Komitmen Presisi: Polres Blitar Tindak Lanjut Dumas Feriadi Secara Transparan

Blitar, Cakrawalajatim.news – Kepolisian Resor Blitar menegaskan komitmennya untuk menegakkan disiplin dan profesionalisme anggota Polri, menyusul adanya pengaduan masyarakat (Dumas) dari Sdr. Feriadi terkait dugaan pelanggaran prosedur dan penangkapan tidak sah yang dilakukan oleh oknum anggota Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Blitar.

Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman menjelaskan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti laporan tersebut secara transparan melalui proses penyelidikan internal yang dilakukan oleh Seksi Pengamanan Internal (Paminal).

“Kami menegaskan bahwa setiap anggota yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin maupun prosedur akan ditindak sesuai aturan yang berlaku. Tidak ada toleransi bagi pelanggaran integritas di tubuh Polri,” tegas AKBP Arif Fazlurrahman.

Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Si Propam Polres Blitar, diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Bahwa Kasus tindak pidana pemerkosaan terhadap Sdri. Enny Tri Sayekti yang ditangani oleh Sat Reskrim Polres Blitar masih dalam tahap penyelidikan;
2. Diduga adanya kesalahan prosedur dalam proses membawa Sdr. Feriadi, yang dilakukan oleh Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Blitar;
3. Bahwa berdasarkan hasil penyelidikan propam dugaan kekerasan fisik dan verbal yang dilaporkan oleh Sdr. Feriadi tidak terbukti, hal ini dikuatkan hasil keterangan saksi, serta hasil visum et repertum.
4. Terkait alasan Sdr. Feriadi diminta melepas pakaian dan memakai celana tahanan, bahwa yang bersangkutan menjelaskan tidak mengganti celana dan pakaian dalamnya selama dua hari, dan pakaian tersebut diperlukan sebagai barang bukti untuk dikirim ke Labfor Polda Jatim untuk pemeriksaan laboratorium. Karena tidak memiliki pengganti saat itu, petugas memberikan celana sebagai pengganti sementara.
5. Bahwa isu foto yang beredar di masyarakat itu tidak benar — petugas tidak memfoto Sdr. Feriadi dalam keadaan telanjang, melainkan hanya memfoto barang bukti berupa celana dan pakaian dalam milik yang bersangkutan.

Selain itu, Polres Blitar telah mengirimkan SP2HP tahap II (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan) kepada Sdr. Feriadi sebagai bentuk transparansi proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami ingin menegaskan bahwa Polres Blitar berkomitmen penuh untuk menegakkan prinsip presisi dan menjunjung tinggi keadilan, baik kepada masyarakat maupun di lingkungan internal Polri sendiri. Jika ada anggota yang terbukti melanggar, pasti akan kami tindak sesuai mekanisme yang berlaku di institusi Kepolisian” ungkap Kapolres Blitar.

Saat ini, hasil penyelidikan internal telah diserahkan kepada Unit Provos Polres Blitar untuk dilakukan pemeriksaan pendahuluan

Dengan langkah tegas ini, Polres Blitar menegaskan bahwa proses hukum dan mekanisme pengawasan internal akan terus ditegakkan secara transparan dan profesional, guna menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

 

Penulis, Suhaili / Editor, Redaksi

Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto: Warisan Pahlawan Harus Dijaga Lewat Pengabdian Polri

SURABAYA, Cakrawalajatim.news – Kepolisian Daerah Jawa Timur menggelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional Tahun 2025 di Lapangan Upacara Mapolda Jatim, Senin (10/11/2025.

Upacara dipimpin oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., dan diikuti oleh Pejabat Utama Polda Jatim, personel Polri, ASN, serta peserta upacara lainnya.

Mengutip pesan Menteri Sosial Republik Indonesia, Kapolda Jatim mengatakan bahwa Hari Pahlawan merupakan momentum bagi seluruh bangsa untuk kembali meneladani semangat dan keteladanan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan.

“Para pahlawan bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, namun cahaya yang menerangi arah perjuangan bangsa hingga saat ini,” ujar Irjen Nanang Avianto.

