Garda Sakera dan Yakuza Manages Tempuh Jalur Hukum, Soroti Lagu “Gak Papa” IC dan MA

Mojokerto, Cakrawalajatim.news – Ulah tak terpuji yang dilakukan oleh penyanyi karbitan dan juga seorang DJ karnaval yakni IC dan MA di dunia maya kini berbuntut panjang. 2 artis sosial media ini mendapatkan kritikan tajam serta hujatan dari masyarakat luas. Selain itu, ada beberapa ormas ataupun LSM sudah melaporkan kedua perempuan teraebut ke polisi.

Kali ini, pada hari Jum’at (17/7/26) puluhan anggota DPP GARDA SAKERA S.K.R yang dipimpin Adi Nova selaku ketua DPP GARDA SAKERA serta di dampingi Subagio, S.H., mendatangi Mapolres Mojokerto guna melaporkan IC dan MA juga mangement produser yang mendukung terciptanya lagu berjudul “gak papa” yang dinilai tak pantas dan kini telah beredar luas di kalangan masyarakat.

Selain dari DPP GARDA SAKERA juga turut serta hadir ketua DPC YAKUZA MANAGES yakni H. Zulfah Asadulmillah dan beberapa anggotanya dalam mengawal pelaporan tersebut

Video lagu yang berjudul gak papa yang dinyanyikan oleh IC dan MA, dalam syair lagunya sangatlah tidak pantas untuk didengar semua kalangan, khususnya kaum perempuan dan anak-anak.

Menurut keterangan Adi Nova, syair lagu yang dibawakan IC dan MA sangatlah merusak moral dan martabat kaum perempuan.

“untuk itu, sudah selayaknya ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum (APH). Jangan sampai setelah klarifikasi di media sosial, tidak ada tindakan dari aparat terkait,” terangnya.

“Bila dalam waktu yang diharapkan tidak ada tindakan serius dari aparat penegak hukum, maka jangan salahkan kami apabila akan datang anggota dan masa yang lebih besar,” ungkapnya.

Sementara itu, ketua YAKUZA MANAGES H. Zulfah Asadulmillah mengatakan bahwa tindakan IC dan MA bersama crewnya sudah mencederai moral serta adat ketimuran serta ajaran agama apapun itu.

“Untuk itu, bilamana tidak ada tindakan apapun dari aparat penegak hukum, maka seperti yang sudah terjadi, YAKUZA MANAGES akan melakukan tindakan refrensif sesuai hukum ilmu agama dan negara yang berlaku di Indonesia,” pungkasnya.

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Warga Dusun Sorak Sampaikan Terima Kasih, Bupati Sampang Tinjau Langsung Rumah Tidak Layak Huni

SAMPANG, Cakrawalajatim.news – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sampang dalam mempercepat penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kembali dibuktikan. Bupati Sampang H. Slamet Junaidi turun langsung meninjau kondisi rumah warga di Dusun Sorak, Desa Beringin, Kecamatan Tambelangan, Sabtu (12/07/2026) sore.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Camat Tambelangan H. Ach. Fariji, S.Pd., M.MPd., Kapolsek Tambelangan AKP Medhy Ari Bestakona, Danramil Tambelangan Lettu Inf. Ali Murdani, serta jajaran terkait. Rombongan meninjau langsung kondisi rumah milik Ba Lima dan beberapa warga lainnya yang dinilai sudah tidak layak huni karena mengalami kerusakan cukup parah.

Kehadiran Bupati Sampang disambut hangat oleh masyarakat Dusun Sorak. Warga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah daerah yang turun langsung melihat kondisi mereka.

Saat dihubungi oleh Media Online Terkini69News.id, Bupati Sampang menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya memberikan perhatian kepada masyarakat kurang mampu, khususnya melalui percepatan penanganan rumah tidak layak huni agar warga dapat tinggal dengan lebih aman dan nyaman.

“Terima kasih banyak kepada Bapak Bupati Sampang yang telah hadir langsung ke rumah Ba Lima dan warga kurang mampu di Dusun Sorak. Kehadiran beliau memberikan harapan bagi masyarakat,” ungkap salah seorang warga.

Segenap keluarga besar Media Online Terkini69News.id juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Sampang H. Slamet Junaidi beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sampang atas kepedulian dan komitmennya dalam membantu masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan perhatian melalui program penanganan RTLH.

Semoga langkah nyata tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga Kabupaten Sampang.

 

Penulis, Topan / Editor, Redaksi

Kepala Rutan Surabaya Dampingi Warga Binaan Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Yusuf Eko Dono

Sidoarjo, Cakrawalajatim.news – Rutan Kelas I Surabaya terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga memperhatikan pemenuhan hak-hak warga binaan, termasuk hak rekreasional. Salah satu bentuk implementasinya diwujudkan melalui kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan babak 32 besar FIFA World Cup 2026 antara Kolombia dan Ghana yang digelar pada Sabtu (4/7) malam.

