Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Tambak Wedi Surabaya, Jaga Inflasi dan Stabilisasi Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan

SURABAYA, Cakrawalajatim.news – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar Pasar Murah di Lapangan Tambak Wedi Kec. Kenjeran, Kota Surabaya, Jumat (6/2) pagi, sebagai upaya stabilisasi harga bahan pokok bagi masyarakat di berbagai daerah.

Pasar Murah ini digelar sebagai langkah konkret Pemprov Jatim dalam memperluas jangkauan pelayanan kebutuhan pokok kepada masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi menjelang meningkatnya permintaan pada momentum Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H.

“Ramadhan sudah semakin dekat, setidaknya kurang dua minggu lagi Insya Allah kita sudah masuk bulan suci Ramadhan lalu Hari Raya Idul Fitri. Tentu permintaan akan bahan pokok akan meningkat. Sehingga melalui Pasar Murah ini masyarakat bisa mendapat bahan baku yang terjangkau sekaligus mengendalikan inflasi dan stabilisasi harga,” ujar Khofifah.

Dalam Pasar Murah tersebut, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah harga pasar. Beras premium dijual seharga Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp 11.000 per kilogram, MinyaKita Rp13.000 per liter, serta telur ayam ras Rp22.000 per kemasan.

Selain itu, masyarakat juga dapat membeli tepung terigu seharga Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per kemasan.

Bahkan di Pasar Murah ini juga menjual Cabai rawit merah seharga Rp4.000 per 100 gram dan cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram.

“Tidak hanya kebutuhan pokok, tapi di Pasar Murah juga kita sediakan kebutuhan bumbu dapur dengan harga terjangkau,” terangnya.

Khofifah menuturkan, kegiatan Pasar Murah Pemprov Jatim adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dan telah digelar secara masif di berbagai daerah.

“Bersama-sama kita jaga pasokannya sehingga tetap aman. Harganya pun tetap ramah di kantong masyarakat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Khofifah juga menegaskan bahwa Pasar Murah Pemprov Jatim adalah komplementer bagi program dan tugas pemerintah kabupaten/kota dalam melayani masyarakat.

Khususnya juga di wilayah pinggiran dan Hinterland Kota Surabaya di kawasan Tambak Wedi ini. Dimana tujuannya, guna memperkuat upaya penanganan persoalan ekonomi di daerah.

“Ini sifatnya adalah komplementaritas dengan tugas-tugas Pemkab dan Pemkot. Jadi kita saling melapisi saja. Apa yang dilakukan Kab/Kota kita melapisi dengan Pasar Murah oleh Pemprov Jatim,” tegasnya.

Tak hanya menyediakan kebutuhan pokok, Pasar Murah Tambak Wedi juga diramaikan oleh stand Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Beragam produk dan jajanan turut ditawarkan dan mendapat sambutan antusias dari warga.

“Mudah-mudahan berkah manfaat untuk semua,” harapnya.

Sementara itu, Nur Hasanah (warga Tambak Wedi) mengaku sangat bersyukur karena selain bisa membeli sembako murah, ia juga mendapatkan beras gratis dari Gubernur Khofifah.

“Alhamdulillah tadi saya rencana mau beli beras dan minyak goreng dan malah mendapat gratis dari Ibu Gubernur,” terangnya.

Hal yang sama juga disampaikan Sunarsih. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya Pasar Murah karena selisih harga yang jauh dari normalnya di pasaran.

“Alhamdulillah murah sekali. Saya mau sekali kalau bisa setiap hari, tetap akan antri karena murah,” ucapnya antusias.

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA Menyatu Bersama Ribuan Jamaah di Haul Agung ke-549 Sunan Ampel, Ajak Teladani Akhlakul Karimah dan Prinsip _“Moh Limo”_

SURABAYA, Cakrawalajatim.news  – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi hadir dalam Haul Agung ke-549 Sunan Ampel di kawasan Makam Sunan Ampel Surabaya, Jumat (6/2) malam.

Gubernur Khofifah yang hadir didampingi cucunya Aisyah Nabila atau Aila tampak khusyuk memanjatkan doa, dzikir dan tahlil di depan pusara Sunan Ampel bersama ribuan jema’ah dan peziarah lainnya.

Gubernur Khofifah secara khusus dalam sambutannyan mengajak seluruh peziarah yang hadir untuk meneladani kesantunan, akhlakul karimah dan tata krama yang menjadi ciri khas ajaran Sunan Ampel.

“Bersyukurlah kita bahwa Allah menurunkan lima dari sembilan Wali Songo di Jawa Timur. Para Waliyullah inilah yang menuntun kita untuk membaca Sholawat, berdzikir dan secara khusus Sunan Ampel mengajarkan kita tentang kesantunan, akhlakul Karimah dan tata krama yang patut menjadi patokan kita,” ajak Gubernur Khofifah.

Sebagaimana diketahui, Sunan Ampel atau Raden Rahmat Sayyid Ali Rahmatullah merupakan salah satu Wali Sembilan yang lebih dikenal Wali Songo yang memiliki peran sangat besar dalam sejarah Islam di tanah Jawa, khususnya di Jawa Timur.

Nilai utama yang diajarkan Sunan Ampel adalah Islam yang berakhlak, damai, dan menyejukkan. Prinsip falsafah ajaran moral Moh Limo Sunan Ampel yakni menjauhi lima perkara tercela, menjadi fondasi moral masyarakat.

Lima perkara tersebut adalah : moh main (tidak mau berjudi) ; moh ngombe (tidak mau minum minuman keras /mabuk); moh maling (tidak mau mencuri) : moh madat (tidak mau mengkonsumsi candu/narkoba) dan terakhir moh madon (tidak mau berzina).

 

“Hal ini sekaligus menegaskan bahwa dakwah Islam tidak hanya berkaitan dengan ibadah ritual, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan tatanan sosial yang berkeadaban,” lanjut Gubernur Jatim.

Untuk itu, peringatan Haul Agung ini juga menjadi momentum muhasabah bersama dalam meneladani akhlak para wali dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai pemimpin, aparatur negara, maupun sebagai masyarakat.

“Mudah-mudahan langkah, pikiran dan hati kita akan selalu berseiring dengan apa yang telah diteladankan oleh Sunan Ampel,” ucap Khofifah.

Di akhir, Gubernur Khofifah juga memanjatkan do’a keberkahan bagi seluruh peziarah serta secara umum bagi Jawa Timur dan Indonesia.

“Mudah-mudahan semua yang hadir disini akan diberi keberkahan rezeki, hati, ilmu, keluarga dan anak-anak kita. Barokah untuk Jawa Timur, barokah Indonesia,” pungkasnya.

Turut hadir dalam Haul Agung ke-549 Sunan Ampel, Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indri Yani, Ibu Nyai Hj. Khomsatun, Ibu Syarifah Suud Ba’agil, Ibu Nyai Hj. Ainur Rohmah serta para keluarga Sayyid Ali Rahmatullah atau Sunan Ampel serta ratusan peziarah dari seluruh daerah di Jawa Timur.

 

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

*Kepala Biro Adm. Pimpinan*

*Pulung Chausar*

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.