Pengawasan Rutin Setiap Hari di Sepanjang Jalan Semut Baru Antisipasi Adanya Parkir Truk & PKL Liar

Surabaya, Cakrawalajatim.news – Nampaknya Komitmen Pemerintah Kota Surabaya Memberantas Parkir dan PKL liar tak main-main, nyatanya Jum’at Pagi (29/05/26) melalui tim Praja Kelurahan Bongkaran dan Kecamatan Pabean Cantikan Giat Rutin pengawasan di area sepanjang jalan semut baru yang sebelumnya ada parkir truk sembarangan dibahu jalan dibawah rambu larangan parkir dan untuk memastikan jika tak ada parkir truk lagi.

Kegiatan ini rutin dilakukan untuk menjaga ketertiban umum dan mengembalikan fungsi bahu jalan sekaligus memastikan kelancaran arus lalu lintas di sepanjang jalan semut baru, sesuai Perda No.10 Tahun 2000 Tentang Ketentuan Pengguna Jalan dan Perda Kota Surabaya No 2 Tahun 2020 Tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat.

Camat Pabean Cantikan, *Januar Rizal, S. STP, M.Si.* ketika dikonfirmasi tim media menjelaskan ” _Kami akan patroli rutin dan tetap akan melakukan pemantauan dan penindakan setiap harinya terhadap truck yg parkir liar di tanda rambu larangan sepanjang jalan semut baru”_ Tegas Rizal.

Disisi lain, Ketua Grib Jaya Pabean Cantikan, Kang Arief Mengatakan Sesuai Instruksi Ketua Umum Kami Bapak H.Hercules Rosario Marshal Mendukung Penuh Program Pemerintah Kota Surabaya dalam memberantas Parkir Liar dan PKL Liar, Terutama gangguan Kamtibmas yang meresahkan masyarakat dan pihaknya siap mengawal program dan turut serta jika ada penertiban dan penindakan khususnya di wilayah Kecamatan Pabean Cantikan” Pungkasnya.

 

Penulis, Suhaili / Editor, Redaksi

Idul Adha Penuh Kebersamaan, Harian Mata Berita Laksanakan Qurban di Kantor Redaksi

SURABAYA, Cakrawalajatim.news  – Dalam suasana Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, keluarga besar Media Harian Mata Berita (HMB) kembali melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan qurban di Kantor Redaksi HMB, Jalan Tambak Wedi Baru, Surabaya, Rabu (27/5/2026).

Pada momentum penuh berkah tersebut, sebanyak dua ekor kambing disembelih sebagai bentuk pelaksanaan ibadah qurban sekaligus upaya menjaga nilai kebersamaan antar anggota redaksi dan masyarakat sekitar.

Proses penyembelihan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dan berlangsung tertib dengan bantuan tim jagal profesional. Kegiatan itu juga disaksikan langsung oleh jajaran redaksi serta warga sekitar yang turut hadir meramaikan suasana.

Pimpinan Redaksi Harian Mata Berita, Abdul Halim, mengatakan bahwa pelaksanaan qurban merupakan bentuk komitmen untuk terus menjalankan sunnah Rasulullah SAW, sekaligus menanamkan nilai keikhlasan dalam berbagi.

“Yang paling utama bukan jumlah hewannya, melainkan niat dan keikhlasan dalam menjalankan ibadah qurban,” ungkap Halim.

Usai proses penyembelihan, daging qurban kemudian diolah dan dinikmati bersama dalam suasana kekeluargaan. Acara makan bersama tersebut menjadi momen mempererat hubungan antar anggota media dan masyarakat di lingkungan sekitar kantor redaksi.

Dalam kesempatan itu, Abdul Halim juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha kepada seluruh umat Muslim.

“Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H. Semoga momentum ini membawa keberkahan, kedamaian, serta memperkuat keimanan dan rasa kepedulian sosial kita semua,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan sosial dan keagamaan yang rutin dilaksanakan keluarga besar Harian Mata Berita dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.

“Semoga tradisi baik ini tetap terjaga dan bisa terus dilaksanakan pada Idul Adha mendatang,” pungkasnya.

 

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Satreskrim Polres Sampang Pastikan Penghentian Kasus Sesuai Prosedur Hukum

SAMPANG, Cakrawalajatim.news – Satreskrim Polres Sampang resmi menghentikan penyelidikan kasus dugaan penganiayaan yang dilaporkan Sunama, warga Dusun Bunut, Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang.

