Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Polsek Kenjeran Bergerak Cepat Tangani ODGJ di Suramadu

SURABAYA, Cakrawalajatim.news – Di area samping Pos Polisi Jembatan Suramadu, seorang pria yang diduga mengalami gangguan kejiwaan kedapatan membakar tumpukan sampah di sekitar lokasi, Minggu (17/5/2026).

Mengetahui kejadian tersebut, anggota kepolisian dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama jajaran Polsek Kenjeran bergerak cepat melakukan pengecekan serta penanganan di lokasi guna mencegah api membesar dan membahayakan lingkungan sekitar.

Setelah situasi berhasil diamankan, pria yang diduga mengalami gangguan kejiwaan tersebut kemudian dibawa dan diantarkan ke wilayah Bangkalan oleh jajaran Polsek Kenjeran untuk penanganan lebih lanjut.

Aksi tersebut pertama kali diketahui oleh petugas jaga pos yang kemudian langsung melakukan upaya pengamanan. Petugas juga telah menghubungi layanan darurat 112, namun hingga saat itu petugas terkait masih belum tiba di lokasi.

Warga di sekitar lokasi pun menyayangkan lambatnya respons layanan darurat. “Percuma menghubungi 112, sampai sekarang masih belum ada tanggapan,” ujar salah satu petugas di lokasi.

Berkat kesigapan anggota di lapangan, situasi akhirnya berhasil dikendalikan sehingga tidak sampai menimbulkan kebakaran yang lebih luas maupun mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar kawasan Jembatan Suramadu.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan kejadian serupa demi menjaga keamanan dan keselamatan lingkungan.

 

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Banyak Kejanggalan Terungkap, Keluarga Korban Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Sidotopo Sekolahan II

Surabaya, Cakrawalajatim.news — Keluarga korban pembunuhan di kawasan Sidotopo Sekolahan II mempertanyakan keseriusan aparat kepolisian dalam mengungkap kasus yang sempat menghebohkan masyarakat tersebut. Hingga kini, keluarga menilai masih banyak hal yang belum terungkap secara terang dan menimbulkan tanda tanya besar di tengah publik.

Pihak keluarga mengaku kecewa lantaran perkembangan penanganan kasus dinilai belum memberikan kepastian hukum yang jelas. Terlebih, sebelumnya sempat muncul berbagai informasi berbeda terkait status para pelaku, mulai dari disebut ditangkap hingga ada narasi menyerahkan diri.

Menurut keluarga korban, perbedaan informasi tersebut justru memperkeruh situasi dan memunculkan dugaan adanya hal-hal yang sengaja ditutupi dalam proses penanganan perkara.

“Yang kami inginkan hanya kejelasan dan keadilan. Jangan sampai kasus pembunuhan ini terkesan tidak ditangani secara serius,” ungkap salah satu pihak keluarga korban.

Tidak hanya itu, keluarga juga meminta aparat kepolisian membuka secara transparan perkembangan penyidikan, termasuk terkait kemungkinan adanya pelaku lain yang belum diamankan.

Kasus pembunuhan di Sidotopo Sekolahan II sendiri sebelumnya menjadi perhatian publik karena disebut melibatkan lebih dari satu orang. Namun hingga saat ini, masyarakat masih mempertanyakan apakah seluruh pihak yang terlibat benar-benar sudah diproses hukum.

Desakan agar kasus diusut tuntas pun terus mengalir dari masyarakat. Mereka berharap aparat kepolisian tidak hanya fokus pada penanganan formalitas, tetapi benar-benar membongkar motif, kronologi, hingga kemungkinan adanya pihak lain yang diduga terlibat.

Keluarga korban menegaskan akan terus mengawal proses hukum agar kasus tersebut tidak berhenti di tengah jalan dan seluruh pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

 

Penulis, Tim Editor, Redaksi

Kasus Dugaan Asusila di Mess Karyawan Kafe Nganjuk Masih Didalami Polisi

Nganjuk, Cakrawalajatim.news – Penanganan kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang pegawai perempuan di salah satu kafe di wilayah Kabupaten Nganjuk masih terus didalami pihak kepolisian (15/5).

Kasus tersebut sebelumnya dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Nganjuk setelah korban yang masih berusia 17 tahun mengaku mengalami tindakan asusila yang diduga dilakukan oleh atasannya sendiri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut diduga terjadi di area mess karyawan pada Selasa (12/5/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Pihak kepolisian membenarkan adanya laporan tersebut dan saat ini masih melakukan proses penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi.

“Masih proses penyelidikan, sementara kami masih meminta keterangan saksi-saksi terkait laporan tersebut,” ujar petugas Unit PPA Satreskrim Polres Nganjuk.

Kasus ini mendapat perhatian khusus lantaran korban masih tergolong anak di bawah umur. Polisi juga disebut melakukan pendampingan terhadap korban selama proses pemeriksaan berlangsung.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak terlapor yang berinisial JFS belum memberikan keterangan resmi terkait laporan yang ditujukan kepadanya.

Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terlapor guna memperoleh informasi yang berimbang sesuai kaidah jurnalistik.

Kasus tersebut kini masih dalam penanganan Satreskrim Polres Nganjuk untuk proses lebih lanjut.

 

Penulis, Tim / Editor, Redaksi

AMI Desak Prabowo Copot Oknum Anggota DPRD Jember yang Viral Main Game dan Merokok Saat Rapat

Jember, Cakrawalajatim.news – Viral video anggota DPRD Jember yang diduga bermain game sambil merokok saat rapat resmi menuai kecaman dari berbagai pihak. Rapat tersebut diketahui membahas persoalan pelayanan kesehatan dan penanganan stunting di Kabupaten Jember.

Sorotan publik semakin meluas setelah video itu beredar di media sosial dan memunculkan kritik terhadap sikap wakil rakyat yang dianggap tidak mencerminkan etika dan tanggung jawab sebagai pejabat publik.

Menanggapi polemik tersebut, Aliansi Madura Indonesia (AMI) menyampaikan sikap tegas. Ketua AMI, Baihaki Akbar, SE., SH., meminta Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, segera mengambil tindakan terhadap oknum anggota DPRD Jember tersebut.

“Perilaku seperti itu sangat memalukan dan mencederai kepercayaan masyarakat. Apalagi rapat yang dibahas menyangkut kesehatan dan stunting. Ini tidak pantas dilakukan oleh seorang wakil rakyat,” ujar Baihaki Akbar dalam keterangannya.

AMI mendesak DPP Gerindra untuk segera mencopot dan memecat kader yang bersangkutan apabila terbukti melakukan pelanggaran etik. Menurut Baihaki, ketegasan partai diperlukan agar marwah dan nama baik Gerindra tetap terjaga di mata publik.

Ia menilai, apabila kasus tersebut dibiarkan tanpa sanksi tegas, maka dapat menimbulkan anggapan bahwa partai tidak serius dalam menjaga disiplin dan etika kadernya.

“Jangan sampai tindakan oknum ini merusak marwah partai dan mempermalukan nama besar Gerindra. Kami meminta Bapak Prabowo Subianto turun tangan dan memberikan sanksi tegas,” tegasnya.

Sementara itu, pihak DPRD Jember dan Partai Gerindra sebelumnya dikabarkan akan memproses kasus tersebut melalui mekanisme etik internal. Oknum anggota DPRD yang videonya viral juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas tindakannya yang dianggap tidak pantas.

 

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Diduga Ada Upaya Penyelesaian Kasus Narkoba Lewat Rehabilitasi, Satreskoba Tanjung Perak Jadi Sorotan

Surabaya, Cakrawalajatim.news – Kasus penanganan dugaan penyalahgunaan narkotika kembali menjadi perhatian publik setelah muncul isu dugaan pelepasan perkara melalui jalur rehabilitasi dan pihak PH di lingkungan Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, dua pria berinisial H dan R diamankan aparat pada Jumat (01/05/2026) usai waktu Maghrib di kawasan Kebundalem, tepatnya di tepi jalan raya. Saat dilakukan penindakan, keduanya diduga kedapatan barang bukti berupa alat hisap sabu.

Setelah diamankan, kedua terduga pelaku kemudian dibawa ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak guna menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

Namun, di tengah proses penanganan perkara tersebut, muncul dugaan adanya komunikasi antara keluarga salah satu terduga tersangka dengan pihak yang disebut sebagai PH dari Unit 1. Dari informasi yang beredar di lapangan, disebutkan adanya dugaan permintaan uang senilai Rp25 juta sebagai jalan penyelesaian perkara.

