Polres Madiun Sambut Hari Bhayangkara ke -79 Gelar Baksos di Daerah Terpencil

MADIUN, Cakrawalajatim.news – Menyambut Hari Bhayangkara ke-79 Polres Madiun Polda Jatim menggelar kegiatan sosial kemasyarakatan dengan menggelar Baksos di daerah terpencil wilayah Kabupaten Madiun Jawa Timur.

 

Kapolres Madiun AKBP Mohammad Zainur Rofik mengatakan sengaja menggelar kegiatan yang bersentuhan dengan masyarakat bawah sebagai wujud kepedulian sosial Polri dalam hal ini Polres Madiun Polda Jatim.

 

Kali kegiatan sosial itu dilaksanakan di Dukuh Ngledong Dusun Giringan Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.

 

Kapolres Madiun AKBP Mohammad Zainur Rofik bersama pejabat utama dan anggota Polres Madiun harus menggunakan kendaraan R2 Trail karena akses jalan yang sangat sulit dan tidak bisa menggunakan kendaraan R4 untuk menuju ke lokasi.

 

“Alhamdulillah, meskipun daerah ini tidak bisa dijangkau dengan kendaraan roda 4, namun kami tetap semangat untuk menyapa warga dan sedikit memberikan bantuan sosial,” kata AKBP Rofik di Dusun Giringan, Senin (9/6).

Kapolres Madiun mengatakan bahwa kegiatan ini juga merupakan bentuk dalam mempererat hubungan dengan warga setempat.

 

“Kegiatan bakti sosial ini kami laksanakan sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, bertepatan menyambut Hari Bhayangkara ke-79,” ujar AKBP Rofik.

 

Kepala Desa Kepel, Sungkono menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan perhatian yang diberikan oleh jajaran Polres Madiun melalui kegiatan bakti sosial tersebut.

 

“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada Polres Madiun yang telah peduli terhadap warga masyarakat kami yang kurang mampu,” ungkap Sungkono.

 

Kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan oleh Polres Madiun Polda Jatim ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antara Polri dan masyarakat.

 

“Ini sekaligus menjadi implementasi nyata dari nilai-nilai pengabdian Korps Bhayangkara,” pungkas Kepala Desa Kepel.

Editor, Redaksi

Kapolres Gresik Salurkan Bantuan Sosial Bagi Warga Terdampak Banjir di Benjeng

GRESIK, Cakrawalajatim.news – Peduli dan tanggap bencana,Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu bersama jajaran Forkopimda menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik,Selasa (10/6).

Penyerahan bantuan yang dilaksanakan di Posko Banjir Desa Morowudi itu dipimpin langsung oleh Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu, didampingi Wakapolres, pejabat utama Polres Gresik, serta unsur Forkopimcam Benjeng dan pemerintah desa setempat.

 

Rangkaian kegiatan dimulai dengan penyerahan bantuan secara simbolis oleh Kapolres Gresik kepada Kepala Desa Balurejo, yang mewakili warganya.

 

Adapun bantuan yang disalurkan kepada warga terdampak di Desa Morowudi meliputi sembako dan kebutuhan warga sehari – hari.

 

Usai penyerahan bantuan, rombongan meninjau langsung lokasi banjir di sepanjang jalan raya Benjeng dan pemukiman warga yang tergenang air.

 

Kepala Desa Balurejo, menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan oleh Polres Gresik dan Forkopimda Kabupaten Gresik.

 

Ia menyebut bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi warganya yang tengah menghadapi musibah.

 

“Terimakasih atas perhatian dan kepedulian Bapak Kapolres dan pemerintah Kabupaten Gresik yang sudah membantu warga kami,” ungkap Kepala Desa Balurejo.

 

Sementara itu Kapolres Gresik menyampaikan bahwa saat ini Kecamatan Benjeng menjadi prioritas penanganan bencana banjir.

 

Ia menyebutkan sesuai data terdapat 12 desa terdampak, dengan jumlah rumah tergenang mencapai sekitar 3.000 unit.

 

“Alhamdulillah kondisi banjir yang di wilayah Menganti dan Driyorejo dilaporkan mulai surut,” ujar AKBP Rovan.

 

Ke depan, Polres Gresik berkolaborasi dengan Pemda dan TNI akan terus meningkatkan penanganan bencana ini termasuk pengaktifan dapur umum dan penyediaan makanan siap saji untuk masyarakat.

