Kapolres Blitar Tegaskan Komitmen Cegah Bullying di Sekolah

Info polri153 Dilihat

BLITAR, Cakrawalajatim.news – Kapolres Blitar, AKBP Arif Fazlurrahman, S.H., S.I.K., M.Si., memberikan keterangan pers (doorstop) kepada awak media pada Senin (28/7/25) terkait penanganan kasus perundungan yang terjadi di SMP Negeri 3 Doko, Kabupaten Blitar.

Dalam keterangannya, Kapolres menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penyidikan dan gelar perkara terhadap kasus tersebut yang melibatkan anak sebagai korban maupun pelaku. Penanganan kasus dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, dengan pendekatan diversi sebagai upaya penyelesaian di luar jalur peradilan.

β€œDalam kasus ini, kami telah menetapkan 14 anak saksi sebagai anak, dan pemeriksaan telah dilakukan terhadap 20 orang saksi,” ujar AKBP Arif.

π˜½π™–π™˜π™– 𝙅π™ͺπ™œπ™–  Sirine Ambulan Mati, Polisi Satlantas Gresik Sigap Buka Jalan Ambulans

Proses diversi dilaksanakan secara formal dengan melibatkan sejumlah instansi dan pihak terkait, seperti Balai Pemasyarakatan (Bapas), Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, UPT Perlindungan Perempuan dan Anak, Kejaksaan Negeri, perangkat sekolah, perangkat desa, Bhabinkamtibmas, serta pihak keluarga korban dan pelaku.

Dari hasil musyawarah diversi, disepakati tujuh poin penting, antara lain:

  1. Korban memberikan maaf tanpa tuntutan ganti rugi materiil.
  2. Para pelaku telah meminta maaf secara langsung.
  3. Para pelaku mengikuti rehabilitasi dari Bapas selama satu bulan.
  4. Korban mendapatkan pendampingan psikologis dan trauma healing.
  5. Pihak sekolah akan melengkapi sarana CCTV.
  6. Proses perpindahan sekolah korban difasilitasi oleh Dinas Pendidikan.
  7. Kesepakatan dituangkan secara tertulis, dan jika terulang, proses hukum akan dilanjutkan.
π˜½π™–π™˜π™– 𝙅π™ͺπ™œπ™–  Wakapolres Blitar Tekankan Pendekatan Edukatif dalam Operasi Patuh Semeru 2025

Kapolres menegaskan bahwa kepolisian bersama stakeholder lainnya berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan ramah anak.

“Kami mengajak semua pihak untuk peduli dan tanggap terhadap potensi kekerasan di lingkungan pendidikan. Pencegahan adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Penulis, Ibad

Editor, Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *