Kafe 136 Surabaya Dikecam Warga: Dekat Sekolah dan Mushola, Diduga Langgar Banyak Perda

Surabaya, Cakrawalajatim.news – Keberadaan Kafe 136 yang terletak di Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya, menuai kecaman keras dari warga sekitar. Warga menyoroti aktivitas hiburan malam di kafe tersebut yang menyediakan fasilitas karaoke, menjual minuman keras, serta memperkerjakan waitress berpakaian tidak pantas. Kafe ini beroperasi hanya beberapa meter dari SDN Kapasari 8 dan Langgar Sabilul Muttaqin, dua fasilitas pendidikan dan keagamaan yang sangat aktif di lingkungan tersebut.

Abdul, salah satu tokoh masyarakat, mengungkapkan bahwa keberadaan Kafe 136 telah lama meresahkan warga. Meski beberapa kali disegel oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya, kafe tersebut tetap kembali beroperasi seolah kebal hukum.

“Selain menjual minuman beralkohol dan mempekerjakan pelayan berpakaian seronok, letaknya sangat dekat dengan sekolah dasar dan mushola. Ini sangat tidak pantas dan mengganggu kenyamanan serta moral lingkungan,” tegas Abdul, Senin (21/7/2025).

Senada dengan itu, Tarmuji, tokoh masyarakat lainnya, juga menyuarakan kekecewaannya. Ia mendesak pemerintah kota dan aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan tegas demi menjaga ketertiban dan nilai sosial masyarakat sekitar.

“Kita tidak ingin anak-anak kita yang sekolah di situ dan warga yang beribadah terganggu oleh aktivitas yang tidak mencerminkan norma-norma keagamaan maupun sosial,” ujar Tarmuji.

Ironisnya, Rumah Hiburan Umum (RHU) Kafe 136 diduga belum mengantongi izin resmi untuk beroperasi. Berdasarkan penelusuran warga, kafe ini terindikasi telah melanggar sejumlah peraturan daerah (Perda), antara lain:

Perda No. 23 Tahun 2012 tentang Kepariwisataan

Perda No. 7 Tahun 2009 tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Perda No. 1 Tahun 2010 tentang Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

Perda No. 1 Tahun 2023 tentang Perdagangan dan Perindustrian

Hingga berita ini diturunkan, pemilik Kafe 136, Andika, belum memberikan tanggapan. Begitu pula pihak Satpol PP maupun instansi terkait lainnya belum merespons tuntutan warga.

Warga berharap pemerintah Kota Surabaya dan aparat penegak hukum segera menindaklanjuti persoalan ini secara serius. Penutupan permanen Kafe 136 dinilai penting untuk mencegah keresahan yang semakin meluas serta menjaga moral generasi muda yang menempuh pendidikan di sekitar lokasi tersebut.

Karang Taruna RW 02: Wadah Kreativitas dan Solidaritas Pemuda Simolawang

Surabaya, Cakrawalajatim.news – Dengan semangat perubahan demi kemajuan masyarakat, Ketua RW 02 Simolawang, Agus Zainal Arifin, resmi membentuk organisasi Karang Taruna Pemuda-Pemudi RW 02, yang melibatkan generasi muda di wilayahnya, khususnya di Kampung Sidonipah.

Pembentukan struktur kepengurusan Karang Taruna ini melalui proses musyawarah intensif selama dua hari, yang diprakarsai langsung oleh Ketua RW. Dalam rapat tersebut, sebanyak 25 pemuda dan pemudi hadir dan secara mufakat menunjuk Syaiful Anwar sebagai Ketua Karang Taruna RW 02.

Dalam sambutannya, Syaiful menyampaikan komitmennya untuk membangun semangat pemuda dalam menjaga lingkungan dan menciptakan citra positif kampungnya.

“Saya ingin kampung kita, khususnya Sidonipah, menjadi lebih rapi dan bersih. Dulu kampung ini dipandang kurang baik, sekarang saatnya kita buktikan bahwa kita bisa membawa perubahan positif,” tegas Syaiful.

Belum genap seminggu terbentuk, Karang Taruna langsung bergerak nyata. Pada Sabtu malam (19/07/2025) pukul 22.18 WIB, mereka mengadakan kerja bakti membersihkan lingkungan sebagai bentuk persiapan menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-80 yang jatuh pada 17 Agustus mendatang. Aksi ini dilakukan secara gotong royong dan menunjukkan kekompakan para anggota Karang Taruna.

Kegiatan ini turut didukung oleh jajaran pembina Karang Taruna RW 02, antara lain Pak Nur, Pak Seniwar, dan H. Ripin. Mereka menyampaikan rasa bangga dan komitmen penuh untuk membina serta mendampingi organisasi ini.

“Saya sangat bangga bisa ikut membantu warga. Karang Taruna ini adalah langkah positif yang patut kita dukung bersama,” ujar Pak Nur.

Sementara itu, Ketua RW 02, Agus Zainal Arifin, menyampaikan harapan besarnya agar Karang Taruna menjadi wadah bagi pemuda untuk berkembang, berkarya, dan menjauhi kegiatan negatif.

“Ke depan akan ada banyak program sosial yang bermanfaat. Saya berharap Karang Taruna ini menjadi motor penggerak perubahan yang nyata dan bermanfaat bagi Sidonipah,” ungkap Agus.

Ia menambahkan bahwa organisasi ini dibentuk bukan hanya untuk kegiatan seremonial, tetapi sebagai upaya membangun karakter pemuda agar terhindar dari pengaruh buruk seperti tawuran, miras, dan narkoba. Dengan semangat kebersamaan, Karang Taruna diharapkan menjadi simbol kemajuan dan solidaritas masyarakat RW 02 Simolawang.

“Karang Taruna RW 02 siap menjadi garda depan perubahan positif di kampung ini,” pungkas Agus.

Penulis, Ibad

Editor, Redaksi

 

Bukan Sekadar MPLS: Polrestabes Surabaya Bekali Siswa SMK Rajasa dengan Edukasi Anti-Gangster dan Kenakalan Remaja

Surabaya, Cakrawalajatim.news – Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan terbebas dari pengaruh negatif, Satuan Samapta Polrestabes Surabaya kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap generasi muda.

Melalui kegiatan sosialisasi yang dikemas secara interaktif dan edukatif, aparat kepolisian menyampaikan pesan penting tentang bahaya kenakalan remaja dan aksi gangster kepada para siswa baru SMK Rajasa dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasatsamapta Polrestabes Surabaya, AKBP Erika Purwana Putra, yang menegaskan bahwa masa remaja adalah periode krusial yang menentukan arah hidup seseorang, sehingga sangat penting dibekali dengan pemahaman yang tepat mengenai risiko pergaulan bebas, kekerasan jalanan, hingga aksi geng motor yang kini marak terjadi.

Menanamkan Nilai Disiplin dan Tanggung Jawab Sejak Dini

AKBP Erika menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen jajarannya untuk terus mendampingi pelajar agar tidak terjerumus dalam kenakalan remaja maupun aktivitas gangsterisme.

“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi adik-adik pelajar agar terhindar dari kenakalan remaja maupun gangster. Sosialisasi ini adalah upaya kami untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif bagi masa depan generasi penerus bangsa,” ujar Erika.

Ia menambahkan, melalui edukasi ini diharapkan para siswa dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif, tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan sosialnya.

“Kami dari kepolisian berpesan kepada para pelajar agar menghindari kenakalan remaja. Jangan sampai masa muda rusak karena perbuatan yang melanggar hukum dan merugikan diri sendiri serta orang lain,” tuturnya, pada Rabu 16 Juli 2025.

Sosialisasi ini juga menekankan pentingnya memilih pergaulan yang sehat, menjauhi aktivitas yang mengarah pada pelanggaran hukum, dan mengisi waktu dengan kegiatan yang produktif.

“Ingat, setiap tindakan ada konsekuensinya. Jadi, bijaklah dalam memilih pergaulan dan kegiatan. Fokus pada hal positif seperti belajar, mengembangkan bakat, dan meraih cita-cita,” sambung AKBP Erika yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolres Gresik.

Diharapkan, pendekatan seperti ini dapat menanamkan kesadaran kolektif di kalangan pelajar untuk menjauhi aksi kekerasan dan kriminalitas yang tidak hanya membahayakan masa depan mereka sendiri, tetapi juga meresahkan masyarakat.

Penulis, Ibad

Editor, Redaksi

Operasi Patuh Semeru 2025 Ditlantas Polda Jatim Edukasi Pelajar Tertib Lalu Lintas

SIDOARJO, Cakrawalajatim.news – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur terus gencar menyasar generasi muda dalam kampanye keselamatan berlalu lintas.

Kali ini, Subdit Kamsel menyambangi SMP Al-Falah Assalam di Waru, Sidoarjo, untuk menggelar penyuluhan tentang Kramanan Keselamatan Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kasubdit Kamsel AKBP Edith Yuswo Widodo, S.I.K., bersama tim penyuluh dari Ditlantas Polda Jatim.

