Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar Patroli Stasioner Cipta Kondisi, Pastikan Surabaya Utara Aman

TANJUNG PERAK, Cakrawalajatim.news – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar Patroli Stasioner Cipta Kondisi (Cipkon) di sejumlah titik strategis wilayah hukumnya.(9/11/2025)

Kegiatan yang berlangsung sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari ini dipimpin langsung oleh Kabag SDM Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Kompol Kamran, S.Pd.

Patroli dimulai pada pukul 22.00 WIB melalui apel gabungan di halaman Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Setelah apel, para personel disebar ke beberapa lokasi yang dinilai rawan, seperti Jl. Jakarta depan Pos Lantas dan kawasan Kembang Jepun Kya-Kya yang termasuk dalam wilayah hukum Polsek Pabean Cantikan, serta area wisata religi Sunan Ampel di bawah pengawasan Polsek Semampir.

“Tujuan utama dari patroli stasioner ini adalah memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang tanpa gangguan, terutama di titik-titik yang rawan aksi kejahatan malam hari seperti pencurian, tawuran, maupun balap liar,” jelas Kasi Humas Iptu Suroto, pada Minggu (9/11).

Kegiatan patroli malam ini melibatkan berbagai unsur keamanan, di antaranya Kasi Propam Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu Tri Asmoro, S.H., Pamapta III Ipda Erika Agustin, S.H., satu SST Dalmas, satu SST personel gabungan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, serta dukungan dua personel Pomal, satu regu gabungan Polsek jajaran, satu regu Patroli Perintis Presisi, dan empat personel Satpol PP Kota Surabaya.

Kolaborasi lintas satuan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara kepolisian dan instansi terkait dalam menciptakan keamanan wilayah, khususnya di kawasan padat aktivitas seperti Pelabuhan Tanjung Perak.

Patroli yang berlangsung hingga selesai berjalan lancar dan kondusif. Dari hasil pemantauan di lapangan, tidak ditemukan adanya tindak kejahatan 3C (Curat, Curas, dan Curanmor). Kawasan yang kerap disebut rawan gangster dan kenakalan remaja pun terpantau aman tanpa kejadian menonjol.

“Alhamdulillah, seluruh wilayah dalam kondisi aman. Kami terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman, terutama saat malam hari,” tambah Iptu Suroto.

Patroli Stasioner Cipkon ini merupakan langkah preventif rutin yang dilakukan oleh jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak sebagai bentuk kepedulian terhadap keamanan lingkungan masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan situasi Kamtibmas tetap kondusif dan aktivitas masyarakat, khususnya di malam hari, dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

 

Penulis, Suhaili / Editor, Redaksi

Kapolda Jatim : Sinergi Ulama dan Umara Kunci Kemajuan Bangsa

BANGKALAN, Cakrawalajatim.news – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si., didampingi para pejabat utama Polda Jatim dan Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono serta Kapolres Sampang Hartono, melaksanakan silaturahmi dengan para kiai, alim ulama, habaib, dan pimpinan pondok pesantren se-Madura di Pondok Pesantren Sembilangan, Bangkalan. Kamis, (6/11/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Bangkalan, para Kapolsek, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat dari Bangkalan dan Sampang.

Dalam sambutannya, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto menyampaikan apresiasi atas kehadiran para kiai dan tokoh agama dalam kegiatan silaturahmi tersebut.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam menjaga kondusivitas serta memperkuat persatuan bangsa.

“Saya merasa terhormat bisa hadir di Ponpes Sembilangan, tempat yang menjadi pusat keilmuan dan pembentukan akhlak mulia,” ungkap Irjen Nanang mengawali sambutannya.

Kapolda Jatim mengatakan kegiatan seperti ini sangat penting untuk memupuk kekeluargaan antara ulama dan umara.

“Polisi tidak bisa bekerja sendiri, perlu sinergi dengan TNI, Forkopimda, para ulama, dan masyarakat. Ketika kita bersatu, kita bisa melakukan hal terbaik bagi bangsa ini,” tutur Irjen Nanang.

Kapolda Jatim juga menyinggung tentang pentingnya menjaga persatuan dan mencegah upaya perpecahan di tengah masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa bangsa Indonesia sejak dahulu adalah bangsa yang kuat dan disegani karena persatuannya.

“Kita harus belajar dari sejarah. Bangsa ini pernah menjadi macan Asia karena kekuatannya dalam persatuan. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memecah belah kita. Kekuatan Indonesia ada pada kebersamaan,” tegas Irjen Nanang.

Kapolda Jatim juga menyoroti peran besar pondok pesantren dalam membangun karakter dan melahirkan banyak tokoh bangsa.

Ia menilai, pesantren memiliki sistem kekeluargaan yang kuat dan menjadi pilar penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut Kapolda Jatim, Pondok Pesantren sejak dulu telah melahirkan banyak negarawan.

Sistem kekeluargaan yang kuat di pesantren menjadi teladan bagi semua masyarakat.

“Polisi pun harus belajar dari nilai-nilai itu, karena kami juga tidak sempurna. Kami butuh masukan dari para ulama agar bisa terus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat,” tutur Kapolda Jatim.

Dalam kesempatan tersebut, Irjen Nanang juga menyinggung tentang bahaya narkoba yang kini menjadi ancaman serius bagi generasi muda.

Ia mengungkapkan bahwa Polda Jatim baru saja mendapat penghargaan sebagai salah satu dari 10 Polda terbaik dalam pemberantasan narkoba di Indonesia.

“Kita bersyukur karena Jawa Timur termasuk 10 Polda terbaik dalam pemberantasan narkoba,” ujar Irjen Nanang.

Namun demikian, lanjut Irjen Nanang di sisi lain juga menjadi keprihatinan karena artinya peredaran narkoba masih marak.

“Pencegahan harus dilakukan bersama-sama, terutama melalui pendidikan moral dan agama di pesantren,” tegasnya.

Selain itu, Kapolda juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan mendukung pembangunan di Madura.

Ia menyebut Pulau Madura memiliki potensi besar baik di sektor sumber daya manusia, ekonomi, maupun pariwisata.

“Madura ini pulau yang sangat cantik dan penuh potensi. Kalau kita kelola dengan baik melalui pendidikan, pesantren, dan UMKM, saya yakin Madura akan menjadi wilayah yang maju dan sejahtera,” ungkapnya.

Di akhir kegiatan, Kapolda Jatim mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga semangat Jogo Jawa Timur — menjaga keamanan dan persaudaraan di seluruh lapisan masyarakat.

“Jogo Jawa Timur bukan hanya slogan, tapi harus menjadi napas kehidupan kita sehari-hari. Dengan sinergi, saling menghormati, dan semangat kebersamaan, insya Allah Jawa Timur akan semakin aman, maju, dan sejahtera,” pungkas Irjen Nanang Avianto.

 

Penulis, Suhaili / Editor, Redaksi

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.