Cakrawala Jatim News

Dishub Unit Wasdal Diduga Kurang Tegas Terhadap Pelanggaran Di Kawasan Semut Dan Sekitarnya

SURABAYA, Cakrawalajatim.news -Dinas Perhubungan Kota Surabaya Bidang Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) melaksanakan penertiban di kawasan Jalan Semut Baru setelah menerima laporan resmi melalui aplikasi Wargaku. Aduan tersebut untuk ditindaklanjuti sebagai bentuk respon cepat terhadap keluhan masyarakat.

Penertiban dilakukan oleh regu gabungan yang terdiri dari Dishub unsur Wasdal, TNI, dan Polri pada Selasa, 2 Desember 2025, pukul 08.00 WIB. Operasi terpadu ini bertujuan memastikan ketertiban kawasan serta menegakkan aturan lalu lintas sesuai regulasi yang berlaku.

Saat berada di lokasi, petugas menemukan sejumlah pelanggaran yang menguatkan laporan warga,Kegiatan penertiban berjalan tertib dan terkendali, dengan aparat memastikan situasi tetap aman selama operasi berlangsung.

Saat Tim Media di lokasi menemukan pelanggaran lalu lintas tak semua ditindak, Seperti di kawasan sepanjang semut kali arah stasiun semut banyak truk yang lawan arus, sehingga menimbulkan kemacetan dan semrawut. Saat dikonfirmasi wartawan saat di lokasi petugas dishub enggan memberi respon.

Namun keterangan resmi dari pihak dishub unit parkir baru respon pada pukul 16.34 WIB, membenarkan bahwa kegiatan penertiban dilakukan unit wasdal berdasarkan laporan yang telah diverifikasi. Mereka menegaskan bahwa seluruh tindakan di lapangan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk menjaga ketertiban dan keselamatan pengguna jalan,ujarnya.

 

Penulis, Tim / Editor, Redaksi

Polantas Menyapa: Sentuhan Humanis Samsat Sidoarjo kota  Dalam Pelayanan Masyarakat

SIDOARJO, Cakrawalajatim.news – Di tengah citra polisi yang terkadang dianggap kaku, hadir “Polantas Menyapa” dari Satlantas Polresta Sidoarjo sebagai pelayanan humanis yang membuat masyarakat tersenyum lega.Rabu (03/12/2025)

Program ini menjadi bukti nyata bahwa polisi bisa menjadi sahabat masyarakat, bukan sosok yang menakutkan Anggota SatLantas Samsat Sidoarjo kota  memaparkan program Inisiatif “Polantas Menyapa” merupakan program unggulan Satlantas Polresta Sidoarjo yang fokus pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Tujuannya adalah menciptakan interaksi yang lebih positif antara polisi dan masyarakat, menghilangkan kesan birokrasi yang rumit, serta memberikan solusi yang cepat dan tepat.
Satlantas Sidoarjo  menekankan bahwa kunci keberhasilan program ini terletak pada sikap ramah dan Humanis dari setiap anggota Polantas.

“Dalam memberikan pelayanan, anggota Polantas wajib mengedepankan senyum, salam, dan santun agar masyarakat merasa nyaman serta tidak merasa takut kepada polisi,” ujarnya.

Implementasi “Polantas Menyapa” juga terlihat di Samsat Sidoarjo Kota , di mana program ini mendapatkan respon positif dari para wajib pajak. Mereka merasa terbantu karena dapat langsung bertanya seputar pengurusan administrasi kendaraan bermotor, sehingga proses menjadi lebih efisien dan tidak membingungkan.

 

Penulis, Suhaili / Editor, Redaksi

Jawara Bersatu Jawa–Madura Kirim 25 Armada Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Semeru

Lumajang, Cakrawalajatim.news – Aksi kemanusiaan kembali ditunjukkan oleh Ormas Jawara Bersatu Jawa–Madura melalui pengiriman bantuan besar-besaran untuk warga terdampak erupsi Gunung Semeru. Senin malam, pukul 21.00 WIB, rombongan relawan bergerak dari Surabaya menuju Lumajang membawa logistik untuk masyarakat di Desa Pronojiwo dan Supit Urang, dua wilayah yang mengalami dampak paling serius.

Rombongan kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh sejumlah tokoh penting, yaitu Suhaili selaku Ketua Jawara DPC Surabaya, Eko sebagai Ketua Jawara Bersatu DPC Sidoarjo, H. Hasan sebagai Ketua Pembina Jawara Bersatu, serta H. Riborn, Ketua Jawara Community. Keempatnya turut mengawal distribusi bantuan dan memastikan bantuan tiba tepat sasaran.

Total 25 mobil, 1 ambulans, dan 1 truk bermuatan bahan pangan serta kasur lipat diberangkatkan dalam misi ini. Bantuan tersebut berisi sembako, minyak goreng, gula, hingga kebutuhan dasar lain yang sangat dibutuhkan warga di masa tanggap darurat.

Sejak sore hari, area keberangkatan di Jalan Asem Bagus 4 Nomor 1 Surabaya sudah dipadati relawan. Mereka menata logistik, mengamankan perlengkapan, dan memastikan semua kebutuhan tercatat dengan baik. Semangat solidaritas tampak kuat di antara relawan yang merasa terpanggil membantu sesama.

Setibanya di lokasi, para relawan Jawara Bersatu langsung berbaur dengan warga dan tim lokal. Bantuan diserahkan secara langsung kepada para pengungsi yang masih bertahan di tenda-tenda sementara. Suasana hangat dan penuh haru menyertai proses distribusi tersebut.

Ketua Jawara DPC Surabaya, Suhaili, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen organisasi dalam merespons cepat kondisi darurat bencana.

“Kami turun bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi memastikan masyarakat benar-benar merasakan dukungan moral. Saudara kita di Semeru membutuhkan uluran tangan, dan kami datang untuk itu,” ujarnya.

Sementara itu, Eko, Ketua Jawara DPC Sidoarjo, menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan relawan setempat.

“Kami pastikan bantuan ini menuju titik yang paling terdampak, termasuk Pronojiwo dan Supit Urang. Koordinasi dengan posko lapangan terus kami lakukan,” jelasnya.

Di lokasi bencana, H. Hasan, Ketua Pembina Jawara Bersatu, tampak menyapa warga satu per satu dan memberikan dukungan moral.

“Semoga bencana ini segera mereda, dan masyarakat bisa kembali beraktivitas normal. Kami akan terus membantu selama dibutuhkan,” katanya.

Ketua Jawara Community, H. Riborn, juga menegaskan kesiapan penuh organisasinya dalam setiap kondisi darurat.

“Kami datang bukan hanya membawa barang, tapi juga membawa harapan untuk warga Semeru. Ini adalah kewajiban kemanusiaan,” tuturnya.

Kedatangan puluhan kendaraan bantuan ini disambut hangat oleh masyarakat. Warga menyampaikan rasa terima kasih karena logistik seperti kasur lipat dan bahan pangan merupakan kebutuhan mendesak di tengah situasi sulit.

Jawara Bersatu memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak dan siap mengirimkan bantuan lanjutan bila dibutuhkan. Organisasi ini menegaskan bahwa penanganan bencana adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

Melalui aksi kemanusiaan ini, Jawara Bersatu kembali menegaskan perannya sebagai ormas yang aktif dalam kegiatan sosial dan selalu siap turun tangan membantu masyarakat ketika bencana terjadi.

 

Penulis, Suhaili / Editor, Redaksi

Satreskrim Polrestabes Surabaya Ungkap Kasus Penganiayaan Berujung Kematian di Ibiza Club

Surabaya, Cakrawalajatim.news — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap kasus tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia di sebuah klub malam, Ibiza Club Surabaya, yang berlokasi di Jl. Simpang Dukuh No. 38–40, Genteng, Surabaya. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 27 November 2025 sekitar pukul 02.30 WIB.

Tersangka berinisial A.K., laki-laki, 40 tahun, WNI, beragama Islam, bekerja sebagai karyawan swasta dan berdomisili di kos Jl. Bungurasih, Kabupaten Sidoarjo. Sementara korban diketahui berinisial M.R., laki-laki, 24 tahun, WNI, beragama Islam, belum bekerja, beralamat di Kecamatan Taman, Sidoarjo.

Konferensi pers kasus ini dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, S.I.K., M.H., M.Si. Dalam penjelasannya, Kapolrestabes menyampaikan kronologi kejadian secara lengkap.