 

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama dalam menjaga anak-anak agar tidak bermain di area genangan air untuk mencegah risiko terbawa arus atau terjangkit penyakit.

 

“Bila ada masyarakat yang membutuhkan bantuan, jangan ragu menghubungi posko terdekat. Kami siap menurunkan tim SAR secepatnya,” tambah AKBP Rovan.

 

Kegiatan ini mencerminkan sinergi dan kepedulian seluruh pihak dalam membantu warga yang terdampak musibah banjir, sekaligus menjadi wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.

 

Menyatukan Surabaya Dalam Keberagaman, KAKI: Bukan Memecah Dengan Ucapan

SURABAYA — Cakrawalajatim.news

 

Pertemuan antara Asisten Pemerintahan Kota Surabaya dan para tokoh masyarakat Madura yang digelar baru-baru ini, yang membahas persoalan parkir di toko-toko modern, kembali belum membuahkan solusi yang konkrit.

 

Dalam hal ini, Ketua Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Jawa Timur, Moh. Hosen, menyampaikan bahwa pertemuan itu masih sebatas dialog tanpa arah penyelesaian yang jelas. Namun di balik polemik teknis tersebut, terselip persoalan yang jauh lebih dalam: rasa tersinggung dan keterpinggiran kultural,” Katanya, Ahad (8/06/2025)

 

Dalam pandangan ketua KAKI, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi diharapkan tidak hanya mampu menyampaikan visi Surabaya yang hebat dan bermartabat, tapi juga benar-benar menyatukan masyarakatnya, tanpa memandang latar belakang suku atau etnis. Pernyataan-pernyataan yang seolah mempertanyakan keberadaan orang Madura dalam ekosistem kerja di Surabaya dinilai tidak etis dan berpotensi merusak persatuan sosial yang selama ini telah dibangun,” papar Hosen KAKI Jatim.

 

“Madura punya kontribusi besar sejak periode pertama kepemimpinan Eri Cahyadi. Jangan sampai sejarah itu dilupakan, seperti kacang lupa kulitnya. Menghargai sejarah adalah bentuk rasa syukur kepada Tuhan dan menjadi arah hidup yang bijak,” tegas Hosen.

 

Pernyataan yang mengarah pada pertanyaan soal keabsahan etnis tertentu bekerja di Surabaya telah menimbulkan keresahan. Bagi tokoh-tokoh Madura, pernyataan seperti itu bukan hanya melukai perasaan, tapi juga menciptakan kesan bahwa mereka tidak lagi dibutuhkan. Padahal, kontribusi warga Madura terhadap pembangunan kota ini tidak sedikit, baik dari aspek sosial, ekonomi, hingga politik.

 

Kepada Asisten Wali Kota, Bapak Fikser, Moh. Hosen meminta agar suara hati para tokoh Madura ini disampaikan langsung kepada Wali Kota Eri Cahyadi. Tujuannya bukan untuk menyalahkan aturan atau kebijakan, melainkan menyayangkan narasi yang tidak membangun narasi yang berpotensi memperlebar jurang identitas di kota pahlawan seperti Surabaya,” pinta Pegiat Antikorupsi KAKI Jatim.

 

Surabaya yang hebat tidak bisa dibangun hanya dengan infrastruktur dan aturan, tetapi juga dengan rasa saling menghargai. Masyarakat Madura bukanlah bagian terpisah dari kota ini. Mereka adalah bagian penting dari perjalanan panjang Surabaya menuju kota yang benar-benar bermartabat,” ungkap Hosen KAKI.

 

#Tokoh Madura Surabaya

#Tokoh Madura di Madura

#Tokoh Madura di Jakarta

#Tokoh Madura Indonesia

#Tokoh Madura Manca negara

Pemuda Jaddih Selatan Swadaya Timbun Jalan Gara-gara Rusak Membahayakan Pengguna 

Bangkalan — Cakrawalajatim.news

 

Jalan Poros yang berada di Dusun jaddih selatan 2, Desa Jaddih , Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan madura.

 

Pemuda menggunakan anggaran swadaya masyarakat melalukan penimbunan di jalan tersebut, guna menghindari terjadinya kecelakaan, selasa (2/6/2025).

 

Sejumlah pemuda di Dusun jaddih selatan 2 , Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, bergotong royong menimbun lubang di Jalan Poros yang menghubungkan Empat desa sangragung, Desa Pendabah, desa jaddih desa buluh .

