpotensi merusak persatuan sosial yang selama ini telah dibangun,” papar Hosen KAKI Jatim.

 

“Madura punya kontribusi besar sejak periode pertama kepemimpinan Eri Cahyadi. Jangan sampai sejarah itu dilupakan, seperti kacang lupa kulitnya. Menghargai sejarah adalah bentuk rasa syukur kepada Tuhan dan menjadi arah hidup yang bijak,” tegas Hosen.

 

Pernyataan yang mengarah pada pertanyaan soal keabsahan etnis tertentu bekerja di Surabaya telah menimbulkan keresahan. Bagi tokoh-tokoh Madura, pernyataan seperti itu bukan hanya melukai perasaan, tapi juga menciptakan kesan bahwa mereka tidak lagi dibutuhkan. Padahal, kontribusi warga Madura terhadap pembangunan kota ini tidak sedikit, baik dari aspek sosial, ekonomi, hingga politik.

 

Kepada Asisten Wali Kota, Bapak Fikser, Moh. Hosen meminta agar suara hati para tokoh Madura ini disampaikan langsung kepada Wali Kota Eri Cahyadi. Tujuannya bukan untuk menyalahkan aturan atau kebijakan, melainkan menyayangkan narasi yang tidak membangun narasi yang berpotensi memperlebar jurang identitas di kota pahlawan seperti Surabaya,” pinta Pegiat Antikorupsi KAKI Jatim.

 

Surabaya yang hebat tidak bisa dibangun hanya dengan infrastruktur dan aturan, tetapi juga dengan rasa saling menghargai. Masyarakat Madura bukanlah bagian terpisah dari kota ini. Mereka adalah bagian penting dari perjalanan panjang Surabaya menuju kota yang benar-benar bermartabat,” ungkap Hosen KAKI.

 

#Tokoh Madura Surabaya

#Tokoh Madura di Madura

#Tokoh Madura di Jakarta

#Tokoh Madura Indonesia

#Tokoh Madura Manca negara

Pemuda Jaddih Selatan Swadaya Timbun Jalan Gara-gara Rusak Membahayakan Pengguna 

Bangkalan — Cakrawalajatim.news

 

Jalan Poros yang berada di Dusun jaddih selatan 2, Desa Jaddih , Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan madura.

 

Pemuda menggunakan anggaran swadaya masyarakat melalukan penimbunan di jalan tersebut, guna menghindari terjadinya kecelakaan, selasa (2/6/2025).

 

Sejumlah pemuda di Dusun jaddih selatan 2 , Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, bergotong royong menimbun lubang di Jalan Poros yang menghubungkan Empat desa sangragung, Desa Pendabah, desa jaddih desa buluh .

 

Aksi ini dilakukan demi keselamatan pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut.

 

Para pemuda tetap bersemangat melakukan perbaikan jalan secara swadaya.mereka dengan Sukarela menimbun lubang-lubang di jalan yang mengalami kerusakan parah.

 

Salah seorang tokoh pemuda Abdus salam(35) dan prangkat Desa Abdul manaf(47),mengatakan bahwa inisiatif ini muncul karena kekhawatiran akan meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas di lokasi tersebut.

 

“Jadi kami timbun saja karena dikhawatirkan terjadi kecelakaan di sini Karna jalan ini jalan sering di genagin air saat Hujan ” ujar Abdus salam saat ditemui di lokasi.

 

Ia menambahkan bahwa kondisi jalan tersebut sudah rusak sejak lama dan belum mendapat perbaikan yang memadai dari pihak kabupaten,

 

Harapan Warga dan pengguna Jalan semoga di kepemimpinan Bupati Lukman Hakin dan Wakil nya Fauzan Jakfar, jalan ini menjadi perhatian penting bagi orang nomor satu di pemkap bangkalan karna jalan tersebut jalan poros yang menghubungkan ke kecamatan Socah dan ke kota bangkalan.

 

Melihat viral nya di media online bupati menyatakan, sudah di anggar kan 53 titik kordinat untuk perbaika jalan desa yang menghubungkan ke kota sekabupaten Bangkalan,

 

Dari kabar yang viral di medsos bupati yang sudah Menganggar kan 53 titik tersebut

,semoga jalan ini yang di tunjuk untuk di perbaiki Karna ini sudah bertahun Tahun tidak di perbaiki, Uacap abdul manaf saat di tanya di tempat lain,yang sambil ter engah engah ke capean.