‎Penghentian penyelidikan tersebut dilakukan setelah polisi menyimpulkan belum ditemukan unsur pidana yang cukup berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, visum, serta barang bukti yang dikumpulkan selama proses penyelidikan berlangsung.

‎Kasat Reskrim Polres Sampang, IPTU Nur Fajri Alim, mengatakan perkara tersebut bermula dari laporan pengaduan masyarakat yang diterima polisi pada 6 April 2026 lalu.

‎“Laporan yang kami terima berkaitan dengan dugaan penganiayaan yang terjadi di Dusun Bunut, Desa Sejati, Kecamatan Camplong,” ujar IPTU Nur Fajri Alim kepada awak media, Selasa, 26 Mei 2026.

‎Dalam laporan tersebut, dua orang dilaporkan sebagai terlapor, yakni Mahsus dan Sawi. Keduanya diduga terlibat cekcok dengan pelapor yang dipicu persoalan penggalian tanah di dekat lokasi rumah korban.

‎Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa itu bermula ketika pelapor melintas di lokasi penggalian tanah yang diduga merupakan jalan umum.

‎Pelapor kemudian menutup galian menggunakan batu dan dedaunan hingga memicu pertengkaran antara kedua pihak.

‎“Dari situ terjadi cekcok mulut antara pelapor dan terlapor,” kata IPTU Nur Fajri Alim.

‎Dalam laporan awal disebutkan salah satu terlapor sempat menampar korban sebanyak dua kali, sedangkan terlapor lainnya diduga mendorong tubuh korban saat terjadi perselisihan.

‎Meski demikian, polisi menyebut hasil visum terhadap korban tidak menemukan adanya luka fisik yang mengarah pada tindak penganiayaan.

‎“Hasil visum yang dilakukan di RSUD Kabupaten Sampang tidak menunjukkan adanya luka pada tubuh pelapor,” jelasnya.

‎Selain hasil visum, penyidik juga memeriksa barang bukti berupa video yang diajukan pelapor.

‎Namun, menurut polisi, rekaman tersebut justru tidak memperlihatkan adanya tindakan penganiayaan.

‎“Video yang diajukan sebagai barang bukti tidak menunjukkan adanya tindakan penganiayaan sebagaimana yang dilaporkan,” ungkap IPTU Nur Fajri Alim.

‎Selama proses penyelidikan, Satreskrim Polres Sampang mengaku telah melakukan pemeriksaan terhadap pelapor, sejumlah saksi, hingga salah satu pihak terlapor.

‎Polisi juga telah mengirimkan surat panggilan kepada beberapa saksi lain, termasuk Mahsus, Bunadin, dan Holil. Namun beberapa di antaranya disebut tidak hadir memenuhi panggilan penyidik.

‎Selain itu, polisi juga telah melaksanakan gelar perkara internal yang dihadiri unsur pengawasan internal seperti Propam, Kasiwas, dan Kasikum sebelum akhirnya memutuskan penghentian penyelidikan.

‎Menurut IPTU Nur Fajri Alim, keputusan penghentian penyelidikan dilakukan secara profesional sesuai prosedur hukum yang berlaku.

‎“Kami memastikan seluruh proses penyelidikan dilakukan sesuai aturan dan berdasarkan fakta-fakta hasil pemeriksaan yang diperoleh penyidik,” tegas IPTU Nur Fajri Alim.

 

Penulis, Tim / Editor, Redaksi

Datacyber.id dan Warga Tambak Wedi Baru 7 Kompak Gelar Penyembelihan Hewan Kurban Idul Adha 1447 H

Surabaya, Cakrawalajatim.news – Suasana Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 di lingkungan RT 02 RW 03 Tambak Wedi Baru 7 berlangsung penuh kebersamaan dan semangat gotong royong. Media online Datacyber.id bersama warga setempat kompak melaksanakan penyembelihan hewan kurban usai pelaksanaan Sholat Idul Adha, Rabu (27/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, total hewan kurban yang disembelih terdiri dari 3 ekor kambing dan 1 ekor sapi. Dari jumlah tersebut, Datacyber.id turut berpartisipasi dengan menyerahkan 2 ekor kambing untuk dikurbankan bersama warga.

Sejak pagi hari, warga terlihat bergotong royong mempersiapkan lokasi penyembelihan, mulai dari penataan tempat, persiapan alat, hingga pembagian tugas. Kebersamaan dan kekompakan masyarakat begitu terasa saat proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban berlangsung dengan tertib dan lancar.