 

Aksi ini dilakukan demi keselamatan pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut.

 

Para pemuda tetap bersemangat melakukan perbaikan jalan secara swadaya.mereka dengan Sukarela menimbun lubang-lubang di jalan yang mengalami kerusakan parah.

 

Salah seorang tokoh pemuda Abdus salam(35) dan prangkat Desa Abdul manaf(47),mengatakan bahwa inisiatif ini muncul karena kekhawatiran akan meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas di lokasi tersebut.

 

“Jadi kami timbun saja karena dikhawatirkan terjadi kecelakaan di sini Karna jalan ini jalan sering di genagin air saat Hujan ” ujar Abdus salam saat ditemui di lokasi.

 

Ia menambahkan bahwa kondisi jalan tersebut sudah rusak sejak lama dan belum mendapat perbaikan yang memadai dari pihak kabupaten,

 

Harapan Warga dan pengguna Jalan semoga di kepemimpinan Bupati Lukman Hakin dan Wakil nya Fauzan Jakfar, jalan ini menjadi perhatian penting bagi orang nomor satu di pemkap bangkalan karna jalan tersebut jalan poros yang menghubungkan ke kecamatan Socah dan ke kota bangkalan.

 

Melihat viral nya di media online bupati menyatakan, sudah di anggar kan 53 titik kordinat untuk perbaika jalan desa yang menghubungkan ke kota sekabupaten Bangkalan,

 

Dari kabar yang viral di medsos bupati yang sudah Menganggar kan 53 titik tersebut

,semoga jalan ini yang di tunjuk untuk di perbaiki Karna ini sudah bertahun Tahun tidak di perbaiki, Uacap abdul manaf saat di tanya di tempat lain,yang sambil ter engah engah ke capean.

 

(Aguslim)

Polres Mojokerto Libatkan 250 Personel Amankan Libur Panjang Idul Adha, Lokasi Wisata Jadi Prioritas

MOJOKERTO – Cakrawalajatim.news

 

Libur panjang Hari Raya Idul Adha 1446 H yang jatuh pada bulan Juni 2025, Polres Mojokerto Polda Jatim meningkatkan kesiapsiagaan pengamanan, dengan fokus utama pada destinasi pariwisata.

 

Langkah ini diambil menyusul proyeksi peningkatan mobilitas masyarakat yang akan memanfaatkan momen libur untuk berwisata.

 

Kapolres Mojokerto, AKBP Dr. Ihram Kustarto, S.H., S.I.K., M.Si., M.H. mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi pengamanan komprehensif untuk memastikan kelancaran dan keamanan selama libur Idul Adha.

 

 “Kami memprediksi akan ada lonjakan pengunjung di sejumlah objek wisata favorit di Mojokerto, seperti Pacet, Trawas, dan daerah pegunungan lainnya,” ujar AKBP Ihram, Sabtu (7/6).

 

Lebih lanjut, AKBP Dr. Ihram Kustarto menjelaskan bahwa lebih kurang 250 personel gabungan semua fungsi akan disebar di berbagai titik rawan kemacetan dan lokasi wisata.

 

Pos-pos pengamanan dan pelayanan akan didirikan untuk memantau arus lalu lintas, memberikan bantuan kepada masyarakat, serta mencegah terjadinya tindak kriminalitas.

 

“Selain pengamanan lalu lintas, kami juga akan fokus pada pengamanan di area-area wisata,” terang AKBP Ihram.

 

Dalam menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat, petugas akan melakukan patroli rutin, baik secara terbuka maupun tertutup.

 

“Ini untuk memastikan keamanan pengunjung dan mencegah potensi gangguan kamtibmas,” kata AKBP Ihram.

 

Kapolres Mojokerto itu juga mengimbau kepada para pengelola tempat wisata untuk meningkatkan standar keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung.

 

Hal ini termasuk memastikan ketersediaan fasilitas kesehatan, rambu-rambu petunjuk, serta antisipasi terhadap potensi bencana alam, mengingat sebagian besar destinasi wisata di Mojokerto berada di daerah pegunungan.

 

Masyarakat yang hendak berlibur diimbau untuk selalu berhati-hati, mematuhi rambu lalu lintas, serta menjaga barang bawaan.

 

“Pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum bepergian. Laporkan segera kepada petugas jika menemukan hal-hal yang mencurigakan atau membutuhkan bantuan,” pesan Kapolres Mojokerto.

