AMI Tolak Wacana Pemekaran Dapil Surabaya, Jangan Jadikan Demokrasi Sebagai Arena Kepentingan Politik

Surabaya, Cakrawalajatim.news – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aliansi Madura Indonesia (AMI) secara tegas menyatakan menolak wacana pemekaran daerah pemilihan (dapil) di Kota Surabaya. AMI menilai kebijakan tersebut bukan merupakan kebutuhan mendesak masyarakat dan berpotensi menimbulkan polemik baru dalam proses demokrasi.

Ketua Umum DPP AMI, Baihaki Akbar, menegaskan bahwa pembahasan mengenai pemekaran dapil seharusnya tidak menjadi prioritas ketika masyarakat masih dihadapkan pada berbagai persoalan, mulai dari lapangan pekerjaan, kemiskinan, pelayanan publik, hingga dugaan penyalahgunaan anggaran yang perlu mendapat perhatian serius.

“Kami menolak wacana pemekaran dapil apabila hanya didasarkan pada kepentingan politik tertentu. Demokrasi harus dibangun untuk memperkuat representasi rakyat, bukan menjadi instrumen yang justru membuka ruang kepentingan segelintir pihak,” tegas Baihaki.

Menurutnya, perubahan konfigurasi dapil harus memiliki dasar yang kuat, transparan, serta benar-benar bertujuan meningkatkan kualitas keterwakilan masyarakat, bukan sekadar mengubah peta politik menjelang kontestasi pemilu.

AMI juga mengingatkan agar penyelenggara pemilu tetap menjaga independensi dan tidak mengambil kebijakan yang dapat memunculkan persepsi publik bahwa perubahan dapil dilakukan untuk menguntungkan pihak atau kelompok politik tertentu.

“Jangan sampai energi bangsa dihabiskan untuk membahas perubahan dapil, sementara persoalan yang langsung dirasakan masyarakat belum terselesaikan rakyat membutuhkan solusi konkret, bukan manuver politik yang berpotensi menambah beban demokrasi,” lanjutnya.

AMI mendesak seluruh pihak agar lebih mengedepankan kepentingan masyarakat luas daripada kepentingan elektoral.

Menurut organisasi tersebut, apabila memang akan dilakukan perubahan dapil, prosesnya harus melalui kajian akademis yang komprehensif, melibatkan partisipasi publik secara luas, serta dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan moral.

“AMI akan mengawal setiap kebijakan yang berkaitan dengan demokrasi agar tetap berpihak kepada rakyat, bukan kepada kepentingan politik sesaat. Demokrasi adalah milik rakyat, sehingga setiap perubahan sistem harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan justru menimbulkan kecurigaan dan perpecahan,” tutup Baihaki.

Dekapan Hangat di Hari Asyura, Pimpinan Redaksi Sindoraya.com Santuni Anak Yatim

Surabaya, Cakrawalajatim.news – Keluarga Besar Samsul Arifin menggelar santunan bagi anak yatim piatu dalam rangka memperingati 10 Muharram 1448 Hijriah atau Idul Yatama. Kegiatan berlangsung di Darul Aitam Sidogiri (DAS), Jalan Banowati I No. 25–29, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, Surabaya, Jumat (26/6/2026).

Peringatan 10 Muharram di Indonesia identik dengan tradisi menyantuni anak yatim piatu. Selain itu, masyarakat juga mengisi momen tersebut dengan membahagiakan dan mengusap kepala anak yatim sebagai wujud kasih sayang serta kepedulian sosial.

Dalam kegiatan tersebut, Samsul Arifin hadir bersama istrinya, Nurhayati, serta ibundanya. Muhdi, salah satu pengasuh santri di Darul Aitam Sidogiri (DAS), menyambut kedatangan mereka di Gedung Darul Khidmah Sidogiri, Jalan Bolodewo No. 26, Surabaya. Selanjutnya, rombongan mengikuti rangkaian kegiatan bersama anak-anak yatim.

Darul Aitam Sidogiri merupakan lembaga pendidikan khusus anak yatim berbasis pesantren. LAZ Sidogiri bersama pengelola setempat membina lembaga tersebut sekaligus menyediakan santunan dan pendidikan gratis bagi anak-anak yatim.

Samsul Arifin, Pimpinan Redaksi Sindoraya.com, mengatakan peringatan 10 Muharram menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial. Ia mengusung tema “Menebar Cinta, Mengukir Senyum Anak Yatim”. Melalui tema tersebut, ia berharap kegiatan ini membawa kebahagiaan sekaligus bantuan nyata bagi anak-anak yatim.

“Hari ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan pengingat bagi kita semua untuk memuliakan anak yatim. Kami ingin mereka merasakan kehangatan keluarga dan dukungan penuh dari lingkungan sekitar,” ujar Samsul.

Setelah berbincang bersama para pengurus dan pengasuh, seluruh peserta melanjutkan rangkaian kegiatan dengan doa bersama. Para ustaz memimpin doa tersebut, sedangkan puluhan anak yatim mengikutinya. Suasana berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur.