Pimpinan Redaksi Datacyber.id, Eko Andhika, menyampaikan bahwa momentum Idul Adha bukan hanya tentang ibadah kurban semata, namun juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama.

“Alhamdulillah tahun ini Datacyber.id kembali bisa ikut berbagi bersama warga RT 02 RW 03 Tambak Wedi Baru 7. Semoga hewan kurban yang disalurkan membawa berkah dan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Kegiatan penyembelihan hewan kurban di wilayah Tambak Wedi Baru 7 sendiri diketahui telah menjadi tradisi rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Warga secara sukarela saling membantu demi kelancaran kegiatan, mulai dari proses penyembelihan, pemotongan daging, penimbangan hingga pembagian kepada masyarakat.

Menariknya, pembagian daging kurban dilakukan secara merata dengan sistem door to door agar seluruh warga dapat menerima bagian tanpa harus berdesakan. Sejumlah warga juga tampak bahu membahu mengemas daging kurban menggunakan kantong yang telah disiapkan sebelumnya.

Ketua RT setempat mengapresiasi kekompakan masyarakat yang terus terjaga dari tahun ke tahun. Menurutnya, tradisi gotong royong saat Idul Adha menjadi simbol kuatnya persaudaraan antarwarga.

“Semangat kebersamaan seperti ini harus terus dipertahankan. Semua warga ikut membantu tanpa pamrih demi kelancaran kegiatan kurban dan agar pembagian daging bisa tepat sasaran,” katanya.

Selain menjadi bentuk ibadah, kegiatan kurban juga menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Warga berharap tradisi positif tersebut dapat terus berlangsung setiap tahun dan semakin meningkatkan rasa persatuan serta kepedulian antar sesama.

Suasana penuh keakraban terlihat hingga proses pembagian daging selesai dilakukan. Anak-anak, remaja hingga orang tua ikut terlibat membantu kegiatan dengan penuh antusias, menciptakan nuansa Hari Raya Idul Adha yang hangat dan penuh kebersamaan di lingkungan Tambak Wedi Baru 7.

 

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Pernyataan Ketua PGRI Bangkalan Memantik Kontroversi, API Minta Evaluasi Kepemimpinan

Surabaya Cakrawalajatim.news – Ketua Umum Asosiasi Pewarta Indonesia (API), Moch Syamsul Arifin, mengeluarkan pernyataan tegas terkait polemik yang mencuat akibat ucapan Ketua PGRI Kabupaten Bangkalan. Pihaknya mengecam keras pernyataan yang menyebutkan bahwa wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) adalah “penyakit” bagi Kepala Sekolah dan tenaga pendidik. Pernyataan tersebut dinilai tidak berdasar, menyinggung, serta berpotensi melemahkan fungsi pengawasan sosial yang dibutuhkan dunia pendidikan.

Kontroversi bermula dari pernyataan publik Ketua PGRI Kabupaten Bangkalan yang mengaitkan berbagai persoalan di lingkungan pendidikan dengan kehadiran insan pers dan aktivis LSM. Ucapan yang beredar luas tersebut menyebut kedua elemen sosial itu sebagai faktor pengganggu atau “penyakit” yang memberatkan kinerja kepala sekolah dan guru. Pernyataan ini memicu gelombang penolakan luas, termasuk rencana aksi damai yang diagendakan di depan kantor PGRI Kabupaten Bangkalan pada Jumat, 29 Mei 2026 mendatang.

Merespons hal itu, Ketua Umum API menegaskan bahwa pernyataan tersebut sangat keliru dan tidak mencerminkan pola pikir seorang pendidik yang seharusnya mengedepankan nilai-nilai objektivitas dan keterbukaan.

Menurutnya, keberadaan wartawan dan LSM justru berfungsi sebagai mitra strategis serta kontrol sosial yang bertujuan menjaga akuntabilitas dan kualitas pelayanan pendidikan kepada masyarakat.

“Kami menilai pernyataan Ketua PGRI Kabupaten Bangkalan tersebut sangat disayangkan, keliru total, dan cenderung provokatif. Menyebut wartawan dan LSM sebagai ‘penyakit’ adalah pandangan picik yang tidak memahami fungsi dasar demokrasi dan tata kelola publik yang baik,” tegas Ketua Umum API dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/05/2026).