 

Dengan persiapan matang ini, Polres Mojokerto Polda Jatim berharap libur panjang Idul Adha dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar sehingga masyarakat dapat menikmati momen kebersamaan bersama keluarga di berbagai destinasi wisata di Kabupaten Mojokerto.

Polrestabes Surabaya Ungkap Jaringan TPPO Amankan 3 Tersangka, Selamatkan 7 Korban

SURABAYA – Cakrawalajatim.news

 

Aparat Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya Polda Jatim menunjukkan ketegasan dalam memberantas kejahatan kemanusiaan.

 

Sebuah jaringan dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berhasil diungkap.

 

Kapolrestabes Surabaya,Kombes Pol Lutfi Sulistiawan mengatakan dalam pengungkapan kasus ini, Tujuh korban perempuan dari berbagai daerah di Jawa Timur diselamatkan dari upaya pengiriman ilegal ke Malaysia.

 

Polisi menetapkan Tiga orang sebagai tersangka yang berperan sebagai perekrut dan penyalur.

 

Kisah pengungkapan ini dimulai ketika seorang korban berinisial YK (22), asal Cirebon, memberanikan diri melapor melalui siaran pengaduan di Radio Suara Surabaya.

 

“Polisi menindaklanjuti laporan tersebut dengan sigap dan mendatangi lokasi di Kedung Anyar II No. 35, Surabaya,” tutur Kombespol Lutfi, Jumat(6/6).

 

Kombespol Lutfi mengungkapkan dari lokasi tersebut, petugas menemukan YK dan seorang korban lainnya, NS (47) asal Nganjuk.

 

Kedua korban langsung dibawa ke Polrestabes Surabaya untuk pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut.

 

“Dari keterangan awal, terungkap bahwa dua korban tersebut sebelumnya direkrut oleh tersangka perempuan berinisial PN (50) dan ditampung oleh tersangka SL (53),” tandas Kapolrestabes Surabaya.

 

Dari hasil pengembangan ungkap Kombespol Lutfi, petugas berhasil mengungkap lima korban tambahan: NP (31, Lumajang), RS (34, Sumenep), EH (39, Jember), VW (45, Ambon), dan DF (23, Surabaya).

 

Kelima korban ditemukan di sebuah hotel di wilayah Sidoarjo.

 

Di lokasi itu pula, Polisi mengamankan tersangka ketiga, seorang laki-laki berinisial ER (41) yang diketahui akan memberangkatkan para korban ke Malaysia.

 

ER diduga sebagai penyalur terakhir dari jaringan ini, setelah sebelumnya para korban direkrut oleh PN dan SL.

 

Dari hasil pemeriksaan sementara, motif dari para pelaku adalah untuk mencari keuntungan finansial dengan merekrut dan menyalurkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara ilegal, tanpa dokumen dan prosedur resmi sesuai dengan ketentuan Undang-Undang.

 

Barang bukti yang diamankan berupa lima unit ponsel, sembilan paspor, enam formulir pendaftaran medical check-up, delapan hasil rekam medis, serta dua lembar tangkapan layar pengaduan dari Radio Suara Surabaya.

 

Ketiga pelaku akan dijerat dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO, terutama:

 

Pasal 2 yang menyebutkan hukuman penjara hingga 15 tahun dan denda maksimal Rp600 juta bagi pelaku TPPO.

 

Pasal 10 dan 11 yang mengatur hukuman setara bagi pihak yang membantu atau merencanakan perdagangan orang.

 

Selain itu, mereka juga diduga melanggar UU No. 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, khususnya:

 

Pasal 81 dan 83, yang memberikan ancaman pidana hingga 10 tahun dan denda maksimal Rp15 miliar bagi pelaku perseorangan yang melakukan penempatan PMI secara ilegal.

 

Kombespol Lutfi menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi jaringan perdagangan orang di Surabaya, terlebih yang mempermainkan nasib masyarakat kecil demi keuntungan sepihak.

 

Sementara itu, ketujuh korban dalam kondisi selamat dan tengah mendapatkan pendampingan psikologis dan hukum.

 

Jika Anda atau orang di sekitar Anda memiliki informasi atau mencurigai aktivitas serupa, segera laporkan kepada aparat kepolisian terdekat.

 

Satu laporan Anda bisa menyelamatkan nyawa dan masa depan seseorang.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.