Kegiatan yang berlangsung di area terbuka blok hunian tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, bersama legenda Persebaya Surabaya sekaligus mantan pemain Tim Nasional Indonesia era 90-an, Yusuf Eko Dono. Ratusan warga binaan tampak antusias mengikuti jalannya pertandingan melalui layar lebar yang telah disiapkan.

Kepala Rutan Kelas I Surabaya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menciptakan suasana pembinaan yang sehat, humanis, dan kondusif. Menurutnya, pemenuhan hak rekreasional menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan mental warga binaan selama menjalani masa pidana, sehingga mereka dapat mengikuti seluruh program pembinaan dengan lebih baik.

Selain menjadi sarana hiburan, kegiatan nonton bersama juga menjadi media untuk mempererat kebersamaan antara petugas dan warga binaan. Interaksi yang terjalin dalam suasana santai diharapkan mampu membangun hubungan yang harmonis, meningkatkan kepercayaan, serta memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam rutan.

Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas I Surabaya kembali menegaskan komitmennya dalam menyelenggarakan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta penciptaan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh warga binaan maupun petugas.

 

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Soroti Dugaan Masalah Perizinan Tambang, KPK Nusantara Sambangi ESDM Jawa Timur

SURABAYA, Cakrawalajatim.news – Menindaklanjuti temuan mengenai tidak ditemukannya tiga perusahaan tambang komoditas batuan (galian C) dalam sistem Minerba One Data Indonesia (MinerbaOne), Komunitas Pemantau Korupsi (KPK) Nusantara mendatangi Kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur, Selasa (30/6).

Kedatangan KPK Nusantara dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal KPK Nusantara, Suhaili, untuk meminta penjelasan terkait status perizinan tiga perusahaan yang disebut telah beroperasi melakukan aktivitas pertambangan di Kabupaten Magetan.

Di Kantor ESDM Provinsi Jawa Timur, diterima oleh petugas ESDM bernama Salsabil. Dalam pertemuan tersebut, KPK Nusantara menyampaikan sejumlah temuan dan mempertanyakan legalitas operasional tiga perusahaan yang sebelumnya tidak ditemukan dalam sistem MinerbaOne.

Suhaili mengatakan pihaknya meminta Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur melakukan verifikasi secara menyeluruh terhadap dokumen perizinan maupun administrasi pertambangan yang dimiliki perusahaan-perusahaan tersebut.

“Kami datang untuk meminta penjelasan resmi mengenai status perizinan tiga perusahaan yang diduga telah melakukan aktivitas pertambangan. Kami berharap Dinas ESDM melakukan pemeriksaan sesuai kewenangannya sehingga persoalan ini menjadi terang,” ujar Suhaili.

Menurut Suhaili, pihak ESDM Jawa Timur menyampaikan bahwa pengaduan tersebut akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku dengan melakukan penelaahan terhadap data dan dokumen yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan dimaksud.

Selain meminta tindak lanjut dari ESDM, KPK Nusantara juga berencana menyampaikan laporan secara resmi kepada aparat penegak hukum. Laporan tersebut akan ditujukan kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Tipidkor) Polda Jawa Timur agar dilakukan pendalaman apabila ditemukan indikasi pelanggaran terhadap ketentuan perizinan pertambangan.

“Kami akan menyampaikan surat resmi kepada pihak yang berwenang agar dilakukan pendalaman sesuai ketentuan hukum yang berlaku apabila memang terdapat dugaan pelanggaran dalam kegiatan pertambangan tersebut,” tegas Suhaili.

Ia menambahkan, KPK Nusantara berkomitmen mengawal proses penanganan persoalan tersebut hingga terdapat kejelasan dari instansi yang berwenang. Menurutnya, keterbukaan informasi kepada masyarakat merupakan bagian penting dalam pengawasan terhadap pengelolaan sumber daya alam.

“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai ada keterbukaan kepada publik. Tidak menutup kemungkinan kami juga akan menggelar aksi penyampaian aspirasi di Kantor Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur apabila diperlukan,” ujarnya.

Di akhir pertemuan, petugas Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, Salsabil, menyarankan agar KPK Nusantara menyampaikan pengaduan secara resmi melalui surat yang ditujukan kepada Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, laporan tertulis tersebut diperlukan sebagai dasar administrasi agar dapat diproses dan ditindaklanjuti oleh pimpinan sesuai mekanisme yang berlaku.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal KPK Nusantara, Suhaili, menyatakan akan segera melengkapi seluruh dokumen pendukung dan mengirimkan surat pengaduan resmi kepada Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur. Ia berharap laporan tersebut segera ditelaah sehingga status perizinan serta legalitas operasional tiga perusahaan tambang yang dipersoalkan dapat memperoleh kejelasan secara transparan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini sebagai bentuk penerapan asas keberimbangan, akurasi, dan praduga tak bersalah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan Kode Etik Jurnalistik.