Lebih lanjut ia menjelaskan, tugas wartawan adalah menyampaikan informasi publik secara benar, berimbang, dan bertanggung jawab. Sementara itu, LSM berperan melakukan advokasi dan pengawasan agar kebijakan serta pelaksanaan pendidikan berjalan sesuai aturan dan berpihak pada kepentingan siswa maupun masyarakat luas. Keduanya bukanlah ancaman, melainkan bagian dari sistem pengawasan yang sehat.

“Jika ada persoalan atau ketidaksempurnaan dalam pemberitaan atau cara kerja sebagian pihak, solusinya adalah komunikasi dan klarifikasi, bukan memberikan cap buruk yang merugikan seluruh profesi dan lembaga. Cap ‘penyakit’ itu sangat menghina, apalagi keluar dari seorang pemimpin organisasi profesi pendidik yang seharusnya menjadi teladan etika,” tambah Syam, sapaan lekatnya.

API juga mengingatkan bahwa kemajuan pendidikan sangat bergantung pada transparansi. Menutup diri dari kritik atau masukan dari pihak luar justru berisiko menimbulkan masalah yang lebih besar dan menjauhkan dunia pendidikan dari prinsip-prinsip keterbukaan.

Oleh karena itu, API mendukung langkah elemen wartawan dan organisasi masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi melalui aksi damai di Bangkalan. Pihaknya menuntut agar Ketua PGRI Kabupaten Bangkalan menarik kembali ucapannya secara terbuka dan memberikan permintaan maaf yang layak, bukan sekadar formalitas. Selain itu, API juga mendesak adanya evaluasi kepemimpinan mengingat pernyataan tersebut dinilai tidak lagi layak mewakili citra pendidik.

“Kami berharap pengurus pusat PGRI turun tangan meninjau persoalan ini. Jangan sampai satu pernyataan sepihak merusak hubungan baik yang selama ini terjalin antara dunia pendidikan, media, dan masyarakat sipil. Kami tegaskan, kritik dan pengawasan bukanlah penyakit, melainkan obat agar pendidikan kita terus membaik dan berkualitas,” pungkas Ketua Umum API.

Kades Dlemer Hentikan Penggalian Liar Tengah Malam di Depan Puskesmas Tongguh

Bangkalan, Cakrawalajatim.news – Aktivitas mencurigakan dilakukan sekelompok orang tak dikenal di pinggir jalan raya Arosbaya–Campor, tepatnya di wilayah Desa Buduran, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan. Sekitar 12 orang lebih datang menggunakan sebuah truk sambil membawa pacul dan melakukan penggalian di area depan Puskesmas Tongguh hingga depan toko Basmalah.

Aksi yang berlangsung pada malam hari itu sontak membuat warga geger. Pasalnya, para pekerja tidak diketahui identitasnya dan melakukan penggalian tanpa pemberitahuan kepada pemerintah desa maupun aparat setempat.

Kegiatan tersebut akhirnya digagalkan oleh Kepala Desa Dlemer setelah mendapat laporan dari warga sekitar. Saat mendatangi lokasi, kades mendapati beberapa titik di pinggir jalan sudah berlubang akibat digali oleh rombongan tersebut.

Menurut Kepala Desa Dlemer, dirinya langsung menghentikan aktivitas itu karena dianggap sangat mencurigakan dan tidak memiliki izin maupun koordinasi resmi.

“Karena tidak ada pamit-pamitnya sama kepala desa maupun Polsek setempat. Saya curiga kalau ini maling kabel,” tegas Kepala Desa Dlemer kepada wartawan.

Kades juga meminta seluruh lubang yang sudah digali agar segera ditutup kembali demi keselamatan pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Setelah ditegur, para pekerja akhirnya menutup kembali bekas galian tersebut.

Warga menduga penggalian itu berkaitan dengan upaya pencurian kabel Telkom yang berada di bawah tanah. Dugaan tersebut muncul karena lokasi yang digali berada di jalur jaringan kabel komunikasi di sepanjang jalan raya Arosbaya–Campor.

Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat karena dikhawatirkan dapat merusak fasilitas umum dan mengganggu jaringan komunikasi warga apabila benar terjadi pencurian kabel.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui pasti identitas rombongan tersebut maupun tujuan sebenarnya melakukan penggalian di kawasan Desa Buduran tersebut. Warga berharap aparat kepolisian segera turun tangan melakukan penyelidikan lebih lanjut agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Dilansir dari Media Bnewsnasional.id

 

Penulis, Tim / Editor, Redaksi

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.