Kapolda Jatim menyampaikan, para pahlawan mengajarkan bahwa kemerdekaan tidak diraih secara instan.

“Kemerdekaan tercapai melalui kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan,” tutur Irjen Nanang.

Nilai tersebut lanjut Kapolda Jatim menjadi landasan bagi bangsa untuk terus membangun dan menjaga Indonesia.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto juga mengajak seluruh personel jajaran Polda Jatim untuk meneladani semangat tersebut dalam menjalankan tugas pengabdian.

“Para pahlawan telah memberikan segalanya demi bangsa ini tanpa meminta balasan. Maka hari ini, tugas kitalah untuk menjaga warisan tersebut dengan bekerja lebih keras, melayani lebih tulus, dan hadir membawa manfaat bagi masyarakat,” tegas Kapolda Jatim.

Lebih lanjut Kapolda Jatim menekankan bahwa perjuangan di masa sekarang tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan kompetensi, disiplin, empati, serta kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Semangat pantang menyerah para pahlawan harus menjadi energi kita dalam memperkuat Kamtibmas, memperjuangkan rasa aman dan adil bagi seluruh warga, serta memastikan tidak ada satu pun masyarakat yang tertinggal,” jelasnya.

Masih kata Kapolda Jatim, peringatan Hari Pahlawan juga menjadi pengingat bahwa perjuangan bangsa harus berkelanjutan dari generasi ke generasi.

“Dengan bekerja, bergerak, dan berdampak nyata bagi masyarakat, maka api perjuangan para pahlawan akan tetap menyala,” pungkasnya.

 

Penulis, Suhaili / Editor, Redaksi

Respon Cepat Polres Gresik Tegaskan Tidak Ada Kasus Bayi Dibuang

GRESIK, Cakrawalajatim.news – Suasana di kawasan Jalan Betoyo, Manyar, Gresik, sempat dibuat heboh pada Minggu (9/11/2025) siang.

Warga panik setelah beredar kabar adanya dugaan pembuangan bayi yang dilaporkan melalui hotline 110.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Polsek Manyar bersama jajaran Polres Gresik Polda Jatim langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

Namun setelah dilakukan pengecekan mendalam, dugaan pembuangan bayi itu ternyata tidak benar.

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa peristiwa tersebut hanyalah cekcok antara pasangan suami istri, Suhariadi dan Eka Amalia Putri, yang sehari-hari berprofesi sebagai pengamen jalanan.

“Setelah Polisi melakukan pengecekan di TKP, tidak ditemukan adanya kasus pembuangan bayi. Insiden ini murni pertengkaran rumah tangga,” ujar Kasi Humas Polres Gresik, Ipda Hepi Muslih Riza.

Menurut Kasi Humas Polres Gresik, berdasarkan hasil pemeriksaan, kejadian bermula saat pasangan ini selesai mengamen di wilayah Sidayu dan Bungah.

“Di lokasi tersebut, sang suami diketahui menenggak minuman keras bersama teman-temannya,” kata Ipda Hepi.

Melihat hal itu, istrinya menegur sang suami dan mengajak pulang.

Pertengkaran berlanjut di perjalanan menuju rumah. Sesampainya di Jalan Raya Banyuwangi, Manyar, keduanya berhenti dan kembali adu mulut.

Dalam emosi, sang istri menyerahkan bayi perempuan mereka yang baru berusia empat bulan kepada sang suami sambil berkata: “Iki lo anakmu, gowoen (Ini lho anakmu, bawa).”

Namun bukannya digendong, sang suami malah meletakkan bayi SNV di tepi jalan dan pergi begitu saja ke arah utara.

Aksi tersebut sontak membuat warga panik dan melaporkannya ke polisi sebagai dugaan pembuangan bayi.

Beruntung, bayi dalam kondisi sehat dan segera diamankan warga serta petugas yang datang ke lokasi.

Setelah situasi dipastikan aman, kedua orang tua bayi tersebut langsung diberikan pembinaan dan bimbingan oleh pihak kepolisian agar tidak mengulangi perbuatan serupa.

Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu, menegaskan bahwa respon cepat petugas merupakan bagian dari komitmen Polres Gresik dalam melindungi masyarakat, terutama yang berkaitan dengan keselamatan anak.

“Setiap laporan yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa harus segera ditindaklanjuti. Respons cepat ini penting agar tidak ada ancaman nyata yang luput, sekaligus mencegah penyebaran informasi keliru,” tegas AKBP Rovan.

Polres Gresik juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor bila menemukan kejadian mencurigakan.

Laporan dapat disampaikan melalui hotline 110, layanan “Lapor Cak Roma” di nomor 0811-8800-2006, atau dengan datang langsung ke kantor Polisi terdekat.

 

Penulis, Suhaili / Editor, Redaksi

‘Live In’ : Siswa Diktukba SPN Polda Jatim Edukasi Budidaya Bandeng dan Jamur di Gresik

GRESIK, Cakrawalajatim.news – Puluhan siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri T.A. 2025 dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jatim terjun langsung ke tengah masyarakat dalam program ‘Live In’ di Desa Sidorukun, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Sabtu (8/11/2025).

Selain berbaur dan tinggal di rumah warga, para calon Bhayangkara ini juga aktif mempelajari budidaya lokal dan menyalurkan bantuan sosial, sebagai wujud nyata implementasi Pemolisian Masyarakat (Polmas).

Mewakili Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu, S.I.K., M.Si., Kabag SDM Polres Gresik, Kompol Syabain Rahmad Kusriyanto, S.H., M.Pd., M.M., memberikan pembekalan di Stadion Petrokimia Gresik.

Dalam arahannya, Kompol Syabain menekankan bahwa tugas Polisi saat ini adalah mengemban Pemolisian Masyarakat.

Ia menegaskan Polisi merupakan representasi kehadiran negara yang harus berperan aktif dalam segala kegiatan masyarakat.

“Karena tugas kita saat ini mengemban Pemolisian Masyarakat, kehadiran Polisi merupakan perwakilan dari negara untuk ikut serta berperan aktif (dalam) semua kegiatan masyarakat,” ujar Kompol Syabain.

Ia juga menegaskan bahwa, sejalan dengan Asta Cita Presiden RI, Polri memiliki tugas tambahan untuk mendukung dan mengimplementasikan program ketahanan pangan.

Selepas arahan, para siswa disebar ke beberapa titik. Salah satu kelompok menuju kediaman Rudi Yulianto di Desa Sidorukun, yang menjadi lokasi interaksi ‘Live in’ mereka.

Keseharian siswa selama ‘Live In’ dimulai dari bangun pagi, sholat subuh berjamaah, hingga membantu membersihkan rumah warga.

Kesempatan berbaur ini dimanfaatkan untuk menyerap ilmu ketahanan pangan.

Didampingi Kepala Desa Sidorukun, H. Aspug, para siswa diajak Rudi Yulianto, yang telah puluhan tahun menggeluti budidaya jamur dan bandeng untuk meninjau langsung area tambak.

Para siswa Diktukba SPN Polda Jatim tampak antusias mengamati proses pembibitan hingga pembesaran bandeng.

Mereka aktif bertanya, menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi tentang komoditas unggulan Gresik tersebut.

Salah seorang siswa, Rama Haryo Nugroho, terlibat dalam diskusi edukatif dengan Rudi Yulianto.

Kepada para Siswa Diktuba Polri SPN Polda Jatim, Rudi Yulianto mengatakan tidak ada yang sulit untuk budidaya Bandeng, selama ada kemauan dan belajar.

Beranjak dari tambak, rombongan beralih ke ‘kumbung’ atau areal budidaya jamur tiram.

Di lokasi ini, antusiasme siswa tidak surut. Rudi kembali memaparkan ilmu baru, mulai dari proses pembibitan di media tanam (baglog), pentingnya menjaga suhu dan kelembapan, durasi tanam, hingga ancaman hama ‘gurem’ yang kerap merusak jamur.

Ilmu praktis yang didapat langsung dari masyarakat ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi para siswa.

