Transportasi Online Siap Dukung Kelancaran Arus Mudik di Terminal Purabaya

Surabaya, Cakrawalajatim.news – Menjelang arus mudik Lebaran 2026 yang tinggal tujuh hari lagi, berbagai persiapan mulai dimatangkan oleh sejumlah pihak untuk mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat. Salah satu bentuk kesiapan tersebut terlihat di Gojek Lounge yang berada di kawasan Terminal Purabaya, Jalan Letjen Sutoyo No.262, Medaeng, Sidoarjo, Sabtu (14/03/2026).

Dalam kunjungan tim media ke T-Hub Letjen Sutoyo 262, pihak pengelola menyampaikan bahwa sejumlah strategi telah disiapkan guna menghadapi lonjakan kebutuhan transportasi, khususnya bagi pemudik yang tiba di terminal maupun yang akan melanjutkan perjalanan menuju berbagai wilayah di Surabaya dan sekitarnya.

Kesiapan tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai elemen, termasuk komunitas pengemudi transportasi berbasis aplikasi. Ketua DPD ORASKI Jawa Timur (Organisasi Angkutan Sewa Khusus Indonesia), Tito Ahmad, menegaskan bahwa pihaknya siap berperan aktif dalam mendukung kelancaran arus mudik tahun ini.

Menurutnya, para pengemudi angkutan sewa khusus akan dioptimalkan untuk membantu mobilitas masyarakat, terutama di sekitar Terminal Purabaya yang dikenal sebagai salah satu pusat transportasi terbesar di Jawa Timur.

“Kami siap mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran. Para mitra pengemudi akan dimaksimalkan untuk melayani kebutuhan transportasi penumpang yang datang maupun berangkat dari Terminal Purabaya,” kata Tito.

Selain itu, koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) juga terus dilakukan untuk memastikan sistem transportasi di sekitar terminal berjalan dengan tertib dan lancar. Dishub memiliki peran penting dalam pengaturan arus lalu lintas serta pengawasan operasional transportasi di kawasan tersebut.

Keberadaan layanan transportasi berbasis aplikasi dinilai mampu membantu masyarakat dalam melanjutkan perjalanan dari terminal menuju tujuan akhir mereka dengan lebih mudah dan efisien.

Di sisi lain, para pengemudi juga diingatkan untuk selalu mengutamakan keselamatan berkendara, mematuhi peraturan lalu lintas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang selama masa mudik berlangsung.

Dengan adanya kerja sama antara pengelola layanan transportasi, organisasi pengemudi, dan dukungan pemerintah daerah, diharapkan peningkatan jumlah pemudik di Terminal Purabaya dapat terlayani dengan baik.

Sebagai salah satu momen dengan mobilitas masyarakat tertinggi setiap tahunnya, periode mudik Lebaran memerlukan kesiapan dari berbagai sektor agar perjalanan masyarakat dapat berlangsung aman, nyaman, dan lancar. Oleh karena itu, berbagai upaya antisipasi terus dilakukan sejak jauh hari.

Melalui berbagai langkah tersebut, Gojek Lounge Purabaya optimistis dapat memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat yang memanfaatkan transportasi berbasis aplikasi selama arus mudik Lebaran 2026.

 

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Jelang Idul Fitri, Satgas Pangan Polrestabes Surabaya Cek Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok di Pasar

Surabaya, Cakrawalajatim.news – Untuk memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok penting (bapokting) tetap aman serta harga tetap stabil menjelang Hari Raya Idul Fitri, Satgas Pangan Polrestabes Surabaya melakukan pemantauan langsung ke sejumlah pasar di Kota Surabaya, Kamis (12/03/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kanit VI Tipidek Polrestabes Surabaya, AKP Tony Hariyanto, S.H., M.H., bersama anggota Satgas Pangan yang terdiri dari unsur kepolisian serta instansi terkait.

Dalam kegiatan tersebut, petugas memeriksa berbagai komoditas bahan pokok yang menjadi kebutuhan masyarakat, di antaranya beras, gula, minyak goreng, tepung, telur, daging, serta sejumlah kebutuhan lainnya yang banyak dicari selama bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.

AKP Tony Hariyanto menjelaskan bahwa hasil pemantauan sementara menunjukkan kondisi harga bahan pokok masih relatif stabil dan ketersediaannya di pasar maupun gudang penyimpanan masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Dari hasil pengecekan di lapangan, secara umum harga bapokting masih stabil dan stok di pasar maupun gudang terpantau aman selama Ramadan hingga mendekati Idul Fitri,” ujarnya.