Edukasi seputar pentingnya keselamatan dan ketertiban berlalu lintas disampaikan kepada para siswa-siswi saat masa MPLS, termasuk larangan berkendara memakai kendaraan bermotor pada usia dibawah umur.

Selain itu para pelajar juga diberikan materi pengenalan rambu lalu lintas, serta ajakan untuk disiplin saat menyeberang jalan maupun berada di lingkungan sekolah.

“Mereka adalah generasi penerus yang perlu kita jaga sejak awal. Pendidikan tentang keselamatan lalu lintas harus dimulai dari usia sekolah,” ujar AKBP Edith, Selasa (15/7).

Para pelajar juga diimbau agar tidak tergoda untuk menggunakan kendaraan bermotor sebelum memiliki SIM.

“Mentaati aturan lalu lintas adalah sebagai bentuk tanggung jawab sosial,” tegas AKBP Edith.

Penyuluhan ini merupakan bagian dari pendekatan preemtif Polri dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini di Operasi Patuh Semeru 2025.

“Kegiatan serupa akan terus digelar di berbagai sekolah di Jawa Timur,” pungkas AKBP Edith.

Penulis, Ibad

Editor, Redaksi

Gercep, Polda Jatim Ungkap Kasus Pembunuhan di Pasuruan Tersangka Ditangkap dalam Waktu 7 Jam

SURABAYA, Cakrawalajatim.news – Gerak cepat (Gercep) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur (Jatim) dan Polres Pasuruan berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Legok, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, pada Senin, 14 Juli 2025.

Seorang pria berinisial MF (27) telah ditetapkan sebagai tersangka utama dalam kasus pembunuhan tersebut.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan, pengungkapan kasus ini merupakan hasil sinergi dan kecepatan kerja antara penyidik Polda Jatim dan jajaran Polres Pasuruan.

“Satu tersangka saudara MF (27) sudah kami amankan dan sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kombes Pol Abast dalam konferensi pers, Selasa (15/7/2025).

Kombes Pol Abast menyatakan hasil pemeriksaan Penyidik bahwa tersangka MF terbukti merencanakan dan melaksanakan pembunuhan terhadap korban, serta mencoba menguasai harta korban berupa mobil CRV.

Dijelaskan pula oleh Kombes Abast, bahwa motif dari tersangka adalah sakit hati akibat ucapan korban, dan dorongan untuk menguasai harta korban guna melunasi hutang serta membiayai kebiasaan bermain judi online.

“Pengakuan tersangka bahwa pada hari kejadian, tersangka keluar rumah dengan dalih mengikuti wawancara kerja,” tambah Kombes Abast.

Tersangka menyimpan motornya di rumah kakaknya, lalu berjalan kaki menuju warung kopi di bawah flyover tol Surabaya–Gempol, sebelum akhirnya menuju rumah korban.

Tersangka lalu menganiaya korban dengan pisau dapur hingga tewas, mengganti pakaian dengan milik anak korban, dan membawa kabur mobil CRV beserta dokumen kepemilikannya.

Namun, upaya menjual mobil tersebut gagal karena tersangka tak bisa menunjukkan identitas kepada pihak showroom.

“Tersangka lalu meninggalkan mobil di wilayah Pujasera Porong dan pulang menggunakan transportasi online,” terang Kombes Pol Abast.

Sementara itu Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim, Kombes Pol Widi Atmoko, menambahkan bahwa pengungkapan kasus ini dilakukan dalam waktu kurang dari Tujuh jam sejak laporan diterima pada pukul 11.59 WIB.

“Kami langsung respon dengan cepat, karena kami yakin bahwa kejahatan pasti meninggalkan jejak,” ungkapnya.

“Bahkan, tersangka sempat hadir saat olah TKP dan memberi informasi yang justru menimbulkan kecurigaan,” ungkap Kombes Pol Widi.

Ia juga menyampaikan pentingnya peran masyarakat dalam pengungkapan kasus ini.

“Ada warga yang curiga saat pelaku hendak menjual mobil secara COD melalui WhatsApp. Saat diminta KTP, pelaku gelagapan dan langsung pergi. Itu menjadi informasi penting yang kami tindaklanjuti,” tegasnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain pisau dapur, mobil Honda CRV warna putih, dokumen kendaraan, pakaian korban dan tersangka, dua unit handphone, serta uang tunai.