 

(Aguslim)

Polres Mojokerto Libatkan 250 Personel Amankan Libur Panjang Idul Adha, Lokasi Wisata Jadi Prioritas

MOJOKERTO – Cakrawalajatim.news

 

Libur panjang Hari Raya Idul Adha 1446 H yang jatuh pada bulan Juni 2025, Polres Mojokerto Polda Jatim meningkatkan kesiapsiagaan pengamanan, dengan fokus utama pada destinasi pariwisata.

 

Langkah ini diambil menyusul proyeksi peningkatan mobilitas masyarakat yang akan memanfaatkan momen libur untuk berwisata.

 

Kapolres Mojokerto, AKBP Dr. Ihram Kustarto, S.H., S.I.K., M.Si., M.H. mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi pengamanan komprehensif untuk memastikan kelancaran dan keamanan selama libur Idul Adha.

 

 “Kami memprediksi akan ada lonjakan pengunjung di sejumlah objek wisata favorit di Mojokerto, seperti Pacet, Trawas, dan daerah pegunungan lainnya,” ujar AKBP Ihram, Sabtu (7/6).

 

Lebih lanjut, AKBP Dr. Ihram Kustarto menjelaskan bahwa lebih kurang 250 personel gabungan semua fungsi akan disebar di berbagai titik rawan kemacetan dan lokasi wisata.

 

Pos-pos pengamanan dan pelayanan akan didirikan untuk memantau arus lalu lintas, memberikan bantuan kepada masyarakat, serta mencegah terjadinya tindak kriminalitas.

 

“Selain pengamanan lalu lintas, kami juga akan fokus pada pengamanan di area-area wisata,” terang AKBP Ihram.

 

Dalam menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat, petugas akan melakukan patroli rutin, baik secara terbuka maupun tertutup.

 

“Ini untuk memastikan keamanan pengunjung dan mencegah potensi gangguan kamtibmas,” kata AKBP Ihram.

 

Kapolres Mojokerto itu juga mengimbau kepada para pengelola tempat wisata untuk meningkatkan standar keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung.

 

Hal ini termasuk memastikan ketersediaan fasilitas kesehatan, rambu-rambu petunjuk, serta antisipasi terhadap potensi bencana alam, mengingat sebagian besar destinasi wisata di Mojokerto berada di daerah pegunungan.

 

Masyarakat yang hendak berlibur diimbau untuk selalu berhati-hati, mematuhi rambu lalu lintas, serta menjaga barang bawaan.

 

“Pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum bepergian. Laporkan segera kepada petugas jika menemukan hal-hal yang mencurigakan atau membutuhkan bantuan,” pesan Kapolres Mojokerto.

 

Dengan persiapan matang ini, Polres Mojokerto Polda Jatim berharap libur panjang Idul Adha dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar sehingga masyarakat dapat menikmati momen kebersamaan bersama keluarga di berbagai destinasi wisata di Kabupaten Mojokerto.

Polrestabes Surabaya Ungkap Jaringan TPPO Amankan 3 Tersangka, Selamatkan 7 Korban

SURABAYA – Cakrawalajatim.news

 

Aparat Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya Polda Jatim menunjukkan ketegasan dalam memberantas kejahatan kemanusiaan.

 

Sebuah jaringan dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berhasil diungkap.

 

Kapolrestabes Surabaya,Kombes Pol Lutfi Sulistiawan mengatakan dalam pengungkapan kasus ini, Tujuh korban perempuan dari berbagai daerah di Jawa Timur diselamatkan dari upaya pengiriman ilegal ke Malaysia.

 

Polisi menetapkan Tiga orang sebagai tersangka yang berperan sebagai perekrut dan penyalur.

 

Kisah pengungkapan ini dimulai ketika seorang korban berinisial YK (22), asal Cirebon, memberanikan diri melapor melalui siaran pengaduan di Radio Suara Surabaya.

 

“Polisi menindaklanjuti laporan tersebut dengan sigap dan mendatangi lokasi di Kedung Anyar II No. 35, Surabaya,” tutur Kombespol Lutfi, Jumat(6/6).

 

Kombespol Lutfi mengungkapkan dari lokasi tersebut, petugas menemukan YK dan seorang korban lainnya, NS (47) asal Nganjuk.

 

Kedua korban langsung dibawa ke Polrestabes Surabaya untuk pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut.