 

Penulis, Suhaili / Editor, Redaksi

Mengenang 100 Hari Wafatnya Almarhum, Keluarga dan Warga Gelar Tahlilan Khidmat

SURABAYA, Cakrawalajatim.news – Suasana khidmat dan penuh doa menyelimuti kediaman Nur Hasahanah di Jalan Sultan Iskandar Muda Surabaya. Pihak keluarga menggelar acara Tahlilan dan doa bersama dalam rangka memperingati 100 hari wafatnya, Almarhum Bapak Kholil, pada Senin, (29/6) malam.

Acara ini dihadiri oleh keluarga besar, kerabat, Ustadz, tetangga dan undangan tersebut berjalan dengan lancar dan sukses. Lantunan Surat Yasin, Tahlil dan doa berkumandang khusyuk, dipanjatkan khusus untuk kedamaian almarhum disisinya.

Menutut Nur Hasanah, momen 100 hari ini bukan sekadar ritual peringatan, melainkan juga momen untuk merawat ingatan akan keluhuran budi sang ayah. Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai pribadi yang luar biasa sabar dan bersahaja.

“Beliau semasa hidupnya mempunyai sifat yang selalu mengalah terhadap siapapun,” ujar Nur Hasanah anak putri kedua penuh takzim.

Sifat mengalah yang melekat pada diri almarhum bukanlah tanda kelemahan, melainkan cerminan dari kelapangan dada dan jiwa yang bijaksana. Dan Almarhum selalu mengutamakan kerukunan, kedamaian dalam berhubungan dengan sesama, sebuah warisan karakter berharga yang kini menjadi teladan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Nur menambahkan, selaku perwakilan keluarga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas panjatan doanya di acara tahlil kepada semua keluarga, Ustadz, tetangga, dan seluruh undangan yang sudah menyempatkan waktunya untuk hadir,” Tambahnya.

Melalui peringatan 100 hari ini, pihak keluarga berharap segala doa yang dipanjatkan dapat menjadi penerang serta pelapang kubur bagi almarhum, dan nilai nilai kebaikan yang telah dicontohkannya dapat terus hidup dalam sanubari keluarga.

Bangun Soliditas Reserse, Aipda Sigit “Hellboy” Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas Jawa Timur

Surabaya, Cakrawalajatim.news – Menghadapi dinamika tindak kriminal yang semakin kompleks dan kerap melintasi batas wilayah hukum, penguatan sinergi antarsatuan reserse menjadi langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas penegakan hukum. Hal tersebut disampaikan Aipda Sigit Dwi Susanto, yang akrab disapa “Hellboy”, selaku Katim Opsnal Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Senin (29/6/2026).

Aipda Sigit menegaskan bahwa karakter kejahatan saat ini terus berkembang, sehingga membutuhkan pola penanganan yang lebih terintegrasi. Menurutnya, berbagai tindak pidana seperti pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, hingga kejahatan terorganisasi sering melibatkan jaringan lintas kabupaten bahkan lintas provinsi.

“Kejahatan tidak mengenal batas wilayah. Karena itu, seluruh personel opsnal reserse harus memperkuat koordinasi, mempercepat pertukaran informasi, serta mengedepankan kerja sama tanpa ego sektoral agar setiap kasus dapat ditangani secara maksimal,” ujar Aipda Sigit.

Berbekal pengalaman sebagai mantan Panit Opsnal Jatanras Polda Jawa Timur, ia menilai keberhasilan pengungkapan perkara bukan hanya bergantung pada kemampuan individu penyidik, tetapi juga pada kekompakan tim, kecepatan komunikasi, dan kepercayaan antarsatuan dalam berbagi informasi maupun sumber daya.

Ia menambahkan, sinergi antara Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur dengan seluruh Satreskrim Polres di wilayah Jawa Timur harus terus diperkuat, khususnya dalam menangani perkara yang memiliki keterkaitan lintas wilayah hukum. Melalui koordinasi yang solid, proses penyelidikan, pengejaran pelaku, hingga pengumpulan alat bukti dapat berlangsung lebih efektif, cepat, dan tepat sasaran.

Secara khusus, Aipda Sigit juga menyoroti pentingnya koordinasi antara Polres Jember dengan Ditreskrimum Polda Jawa Timur. Menurutnya, komunikasi yang intensif dan hubungan kerja yang harmonis akan mempermudah pengungkapan kasus-kasus yang melibatkan jaringan antardaerah maupun lintas provinsi, sehingga penanganan perkara dapat dilakukan secara menyeluruh sesuai ketentuan hukum.

Selain memperkuat koordinasi, ia mengajak seluruh personel opsnal reserse untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, serta membangun budaya kerja kolaboratif demi memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

“Tujuan utama kami adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat. Ketika seluruh personel memiliki visi yang sama, bekerja secara solid tanpa sekat, maka pemberantasan kejahatan akan semakin efektif. Sinergi yang kuat menjadi fondasi utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mewujudkan Jawa Timur yang aman, tertib, dan kondusif,” pungkas Aipda Sigit “Hellboy”.

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.