Usai doa bersama, Samsul Arifin bersama istri dan ibundanya menyerahkan santunan kepada setiap anak yatim. Selanjutnya, mereka mengusap kepala dan dahi anak-anak satu per satu sebagai simbol kasih sayang dan perhatian. Tradisi itu menjadi doa agar mereka tumbuh saleh, mandiri, dan berakhlak mulia.

Melalui kegiatan tersebut, pihak Darul Aitam Sidogiri berharap santunan itu membantu memenuhi kebutuhan harian sekaligus menunjang biaya pendidikan anak-anak yatim. Mereka juga mengapresiasi kepedulian Samsul Arifin beserta keluarganya. Selain itu, mereka berharap kegiatan berbagi seperti ini terus berlanjut pada masa mendatang.

Seusai penyerahan santunan, Muhdi, salah satu pengasuh santri di Darul Aitam Sidogiri (DAS), mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam menyantuni anak yatim pada Hari Asyura atau 10 Muharram. Menurutnya, orang yang memelihara dan memperhatikan anak yatim akan dekat dengan Rasulullah SAW, sebagaimana dekatnya jari telunjuk dan jari tengah.

“Semoga dengan apa yang kalian lakukan di malam ini akan mendapatkan keberkahan dalam hidup, serta diberikan keselamatan dari dunia hingga ke akhirat,” ucap Muhdi. Samsul Arifin beserta keluarganya kemudian mengaminkan doa tersebut.

 

Penulis, Ibad Editor, Redaksi

Kontingen Merah Putih Catat Prestasi Membanggakan di IFMA Senior World Championships 2025

MALAYSIA, Cakrawalajatim.news – Kontingen Muaythai Indonesia mencatatkan hasil membanggakan pada ajang IFMA Senior World Championships 2025 yang berlangsung di Malaysia pada 16–26 Juni 2026.

Kejuaraan dunia yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai negara tersebut menjadi panggung bagi Indonesia untuk kembali menunjukkan kualitas dan daya saing di level internasional.

Pada kejuaraan kali ini, Indonesia berhasil meraih total tiga medali perak dan empat medali perunggu. Tidak ada medali emas yang diraih kontingen Merah Putih pada ajang tersebut.

Tiga medali perak dipersembahkan oleh Aldento pada nomor Waikru Male Elite, Gina dan Kalya pada nomor Mai Muay Senior U-24, serta Elijah pada kategori School U-16.

Sementara empat medali perunggu diraih oleh Dzakiah pada nomor Waikru Elite, Zahra pada nomor Waikru Senior U-24, Redho Rocky pada nomor Male Elite 51 kilogram, dan Fausta pada nomor Female U-24 48 kilogram.

Ketua Umum Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI), AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas perjuangan seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang telah memberikan hasil terbaik bagi Indonesia.

β€œCapaian ini patut kita syukuri dan menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Para atlet telah menunjukkan dedikasi, disiplin, semangat juang, dan mental bertanding yang luar biasa di tengah persaingan para atlet terbaik dunia. Mereka telah membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing dan berdiri sejajar dengan negara-negara kuat Muaythai internasional,” ujar LaNyalla.

Menurutnya, hasil yang diraih merupakan buah dari kerja keras dan proses pembinaan yang terus dilakukan PBMI bersama seluruh pengurus provinsi, pelatih, dan stakeholder olahraga nasional.

β€œKejuaraan dunia ini bukan hanya tentang medali, tetapi juga tentang membangun tradisi prestasi, memperkuat pengalaman internasional atlet, dan meningkatkan kualitas pembinaan atlet nasional. Kami akan terus memperkuat pembinaan agar Indonesia semakin kompetitif di level dunia dan mampu meraih hasil yang lebih besar pada kejuaraan-kejuaraan mendatang,” tegas LaNyalla.

Sekretaris Jenderal PBMI, Azwan Karim, menilai capaian ini menjadi bukti bahwa program pembinaan Muaythai Indonesia berjalan ke arah yang tepat.

β€œHasil ini sangat berharga karena diraih di level persaingan dunia yang sangat ketat. Selain menghasilkan medali, kejuaraan ini memberikan pengalaman penting bagi atlet untuk terus berkembang. Kami akan terus memperkuat pembinaan dan dukungan agar prestasi Muaythai Indonesia semakin meningkat,” ujar Azwan Karim.

LaNyalla juga memberikan apresiasi kepada International Federation of Muaythai Associations (IFMA) atas penyelenggaraan kejuaraan yang berlangsung dengan baik dan menjunjung tinggi nilai persahabatan serta persatuan antarbangsa.