Saat dilantik menjadi anggota Polri, mereka diharapkan mampu beradaptasi dan mengimplementasikan program ketahanan pangan di wilayah tugas masing-masing.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan di Desa Sidorukun, para siswa Diktukba Polri SPN Polda Jatim membagikan bantuan sosial (bansos) berupa paket beras kepada masyarakat setempat yang membutuhkan.

Kepala Desa Sidorukun, H. Aspug, mengapresiasi penuh kegiatan ‘Live In’ tersebut.

Menurutnya, kehadiran siswa Polri memberi dampak positif dan sinergi yang baik dengan warga.

“Kami, atas nama warga Desa Sidorukun, sangat mengapresiasi kegiatan ‘Live In’ dari SPN Polda Jatim ini. Ini sangat bermanfaat,” tutur H. Aspug saat ditemui di lokasi.

Ia menilai, program ini tidak hanya membantu warga melalui bansos, tetapi juga memberikan gambaran nyata kehidupan masyarakat kepada para calon polisi.

“Sinergi seperti ini sangat positif. Warga senang, dan para siswa juga mendapat pembelajaran langsung. Kami harap kegiatan bermanfaat seperti ini dapat dilakukan secara rutin ke depannya,” pungkasnya.

 

Penulis, Suhaili / Editor, Redaksi

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar Patroli Stasioner Cipta Kondisi, Pastikan Surabaya Utara Aman

TANJUNG PERAK, Cakrawalajatim.news – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar Patroli Stasioner Cipta Kondisi (Cipkon) di sejumlah titik strategis wilayah hukumnya.(9/11/2025)

Kegiatan yang berlangsung sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari ini dipimpin langsung oleh Kabag SDM Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Kompol Kamran, S.Pd.

Patroli dimulai pada pukul 22.00 WIB melalui apel gabungan di halaman Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Setelah apel, para personel disebar ke beberapa lokasi yang dinilai rawan, seperti Jl. Jakarta depan Pos Lantas dan kawasan Kembang Jepun Kya-Kya yang termasuk dalam wilayah hukum Polsek Pabean Cantikan, serta area wisata religi Sunan Ampel di bawah pengawasan Polsek Semampir.

“Tujuan utama dari patroli stasioner ini adalah memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang tanpa gangguan, terutama di titik-titik yang rawan aksi kejahatan malam hari seperti pencurian, tawuran, maupun balap liar,” jelas Kasi Humas Iptu Suroto, pada Minggu (9/11).

Kegiatan patroli malam ini melibatkan berbagai unsur keamanan, di antaranya Kasi Propam Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu Tri Asmoro, S.H., Pamapta III Ipda Erika Agustin, S.H., satu SST Dalmas, satu SST personel gabungan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, serta dukungan dua personel Pomal, satu regu gabungan Polsek jajaran, satu regu Patroli Perintis Presisi, dan empat personel Satpol PP Kota Surabaya.

Kolaborasi lintas satuan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara kepolisian dan instansi terkait dalam menciptakan keamanan wilayah, khususnya di kawasan padat aktivitas seperti Pelabuhan Tanjung Perak.

Patroli yang berlangsung hingga selesai berjalan lancar dan kondusif. Dari hasil pemantauan di lapangan, tidak ditemukan adanya tindak kejahatan 3C (Curat, Curas, dan Curanmor). Kawasan yang kerap disebut rawan gangster dan kenakalan remaja pun terpantau aman tanpa kejadian menonjol.

“Alhamdulillah, seluruh wilayah dalam kondisi aman. Kami terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman, terutama saat malam hari,” tambah Iptu Suroto.

Patroli Stasioner Cipkon ini merupakan langkah preventif rutin yang dilakukan oleh jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak sebagai bentuk kepedulian terhadap keamanan lingkungan masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan situasi Kamtibmas tetap kondusif dan aktivitas masyarakat, khususnya di malam hari, dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

 

Penulis, Suhaili / Editor, Redaksi

Kapolda Jatim : Sinergi Ulama dan Umara Kunci Kemajuan Bangsa

BANGKALAN, Cakrawalajatim.news – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si., didampingi para pejabat utama Polda Jatim dan Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono serta Kapolres Sampang Hartono, melaksanakan silaturahmi dengan para kiai, alim ulama, habaib, dan pimpinan pondok pesantren se-Madura di Pondok Pesantren Sembilangan, Bangkalan. Kamis, (6/11/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Bangkalan, para Kapolsek, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat dari Bangkalan dan Sampang.