Selain melakukan pemantauan harga dan stok, Satgas Pangan juga memberikan imbauan kepada para pedagang dan distributor agar menjalankan usaha secara jujur dan tidak melakukan praktik yang dapat merugikan masyarakat.

Petugas mengingatkan agar para pelaku usaha tidak melakukan penimbunan bahan pokok ataupun memainkan harga yang dapat memicu kelangkaan di pasaran.

Satgas Pangan Polrestabes Surabaya menegaskan akan terus melakukan pengawasan secara berkala untuk memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar serta mencegah adanya praktik curang yang dapat mengganggu stabilitas harga di tengah masyarakat.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok, khususnya menjelang Ramadan hingga perayaan Idul Fitri agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan nyaman.

 

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Tebar Kebaikan di Bulan Ramadan, Satresnarkoba Polres Ngawi Bagikan Takjil untuk Pengendara

Ngawi, Cakrawalajatim.news – Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di depan gerbang Mapolres Ngawi tampak berbeda pada Kamis (12/3/2026). Personel Satresnarkoba Polres Ngawi turun langsung ke jalan untuk melaksanakan kegiatan sosial dengan membagikan takjil kepada masyarakat yang melintas.

Kegiatan ini dipimpin oleh Kasat Resnarkoba Polres Ngawi, AKP Marji Wibowo, S.H., bersama anggota Satresnarkoba. Dengan penuh semangat, mereka membagikan paket takjil kepada para pengendara roda dua, roda empat, warga sekitar, serta pengemudi ojek online yang melintas di kawasan tersebut.

Aksi berbagi tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Para pengendara yang menerima takjil terlihat antusias dan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh jajaran kepolisian.

AKP Marji Wibowo menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan bagian dari kepedulian Polri terhadap masyarakat, terutama bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa.

“Kegiatan ini menjadi salah satu cara kami untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat di bulan Ramadan. Kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran Polri juga membawa manfaat dan kedekatan dengan masyarakat,” ungkapnya.

Selain berbagi takjil, anggota Satresnarkoba juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus memberikan pesan tentang pentingnya menjauhi penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda.

“Kami berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan terbebas dari bahaya narkoba,” tambahnya.

Kegiatan pembagian takjil berlangsung dengan tertib dan lancar. Kebersamaan antara aparat kepolisian dan masyarakat terlihat jelas melalui senyum dan sapaan hangat yang tercipta selama kegiatan berlangsung.

Melalui kegiatan ini, Polres Ngawi berharap dapat terus membangun kedekatan dengan masyarakat serta menumbuhkan semangat kepedulian dan kebersamaan, khususnya di momentum bulan suci Ramadan yang penuh berkah.

 

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Spiritual Leadership di Bulan Ramadan: Dr. Akhmad Fauzi Sayuti Ajak Bangun SDM Berintegritas

Surabaya, Cakrawalajatim.news – Bulan suci Ramadan tidak hanya menjadi momentum meningkatkan kualitas ibadah secara personal, tetapi juga menjadi kesempatan memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual dalam kehidupan sosial maupun profesional. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Akhmad Fauzi Sayuti, M.Pd, Satuan Pengawas Internal PT Muba Grup, dalam refleksinya mengenai pentingnya konsep spiritual leadership atau kepemimpinan spiritual dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang berintegritas.

Menurutnya, Ramadan menghadirkan pelajaran penting yang sangat relevan dengan dunia organisasi dan manajemen. Nilai-nilai seperti kejujuran, amanah, tanggung jawab, serta kepedulian sosial merupakan fondasi penting dalam menciptakan budaya kerja yang sehat dan profesional.

“Dalam organisasi modern, terutama perusahaan berbentuk holding dengan banyak unit usaha, kualitas SDM menjadi aset strategis. Tidak hanya kemampuan teknis dan profesional, tetapi juga karakter dan integritas yang kuat,” ujar Fauzi.

Ia menjelaskan bahwa tanpa nilai moral yang kuat, organisasi berpotensi menghadapi berbagai persoalan seperti konflik internal, rendahnya tingkat kepercayaan, hingga risiko tata kelola perusahaan yang tidak sehat. Oleh karena itu, pendekatan spiritual leadership menjadi sangat penting dalam membangun budaya organisasi yang berkelanjutan.

Spiritual leadership, lanjut Fauzi, bukan sekadar menampilkan simbol-simbol religius dalam kepemimpinan, tetapi menjadikan nilai-nilai ketuhanan sebagai landasan dalam mengambil keputusan, bersikap, dan membangun hubungan kerja. Seorang pemimpin tidak hanya bertugas mengarahkan strategi bisnis, tetapi juga menjadi teladan moral bagi seluruh anggota organisasi.