Peristiwa bermula pada Rabu, 26 November 2025 sekitar pukul 23.00 WIB. Tersangka bersama lima rekannya, yakni M.I., A.P., M.Y., korban M.R., serta A.S., menggelar pesta minuman keras di kos tersangka. Selanjutnya mereka sepakat melanjutkan minum ke Ibiza Club. A.S. kemudian menjemput istrinya, W.S., untuk turut serta.

Sekitar pukul 00.00 WIB, rombongan berangkat menuju Ibiza Club menggunakan mobil online yang dipesan oleh W.S. Setibanya di lokasi pada pukul 00.30 WIB, mereka memesan Hall VIP 2 atas nama A.S. dan memulai pesta minuman keras, termasuk tiga botol minuman beralkohol, salah satunya berlabel SACCHARUM.

Ketegangan terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Korban disebut memukul tersangka lebih dulu, sehingga memicu emosi pelaku. Pada saat kejadian, korban tanpa sengaja menjatuhkan botol minuman hingga pecah, yang membuat tersangka semakin tersulut emosi. Pertengkaran pun terjadi, dan korban kembali memukul tersangka. Tersangka kemudian membalas dengan memukul korban menggunakan pecahan botol kaca di bagian kepala samping dan belakang sebanyak tiga kali dengan tangan kanan.

Akibat luka yang ditimbulkan, korban meninggal dunia. Motif tersangka diduga karena tersulut emosi setelah sebelumnya dipukul oleh korban.

Dalam penyidikan, Satreskrim Polrestabes Surabaya telah memeriksa sejumlah saksi, yaitu:

W.S. (30), swasta, alamat kos Jl. Bungurasih Sidoarjo

A.S. (30), swasta, alamat kos Jl. Bungurasih Sidoarjo

O.S. (31), swasta, Surabaya

D.R. (30), swasta, Surabaya

M.I. (37), swasta, alamat kos Jl. Bungurasih Sidoarjo

A.P. (30), swasta, alamat kos Jl. Bungurasih Sidoarjo

M.Y. (40), swasta

Barang bukti yang berhasil diamankan meliputi: Hasil visum et repertum, Satu botol minuman alkohol merek SACCHARUM dalam kondisi pecah, Dua gelas pecah, Satu flashdisk Sandisk 2 GB berisi rekaman CCTV, Surat kematian korban, Kartu keluarga korban, Kaos dan topi tersangka (dalam pencarian)

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 7 tahun.

 

Penulis, Ibad Editor, Redaksi

Respons Cepat Manajemen Ibiza: Sambangi Keluarga Korban dan Jelaskan Penanganan Sesuai SOP

SURABAYA, Cakrawalajatim.news –  Sebagai wujud tanggung jawab moral dan empati mendalam, manajemen diskotek Ibiza mendatangi rumah duka keluarga korban MRY (24), warga Taman, Sidoarjo, yang dinyatakan meninggal dunia di lantai dasar Andika Plaza, kawasan Simpang Dukuh pada Kamis (27/11/2025) dini hari. Kunjungan ke keluarga korban ini dilakukan Manajemen Ibiza pada Sabtu (29/11/2025).

Rombongan yang diwakili oleh Wakil Humas Ibiza, Furqon Hudana (akrab disapa Gepeng), dan Legal Ibiza, Dwi Heri Mustika, S.H.,M.H., disambut hangat oleh ayah korban, Yusuf, ibu kandung, serta kakak dan adik kandung korban.

“Kami menyampaikan turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas kepergian korban MRY,” ucap Gepeng dan Dwi.

Di tengah suasana duka, Bapak Yusuf dan Ibu Kandung korban menunjukkan sikap ikhlas atas takdir yang menimpa putranya. Pertemuan ini juga dimanfaatkan manajemen untuk menyampaikan klarifikasi resmi dan detail kronologi kejadian.

Wakil Humas Ibiza, Gepeng, menegaskan bahwa insiden yang merenggut nyawa korban berawal dari keributan internal, bukan perkelahian antar pengunjung yang tidak saling kenal.

“Awal kejadian memang di area Ibiza. Keributannya bukan antar pengunjung, tetapi sesama teman satu meja,” jelas Gepeng.

