Klarifikasi Samsat Trosobo: Tidak Ada Permintaan Nominal Rp1,6 Juta di Loket Mutasi Keluar

Sidoarjo, Cakrawalajatim.news – Isu terkait adanya permintaan dana sebesar Rp1.600.000 dalam proses pelayanan mutasi keluar kendaraan di Samsat Trosobo mendapat tanggapan tegas dari jajaran Satuan Lalu Lintas Polresta Sidoarjo. Pihak kepolisian memastikan bahwa tidak ada aturan ataupun kebijakan resmi yang membenarkan permintaan nominal uang tersebut dalam pelayanan kepada masyarakat.

Kasatlantas Polresta Sidoarjo, Yudhi Anugrah Putra, S.I.K., M.H., bersama Wakasatlantas Polresta Sidoarjo, Sigit Ekan Sahudi, S.H., menegaskan kepada jajaran Regident agar seluruh pelayanan publik yang berada dalam sistem satu atap Kepolisian Daerah Jawa Timur berjalan sesuai aturan dan tidak membebani masyarakat dengan permintaan di luar ketentuan resmi.

Arahan tersebut disampaikan kepada Kanit Regident, Nisca Puspita Hia, S.Tr.K., S.I.K., M.H., untuk memastikan bahwa seluruh petugas yang bertugas di loket pelayanan, termasuk loket mutasi keluar, bekerja secara profesional dan transparan.

“Pelayanan publik tidak boleh diwarnai dengan permintaan nominal uang kepada masyarakat. Jika ditemukan ada anggota yang melakukan hal tersebut, maka akan dilakukan tindakan tegas berupa pemindahan tugas,” tegas pimpinan Satlantas dalam arahannya.

Isu mengenai adanya permintaan dana Rp1.600.000 sempat mencuat

Jurnalis Metrosuryanews.net, Musthofa, mengonfirmasi langsung kepada petugas di Samsat Trosobo terkait informasi yang beredar di masyarakat.Menanggapi hal tersebut, IPTU Arief Sulaiman memberikan klarifikasi bahwa di lingkungan Samsat Trosobo tidak ada petugas yang berani meminta uang dengan nominal tertentu kepada masyarakat.

“Di Samsat Trosobo tidak ada yang berani meminta nominal uang sebesar Rp1.600.000. Bahkan satu rupiah pun saya tidak membolehkan anggota meminta kepada masyarakat,” tegas IPTU Arief.

Ia menambahkan, apabila ditemukan oknum baik dari unsur Polri maupun pegawai harian lepas (PHL) yang terbukti melakukan praktik tersebut, maka pihaknya tidak akan ragu mengambil tindakan tegas.

“Jika ada anggota yang berani meminta uang kepada masyarakat, baik itu anggota Polri maupun PHL, akan saya pindahkan dari Samsat Trosobo, bahkan bisa dikeluarkan dari penugasan di sini,” ujarnya.

Lebih lanjut, IPTU Arief menjelaskan bahwa isu tersebut diduga muncul dari kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat.

“Orang yang menyampaikan isu itu sebelumnya sudah dibantu oleh petugas. Berkasnya juga sudah diproses. Namun kemudian muncul seolah-olah ada permintaan nominal uang. Padahal tidak demikian,” jelasnya.

Pihak Samsat Trosobo juga menegaskan bahwa petugas loket diinstruksikan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan atau kebingungan dalam proses administrasi kendaraan.

Pendekatan pelayanan yang humanis menjadi salah satu prinsip yang terus dijaga oleh jajaran Samsat Trosobo, di mana masyarakat dipandang sebagai mitra pelayanan yang harus dilayani dengan sikap ramah, transparan, dan profesional.

Nilai tersebut juga sejalan dengan prinsip memanusiakan manusia yang menekankan pentingnya penghormatan terhadap martabat setiap individu. Dalam kehidupan sosial maupun pelayanan publik, sikap empati, keadilan, serta saling membantu menjadi bagian dari etika yang harus dijunjung tinggi.

Melalui komitmen tersebut, Samsat Trosobo berharap kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik dapat terus terjaga, sekaligus menepis berbagai isu yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Bonek Bersholawat Rayakan Satu Dekade dengan Khotmil Qur’an dan Sholawat Bersama di Surabaya

Surabaya, Cakrawalajatim.news – Peringatan satu dekade Bonek Bersholawat digelar dengan penuh khidmat melalui kegiatan khotmil qur’an dan sholawat bersama yang menghadirkan ulama kharismatik KHR. Moch. Kholil As’ad Syamsul Arifin. Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Amir Mahmud Gang 3, Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya.

Acara yang berlangsung meriah dan sarat nuansa religius ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan pejabat setempat. Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Kapolsek Gunung Anyar Iptu Tulus, Danramil 0830-11/Rungkut Mayor Inf Sumarji, Camat Gunung Anyar Aryo Bagus Permadi, Lurah Gunung Anyar Julius Gunandar, para ulama, panitia penyelenggara, serta tamu undangan lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, lagu kebanggaan Bonek “Song For Pride”, lantunan sholawat bersama, serta ceramah agama yang dipimpin oleh KHR. Moch. Kholil As’ad Syamsul Arifin. Kehadiran jamaah dari berbagai wilayah turut menambah semarak peringatan 10 tahun Bonek Bersholawat tersebut.

Perwakilan panitia Bonek Bersholawat dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut setelah melalui proses panjang selama bertahun-tahun.

“Alhamdulillah, setelah melalui proses panjang, akhirnya izin yang kami upayakan dapat diperoleh. Kurang lebih selama 10 tahun kami berjuang dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan kepastian perizinan, keamanan, serta dukungan dari instansi terkait,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah serta semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan lancar.

“Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, kemudahan dalam setiap langkah, serta tetap kompak dalam perjuangan kita. Mudah-mudahan kebersamaan ini terus terjaga demi keselamatan bersama sampai akhir hayat,” lanjutnya.

Selain itu, panitia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan serta tetap berada di jalan yang benar dalam setiap langkah kehidupan.

“Kita juga bersyukur memiliki guru dan para pembimbing yang memperkuat kebersamaan serta keyakinan kita, sehingga setiap persoalan dapat kita hadapi dengan iman dan kebijaksanaan,” tuturnya.

Acara peringatan satu dekade Bonek Bersholawat ini juga mendapat dukungan dari Air Mineral Labini yang turut mensponsori kegiatan tersebut.

Dengan berlangsungnya kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan, persatuan, serta kecintaan terhadap sholawat dan Al-Qur’an terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Gunung Anyar, Surabaya.

 

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.