Ia menegaskan bahwa konsep kepemimpinan yang berlandaskan nilai spiritual sebenarnya telah diajarkan dalam ajaran Islam. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa setiap amanah harus disampaikan kepada yang berhak dan setiap keputusan harus dilandasi keadilan.

“Prinsip amanah dan keadilan inilah yang menjadi fondasi kepemimpinan yang sehat dalam organisasi. Seorang pemimpin maupun karyawan yang memegang prinsip amanah akan bekerja dengan penuh tanggung jawab dan integritas,” jelasnya.

Fauzi juga mengutip hadits Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa setiap manusia adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. Menurutnya, konsep ini menegaskan bahwa kepemimpinan tidak hanya berada pada level pimpinan tertinggi, tetapi juga melekat pada setiap individu dalam organisasi.

“Seorang direktur memimpin organisasi, manajer memimpin timnya, dan karyawan memimpin tanggung jawab pekerjaannya. Kesadaran ini akan melahirkan budaya kerja yang penuh tanggung jawab dan profesional,” katanya.

Lebih lanjut, Fauzi menilai Ramadan merupakan sarana pelatihan spiritual yang sangat efektif dalam membentuk karakter kepemimpinan. Puasa melatih manusia untuk mengendalikan diri, menahan hawa nafsu, serta meningkatkan kesabaran. Nilai-nilai tersebut sangat penting dalam dunia kerja yang penuh tekanan dan dinamika persaingan.

Selain itu, Ramadan juga mengajarkan empati dan kepedulian sosial melalui berbagai ibadah seperti zakat, infak, dan sedekah. Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam organisasi untuk membangun budaya kerja yang kolaboratif dan saling mendukung.

“Keberhasilan tidak hanya diukur dari capaian pribadi, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dalam organisasi berbentuk holding, tantangan pengelolaan SDM seringkali lebih kompleks karena adanya berbagai unit usaha dengan karakter yang berbeda. Oleh karena itu, nilai-nilai spiritual dapat menjadi fondasi budaya organisasi yang menyatukan seluruh elemen perusahaan.

Fauzi juga menekankan pentingnya keteladanan pemimpin dalam membangun budaya organisasi. Menurutnya, budaya perusahaan tidak hanya dibentuk oleh aturan tertulis, tetapi juga oleh perilaku para pemimpinnya.

“Jika pemimpin menunjukkan integritas, disiplin, dan komitmen terhadap nilai-nilai moral, maka seluruh anggota organisasi akan terdorong untuk mengikuti,” ungkapnya.

Momentum Ramadan, lanjut Fauzi, dapat dimanfaatkan perusahaan untuk memperkuat pembangunan SDM berbasis nilai melalui berbagai kegiatan seperti kajian keislaman, kegiatan sosial perusahaan, hingga pelatihan etika kerja.

Ia menilai pendekatan spiritual leadership juga mampu membangun kepercayaan atau trust dalam organisasi. Kepercayaan menjadi modal sosial yang sangat penting bagi keberhasilan jangka panjang perusahaan.

“Tanpa kepercayaan, koordinasi akan sulit berjalan dan konflik mudah muncul. Sebaliknya, organisasi yang dipimpin dengan nilai kejujuran, amanah, dan keteladanan akan memiliki fondasi yang kuat,” tuturnya.

Di akhir refleksinya, Fauzi menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh strategi bisnis, teknologi, maupun modal finansial, tetapi juga oleh kualitas manusia yang ada di dalamnya.

“SDM unggul adalah mereka yang tidak hanya memiliki kompetensi tinggi, tetapi juga karakter yang kuat. Jika nilai-nilai Ramadan mampu diterapkan dalam kepemimpinan dan budaya kerja, maka organisasi tidak hanya berhasil secara ekonomi, tetapi juga menghadirkan keberkahan dan manfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

 

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Buka Puasa Bersama Karyawan, AMDK Labini Resmikan Lini Usaha Baru Muba Trans di Pamekasan

Pamekasan, Cakrawalajatim.news – Suasana kebersamaan dan kekeluargaan terasa hangat dalam acara buka puasa bersama yang digelar oleh keluarga besar AMDK Labini bersama seluruh karyawan, Rabu (11/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Jl. RKH. Abd. Majid, Pondok Pesantren Mambaul Bata-Bata, Kabupaten Pamekasan.