Tidak lama setelah isu tersebut mencuat, kedua terduga tersangka dikabarkan dipindahkan ke rumah rehabilitasi yang berbeda pada hari Selasa.

Hingga saat ini, awak media masih berusaha memperoleh konfirmasi resmi dari pihak kepolisian terkait kebenaran informasi tersebut. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon maupun pesan singkat kepada pihak yang disebut menangani perkara itu masih belum mendapatkan tanggapan.

Masyarakat pun berharap pihak kepolisian dapat segera memberikan klarifikasi terbuka guna menjaga transparansi serta menghindari berkembangnya spekulasi liar di tengah publik.

Pimpinan Redaksi Media Cakrawalajatim.news menegaskan akan terus melakukan penelusuran dan konfirmasi lanjutan demi menjaga prinsip keberimbangan serta akurasi pemberitaan.

Diketahui, isu dugaan pelepasan perkara narkotika sebelumnya juga sempat menyeret nama Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Kondisi ini memunculkan harapan agar ada evaluasi dan pengawasan lebih ketat terhadap oknum-oknum yang diduga menyalahgunakan kewenangan.

Pimpinan Redaksi Media Cakrawalajatim.news juga berharap Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Wahyu Hidayat, dapat mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran yang mencoreng nama baik institusi kepolisian.

Kepercayaan masyarakat terhadap Polri dinilai harus terus dijaga, sebagaimana komitmen yang selama ini dibangun oleh Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama seluruh jajaran kepolisian di Indonesia.

Pimpinan Redaksi Media Cakrawalajatim.news., meyakini bahwa Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Wahyu Hidayat merupakan pemimpin yang menjunjung tinggi integritas dan tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum maupun penyalahgunaan jabatan.

 

Penulis, Tim / Editor, Redaksi

Kanit Reskrim Polsek Semampir IPDA H. Mochamad Su’ud Pimpin Patroli Gabungan Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Surabaya, Cakrawalajatim.news – Guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif, jajaran Polsek Semampir bersama Satpol PP Kecamatan Semampir kembali menggelar patroli kewilayahan pada Kamis dini hari (14/5/2026).

Kegiatan patroli dipimpin langsung oleh Perwira Pengawas (Pawas) IPDA H. Mochamad Su’ud bersama personel piket fungsi serta anggota Satpol PP Kecamatan Semampir. Patroli difokuskan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan seperti aksi gengster, tawuran remaja, balap liar, hingga tindak kriminalitas jalanan yang meresahkan masyarakat.

Sebelum turun ke lapangan, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti apel kesiapan di Mapolsek Semampir. Apel tersebut bertujuan memastikan kesiapan anggota sekaligus memberikan arahan terkait pola tindakan saat pelaksanaan patroli di lapangan.

Usai apel, tim patroli bergerak menyisir sejumlah titik yang dianggap rawan gangguan kamtibmas, mulai dari kawasan Jalan Endrosono, Jalan Bulak Rukem, Jalan Bulaksari, hingga Jalan Tenggumung Wetan. Petugas melakukan pemantauan situasi sekaligus memastikan wilayah tetap aman dari aktivitas yang berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat.

Saat patroli berlangsung di kawasan Jalan Sidotopo III, petugas menerima informasi dari warga terkait adanya dugaan kelompok gengster yang melintas dari arah Jalan Wonokusumo Jaya menuju Jalan Sidotopo. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim patroli langsung bergerak cepat menuju lokasi guna melakukan pengecekan dan penyisiran.

Setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, petugas tidak menemukan adanya kelompok gengster maupun aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan wilayah. Situasi di lokasi dipastikan aman dan terkendali.

IPDA H. Mochamad Su’ud mengatakan bahwa patroli rutin akan terus dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai bentuk gangguan keamanan, khususnya pada jam-jam rawan.

“Kami terus meningkatkan patroli di titik-titik rawan guna mencegah aksi kriminalitas jalanan, tawuran, balap liar, maupun aktivitas gengster. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Semampir Kompol Herry Iswanto menegaskan bahwa patroli harkamtibmas menjadi salah satu upaya nyata kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah agar tetap kondusif.

“Patroli kewilayahan akan terus kami tingkatkan, terutama pada waktu rawan terjadinya gangguan kamtibmas, demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.

Hingga patroli selesai dilaksanakan, situasi di wilayah hukum Polsek Semampir terpantau aman, tertib, dan tidak ditemukan kejadian menonjol.

 

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.