 

“Dari keterangan awal, terungkap bahwa dua korban tersebut sebelumnya direkrut oleh tersangka perempuan berinisial PN (50) dan ditampung oleh tersangka SL (53),” tandas Kapolrestabes Surabaya.

 

Dari hasil pengembangan ungkap Kombespol Lutfi, petugas berhasil mengungkap lima korban tambahan: NP (31, Lumajang), RS (34, Sumenep), EH (39, Jember), VW (45, Ambon), dan DF (23, Surabaya).

 

Kelima korban ditemukan di sebuah hotel di wilayah Sidoarjo.

 

Di lokasi itu pula, Polisi mengamankan tersangka ketiga, seorang laki-laki berinisial ER (41) yang diketahui akan memberangkatkan para korban ke Malaysia.

 

ER diduga sebagai penyalur terakhir dari jaringan ini, setelah sebelumnya para korban direkrut oleh PN dan SL.

 

Dari hasil pemeriksaan sementara, motif dari para pelaku adalah untuk mencari keuntungan finansial dengan merekrut dan menyalurkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara ilegal, tanpa dokumen dan prosedur resmi sesuai dengan ketentuan Undang-Undang.

 

Barang bukti yang diamankan berupa lima unit ponsel, sembilan paspor, enam formulir pendaftaran medical check-up, delapan hasil rekam medis, serta dua lembar tangkapan layar pengaduan dari Radio Suara Surabaya.

 

Ketiga pelaku akan dijerat dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO, terutama:

 

Pasal 2 yang menyebutkan hukuman penjara hingga 15 tahun dan denda maksimal Rp600 juta bagi pelaku TPPO.

 

Pasal 10 dan 11 yang mengatur hukuman setara bagi pihak yang membantu atau merencanakan perdagangan orang.

 

Selain itu, mereka juga diduga melanggar UU No. 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, khususnya:

 

Pasal 81 dan 83, yang memberikan ancaman pidana hingga 10 tahun dan denda maksimal Rp15 miliar bagi pelaku perseorangan yang melakukan penempatan PMI secara ilegal.

 

Kombespol Lutfi menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi jaringan perdagangan orang di Surabaya, terlebih yang mempermainkan nasib masyarakat kecil demi keuntungan sepihak.

 

Sementara itu, ketujuh korban dalam kondisi selamat dan tengah mendapatkan pendampingan psikologis dan hukum.

 

Jika Anda atau orang di sekitar Anda memiliki informasi atau mencurigai aktivitas serupa, segera laporkan kepada aparat kepolisian terdekat.

 

Satu laporan Anda bisa menyelamatkan nyawa dan masa depan seseorang.

Polres Bondowoso Gerak Cepat Tangani Kasus Pembakaran dan Pengrusakan Rumah Asisten PTPN 

Bondowoso — Cakrawalajatim.news

 

Polres Bondowoso menunjukkan keseriusan dalam menangani kasus pembakaran dan pengrusakan rumah Asisten Tanaman (Astan) PTPN dengan langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan.

 

Saat ini, Polres Bondowoso masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang terlibat dalam kasus tersebut.

 

“Pemeriksaan saksi-saksi dilakukan dengan teliti dan menyeluruh, mengingat kejadian tersebut melibatkan massa yang banyak. Polres Bondowoso membutuhkan waktu untuk melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan bukti-bukti yang cukup untuk mengungkap kasus tersebut,” tegas Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu. Bobby Dwi Siswanto.

 

Pemeriksaan saksi-saksi juga menghadapi tantangan karena jarak tempuh yang jauh, yaitu sekitar 3 jam perjalanan dari rumah para saksi ke Polres Bondowoso.

 

“Selain itu, para saksi adalah para petani atau pekerja di PTPN yang memiliki kesibukan sehari-hari, sehingga membutuhkan waktu untuk bisa meluangkan waktu,” ungkap Iptu. Bobby.

 

Polres Bondowoso menunjukkan komitmen untuk mengungkap kasus tersebut dengan melakukan pemeriksaan yang menyeluruh dan teliti. Polres Bondowoso akan terus bekerja keras untuk mengumpulkan bukti-bukti dan mengungkap pelaku pembakaran dan pengrusakan rumah dinas PTPN tersebut.

 

Polres Bondowoso bergerak cepat dalam menangani kasus pembakaran dan pengrusakan rumah dinas PTPN dengan langsung mendatangi TKP dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

 

Polres Bondowoso menunjukkan komitmen untuk mengungkap kasus tersebut dan membawa pelaku ke pengadilan.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.