Atas perbuatannya, MF dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, subsider Pasal 338 KUHP dan jo Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

“Ancamannya hukuman mati, penjara seumur hidup, atau pidana maksimal 20 tahun,” kata Kombes Widi.

Dari hasil ungkap tersebut diketahui tersangka masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.

“Hasil penyelidikan sejauh ini, tersangka MF merupakan pelaku tunggal dalam kasus pembunuhan tersebut,” pungkas Kombes Widi.

Penulis, Ibad

Editor, Redaksi

Disiplin Berlalu Lintas, Kunci Menuju Indonesia Emas: Polrestabes Surabaya Gelar Operasi Patuh Semeru 2025

Surabaya, Cakrawalajatim.news — Dalam suasana yang khidmat dan penuh semangat kebersamaan, Wakapolrestabes Surabaya memimpin langsung Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Semeru 2025 di Lapangan B Mapolrestabes Surabaya, pada Senin (14/7/2025) pagi.

Hadir dalam kegiatan tersebut para pejabat utama Polrestabes Surabaya, Kasatpol PP Kota Surabaya, para Kapolsek jajaran Polrestabes, serta personel gabungan TNI, Pemkot Surabaya, dan stakeholder lainnya.

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfi Sulistiawan melalui Wakapolres AKBP Muhamad Ridwan mengawali amanatnya dengan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang selama ini telah bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Surabaya.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh personel yang didukung oleh TNI, Pemerintah Kota Surabaya, dan seluruh stakeholder lainnya. Semoga pengabdian kita menjadi ladang amal ibadah di hadapan Allah SWT,” ungkap Wakapolres dalam pidatonya.

AKBP Ridwan menekankan bahwa peningkatan aktivitas ekonomi sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan barang. Namun hal ini juga berdampak pada meningkatnya potensi kecelakaan lalu lintas.

Meskipun data kecelakaan periode Januari–Juni 2025 menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, ironisnya angka pelanggaran lalu lintas justru mengalami kenaikan.

“Hal tersebut disebabkan oleh masih rendahnya kesadaran para pengguna jalan serta meningkatnya mobilitas masyarakat, khususnya di tempat-tempat wisata dan hiburan,” ujarnya.

Operasi Patuh Semeru 2025 akan digelar selama 14 hari, mulai 14 hingga 27 Juli 2025. Tema besar yang diusung adalah “Tertib Lalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas”. Operasi ini menitikberatkan pada pembentukan budaya tertib lalu lintas melalui pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis.

Komposisi kegiatan dibagi menjadi 25% preemtif, 25% preventif, dan 50% represif. Penegakan hukum dilakukan baik secara langsung di lapangan maupun berbasis teknologi elektronik seperti ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) dan mobile.

Operasi ini juga bertepatan dengan momen penting, yakni dimulainya tahun ajaran baru yang akan meningkatkan aktivitas di lingkungan pendidikan. Hal ini menjadikan operasi kali ini memiliki urgensi lebih dalam mengantisipasi potensi pelanggaran dan kemacetan.

Adapun sasaran utama operasi meliputi pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan seperti:

Berboncengan lebih dari satu orang

Melebihi batas kecepatan

Mengemudi di bawah umur

Tidak memakai helm standar (roda dua)

Tidak memakai sabuk pengaman (roda empat)

Menggunakan ponsel saat berkendara

Berkendara dalam pengaruh alkohol

Melawan arus lalu lintas.

Menutup amanatnya, AKBP Ridwan memberikan penekanan khusus kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi. Beliau mengingatkan pentingnya menjaga integritas, profesionalisme, serta menghindari tindakan kontra produktif.

“Hindari tindakan transaksional kepada pengguna jalan. Jaga marwah Polantas dan institusi Kepolisian Republik Indonesia yang kita cintai. Laksanakan tugas dengan tanggung jawab dan niatkan sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa,” tegasnya.

Beliau juga menegaskan bahwa pimpinan di semua lini harus turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengawasan dan memberikan motivasi kepada anggota.

“Kita tidak hanya menuntut masyarakat taat hukum, tetapi kita juga harus menjadi teladan,” pesannya menutup amanat tersebut.

Dengan digelarnya Operasi Patuh Semeru 2025, Polrestabes Surabaya bertekad membangun budaya berlalu lintas yang tertib, aman, dan beradab.

Semangat ini sejalan dengan cita-cita besar menuju Indonesia Emas yang modern dan berperadaban tinggi. Sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan operasi tersebut.

Penulis, Ibad

Editor, Redaksi

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.