Menurut rekaman CCTV, kelompok korban awalnya tampak bercanda, namun suasana berubah menjadi cekcok kecil akibat miskomunikasi. “Dari situ mereka saling dorong dan salah satu terjatuh. Diduga kepalanya terbentur meja atau pembatas sofa,” ungkapnya.

Manajemen Ibiza menjelaskan bahwa mereka telah berupaya maksimal dalam penanganan awal sesuai SOP yang berlaku. Karyawan bersama rekan korban segera memberikan pertolongan dan berupaya mencari bantuan medis. Manajemen Ibiza saat kejadian juga langsung menghubungi Polsek Genteng untuk pelaporan untuk minta bantuan guna penanganan lebih lanjut.

Di rumah duka, Wakil Humas Gepeng menjelaskan semua kejadian dengan rinci dan gamblang, memastikan bahwa manajemen telah berusaha semaksimal mungkin dan berdasarkan SOP, termasuk segera menghubungi pihak Polsek Genteng.

Keluarga korban sangat menyayangkan kejadian yang menimpa anak kandungnya dan menaruh harapan besar kepada aparat penegak hukum.

“Saya sudah ikhlas atas kepergian anak saya. Tapi yang ngganjel dihati saya, kok tega pelaku sampai begitu ke anak saya. Padahal pelaku dan anak saya (korban) status teman baik. Sebenarnya salah anak saya apa? Kok sampai anak saya dipukul sampai parah dan meninggal dunia,” ucap Ibu korban dengan menahan duka.

Keluarga korban berharap penuh kepada pihak berwajib. “Kami berharap polisi bisa segera menangkap pelaku. Semua kami percayakan sepenuhnya perkara ini kepada pihak kepolisian,” jelas Yusuf.

Menanggapi hal tersebut, Gepeng menyatakan optimismenya bahwa pihak kepolisian bisa segera menangkap pelaku. Ia menegaskan bahwa pihak Ibiza tetap percaya dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada kepolisian. Pihak manajemen Ibiza juga berkomitmen untuk selalu kooperatif membantu agar penanganan perkara ini secepatnya tuntas dengan tertangkapnya pelaku.

 

Penulis, Ibad Editor, Redaksi

Tingkatkan Keamanan, Ibiza Club Siapkan Ambulans Siaga untuk Penanganan Darurat Pengunjung

Surabaya, Cakrawalajatim.news – Pascakejadian meninggalnya seorang pengunjung di Ibiza Club usai diduga dianiaya oleh rekannya sendiri pada Kamis (27/5/2025) pagi, menyisakan keprihatinan mendalam di benak manajemen club.

Bagaimana tidak, korban berinisial MRY (24) warga Taman Sidoarjo itu sempat diberikan pertolongan pertama oleh karyawan dan sekuriti Ibiza Club.

Pertolongan pertama itu yakni mengamankan korban dari peristiwa yang diduga pengeroyokan dan membawanya hingga ke lantai 1 gedung untuk segera mendapat bantuan medis.

“Karyawan sedikit panik dengan insiden itu, melihat korban juga banyak darah dikeujur tubuh. Sebagian mengevakuasi ke lantai satu dengan kursi roda, sementara lagi mencoba menelpon PMI dan mencarikan ambulance di sekitar Siola. Namun tidak ada yang standby,” ucap Wahyu, Humas Ibiza Club.

Belajar dari hal itu, Ibiza Club bekerjasama dengan Pemuda Pancasila kemudian berinisiatif untuk menyediakan ambulance sendiri untuk mengantisipasi kejadian serupa di kemudian hari.

Wahyu menyebut, pihak manajemen berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu atau customernya.

“Prinsipnya kami sebagai pengelola usaha hiburan telah melakukan upaya-upaya maksimal yang dapat kami lakukan untuk pelayanan kepada pengunjung. Bahkan tidak sedikit insiden kecil dapat kami kendalikan beberapa kali. Untuk kejadian yang kemarin memang kami sudah berusaha maksimal, namun takdir berkata lain,” lanjutnya.

Selain ditujukan untuk korban insiden yang tidak diinginkan, ambulance itu nantinya juga akan digunakan membawa pengunjung yang dalam kondisi mabuk berat.

“Nanti kami antar pengunjung sampai rumahnya ketika memang tidak dapat berkendara dengan baik dalam kondisi mabuk berat,” tandasnya.

 

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.