Acara yang dihadiri oleh jajaran manajemen dan seluruh karyawan ini tidak hanya menjadi momentum mempererat silaturahmi di bulan suci Ramadan, tetapi juga menjadi momen penting bagi perusahaan dengan dilaksanakannya pembukaan lini usaha baru, yakni Muba Trans.

Peresmian lini usaha tersebut dimediasi oleh Manager Marketing AMDK Labini Surabaya, Trio Ari Wibowo, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa kehadiran Muba Trans diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam pengembangan bisnis sekaligus memperluas layanan perusahaan kepada masyarakat.

“Kegiatan buka puasa bersama ini menjadi ajang memperkuat kebersamaan antar karyawan sekaligus momentum memperkenalkan lini usaha baru Muba Trans sebagai bagian dari pengembangan perusahaan,” ujar Trio Ari Wibowo di sela kegiatan.

Rangkaian acara berlangsung dengan penuh keakraban, diawali dengan silaturahmi antar karyawan, dilanjutkan dengan doa bersama, buka puasa, serta ramah tamah. Para karyawan tampak antusias mengikuti kegiatan yang juga menjadi wujud rasa syukur atas perkembangan usaha yang terus berjalan.

Dengan dibukanya lini usaha Muba Trans, diharapkan perusahaan dapat semakin berkembang serta memberikan kontribusi positif bagi perekonomian dan membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

Acara tersebut ditutup dengan kebersamaan dan harapan agar semangat Ramadan dapat terus mempererat solidaritas serta meningkatkan kinerja seluruh karyawan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di perusahaan.

 

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Suasana Ramadan Terganggu, Warga Desak Penertiban Warung Remang-Remang di Desa Lengkong Mojokerto

Mojokerto, Cakrawalajatim.news – Aktivitas sejumlah warung remang-remang di kawasan Jalan Ideal, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, tempat hiburan tersebut diduga masih beroperasi pada malam hari meskipun saat ini tengah berlangsung bulan suci Ramadan. Minggu (09/03/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa warung terlihat tetap membuka usaha pada malam hari. Cahaya lampu redup tampak menyala dari dalam bangunan, sementara sejumlah pengunjung terlihat datang dan pergi dari lokasi tersebut.

Informasi yang dihimpun dari sumber di sekitar lokasi menyebutkan bahwa di dalam warung tersebut diduga terjadi aktivitas penjualan minuman keras. Selain itu, beberapa perempuan juga terlihat berada di dalam warung dan diduga menemani para pengunjung.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga sekitar. Mereka menilai keberadaan aktivitas tersebut kurang pantas terjadi di tengah suasana Ramadan yang identik dengan kegiatan ibadah dan peningkatan nilai-nilai religius.

Sejumlah warga pun berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah untuk menertibkan aktivitas yang dianggap meresahkan tersebut. Penertiban dinilai penting agar situasi lingkungan tetap kondusif serta menghormati masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Perhatian warga juga tertuju kepada Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra. Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat menginstruksikan instansi terkait untuk melakukan pengecekan serta penindakan apabila ditemukan pelanggaran aturan.

Di sisi lain, warga juga meminta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Mojokerto, Edy Taufiq, meningkatkan pengawasan di wilayah tersebut. Langkah pengawasan dinilai penting untuk memastikan aktivitas usaha tetap berjalan sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku.

Tidak hanya itu, masyarakat juga berharap aparat kepolisian setempat turut melakukan pemantauan di lapangan. Jika terbukti terdapat pelanggaran hukum, warga meminta agar aparat mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, dari hasil penelusuran di lapangan, aktivitas warung remang-remang tersebut diduga telah berlangsung cukup lama. Bahkan, beberapa sumber menyebutkan kegiatan tersebut tetap berjalan hingga memasuki bulan Ramadan.

Situasi ini kemudian menimbulkan pertanyaan di kalangan warga mengenai pengawasan dari pihak terkait. Oleh karena itu, masyarakat berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum dapat segera menindaklanjuti persoalan tersebut.

Dengan adanya pengawasan yang lebih ketat serta langkah penertiban yang tegas, warga berharap ketertiban lingkungan dapat terjaga. Selain itu, suasana Ramadan di wilayah tersebut juga diharapkan berlangsung lebih aman, nyaman, dan kondusif.

Hingga berita ini ditayangkan, awak media masih berupaya menghubungi pihak aparat penegak hukum serta instansi terkait guna memperoleh keterangan resmi mengenai aktivitas tersebut.

 

Penulis, Tim/ Editor, Redaksi

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.