Dalam sambutannya, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto menyampaikan apresiasi atas kehadiran para kiai dan tokoh agama dalam kegiatan silaturahmi tersebut.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam menjaga kondusivitas serta memperkuat persatuan bangsa.

“Saya merasa terhormat bisa hadir di Ponpes Sembilangan, tempat yang menjadi pusat keilmuan dan pembentukan akhlak mulia,” ungkap Irjen Nanang mengawali sambutannya.

Kapolda Jatim mengatakan kegiatan seperti ini sangat penting untuk memupuk kekeluargaan antara ulama dan umara.

“Polisi tidak bisa bekerja sendiri, perlu sinergi dengan TNI, Forkopimda, para ulama, dan masyarakat. Ketika kita bersatu, kita bisa melakukan hal terbaik bagi bangsa ini,” tutur Irjen Nanang.

Kapolda Jatim juga menyinggung tentang pentingnya menjaga persatuan dan mencegah upaya perpecahan di tengah masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa bangsa Indonesia sejak dahulu adalah bangsa yang kuat dan disegani karena persatuannya.

“Kita harus belajar dari sejarah. Bangsa ini pernah menjadi macan Asia karena kekuatannya dalam persatuan. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memecah belah kita. Kekuatan Indonesia ada pada kebersamaan,” tegas Irjen Nanang.

Kapolda Jatim juga menyoroti peran besar pondok pesantren dalam membangun karakter dan melahirkan banyak tokoh bangsa.

Ia menilai, pesantren memiliki sistem kekeluargaan yang kuat dan menjadi pilar penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut Kapolda Jatim, Pondok Pesantren sejak dulu telah melahirkan banyak negarawan.

Sistem kekeluargaan yang kuat di pesantren menjadi teladan bagi semua masyarakat.

“Polisi pun harus belajar dari nilai-nilai itu, karena kami juga tidak sempurna. Kami butuh masukan dari para ulama agar bisa terus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat,” tutur Kapolda Jatim.

Dalam kesempatan tersebut, Irjen Nanang juga menyinggung tentang bahaya narkoba yang kini menjadi ancaman serius bagi generasi muda.

Ia mengungkapkan bahwa Polda Jatim baru saja mendapat penghargaan sebagai salah satu dari 10 Polda terbaik dalam pemberantasan narkoba di Indonesia.

“Kita bersyukur karena Jawa Timur termasuk 10 Polda terbaik dalam pemberantasan narkoba,” ujar Irjen Nanang.

Namun demikian, lanjut Irjen Nanang di sisi lain juga menjadi keprihatinan karena artinya peredaran narkoba masih marak.

“Pencegahan harus dilakukan bersama-sama, terutama melalui pendidikan moral dan agama di pesantren,” tegasnya.

Selain itu, Kapolda juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan mendukung pembangunan di Madura.

Ia menyebut Pulau Madura memiliki potensi besar baik di sektor sumber daya manusia, ekonomi, maupun pariwisata.

“Madura ini pulau yang sangat cantik dan penuh potensi. Kalau kita kelola dengan baik melalui pendidikan, pesantren, dan UMKM, saya yakin Madura akan menjadi wilayah yang maju dan sejahtera,” ungkapnya.

Di akhir kegiatan, Kapolda Jatim mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga semangat Jogo Jawa Timur — menjaga keamanan dan persaudaraan di seluruh lapisan masyarakat.

“Jogo Jawa Timur bukan hanya slogan, tapi harus menjadi napas kehidupan kita sehari-hari. Dengan sinergi, saling menghormati, dan semangat kebersamaan, insya Allah Jawa Timur akan semakin aman, maju, dan sejahtera,” pungkas Irjen Nanang Avianto.

 

Penulis, Suhaili / Editor, Redaksi

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.