Hasil yang diraih di IFMA Senior World Championships 2025 menjadi modal berharga bagi Muaythai Indonesia dalam menatap agenda internasional berikutnya, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan yang terus berkembang dalam peta persaingan Muaythai dunia.(*)

Pelaksanaan Program MBG di Tambelangan Dua Nur Rizki Jadi Sorotan, Wali Murid Minta Evaluasi Menu dan Porsi

SAMPANG, Cakrawalajatim.news -Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Trisakti An Najah, Barung Gagah, Kecamatan Tambelangan, kembali menjadi sorotan sejumlah orang tua siswa dan warga setempat.

Keluhan yang disampaikan berkaitan dengan menu makanan yang diberikan kepada siswa. Sejumlah wali murid menilai komposisi makanan berupa ikan, telur, sayuran kacang hijau, serta tempe goreng masih perlu dievaluasi karena dianggap belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan gizi secara seimbang. Selain itu, sebagian orang tua juga menyoroti porsi makanan yang dinilai masih perlu disesuaikan dengan kebutuhan anak usia sekolah.

 

Program tersebut diketahui disiapkan oleh SPBG Tambelangan Dua Nur Rizki. Menurut sejumlah wali murid, variasi menu yang diberikan dinilai belum cukup beragam sehingga muncul kekhawatiran bahwa kebutuhan nutrisi harian siswa untuk menunjang energi dan konsentrasi selama mengikuti kegiatan belajar belum terpenuhi secara optimal.

Para orang tua berharap dilakukan evaluasi terhadap jenis menu, variasi makanan, serta porsi yang diberikan agar tujuan Program MBG dalam mendukung pemenuhan gizi anak sekolah dapat berjalan lebih maksimal.

Terkait informasi yang beredar di masyarakat mengenai menu tersebut, juga muncul keterangan bahwa oknum ikut”terdapat pihak yang disebut sebagai oknum yang memberikan tanggapan awal kepada media.

Dalam penyampaian itu, disebutkan adanya permintaan agar pemberitaan tidak dilanjutkan oleh oknum tersebut. Namun,Hingga berita ini diturunkan,
belum terdapat keterangan resmi dari pihak penyelenggara maupun instansi terkait mengenai evaluasi menu ataupun dugaan adanya penyelewengan.

 

Penulis, Topan / Editor, Redaksi

Dugaan Sunat Dana Reses Kembali Mencuat, Kegiatan Anggota Fraksi PAN Jadi Sorotan

Surabaya, Cakrawalajatim.news – Dugaan pemotongan anggaran reses kembali menjadi sorotan di Kota Surabaya. Kali ini, kegiatan reses anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PAN, Juliana Evawati, yang digelar pada 2 Juni 2026 di RT 06 RW 12, Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, menuai pertanyaan dari warga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan tersebut dihadiri sekitar 100 peserta. Namun sejumlah warga mengaku hanya menerima nasi kotak dan gula pasir 1 kilogram setelah mengikuti kegiatan serap aspirasi tersebut.

Kondisi itu kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait penggunaan anggaran reses yang dialokasikan untuk kegiatan tersebut.

Pasalnya, reses merupakan agenda resmi anggota DPRD yang dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagai sarana menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Dalam pelaksanaannya, anggaran reses umumnya digunakan untuk menunjang berbagai kebutuhan kegiatan, mulai dari konsumsi peserta, perlengkapan acara, dokumentasi, administrasi, hingga kebutuhan operasional lainnya. Karena menggunakan uang negara, setiap penggunaan anggaran wajib dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sejumlah warga berharap adanya keterbukaan mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat. Mereka menilai transparansi penting untuk memastikan seluruh anggaran yang telah dialokasikan benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum DPP AMI, Baihaki Akbar, meminta adanya keterbukaan terkait penggunaan anggaran reses serta pengawasan yang lebih ketat terhadap pelaksanaannya.

“Dana reses adalah uang rakyat yang bersumber dari APBD. Karena itu penggunaannya harus transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Jika muncul pertanyaan dari masyarakat, maka perlu ada penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan dugaan adanya pemotongan atau penyimpangan anggaran,” tegas Baihaki Akbar, SE., SH.

Menurutnya, kegiatan reses seharusnya menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan yang nantinya diperjuangkan oleh wakil rakyat di DPRD. Oleh karena itu, pelaksanaannya harus mencerminkan prinsip akuntabilitas dan keterbukaan kepada publik.

AMI juga meminta Sekretariat DPRD Kota Surabaya untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan reses agar seluruh anggaran yang telah dialokasikan benar-benar dimanfaatkan sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Juliana Evawati belum memberikan keterangan resmi terkait informasi tersebut.

Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi dari pihak yang bersangkutan.

 

Penulis, Suhaili / Editor, Redaksi

Belasan Wartawan Menunggu Atensi Konferensi Pers Polda Jatim Hingga Dua Jam, Keluarga di Rumah Turut Menanti

SURABAYA, Cakrawalajatim.news – Belasan wartawan dari berbagai media massa terlihat masih bertahan di lingkungan Bidang Humas Polda Jawa Timur pada Selasa malam usai mengikuti konferensi pers terkait pemaparan hasil pengungkapan ratusan kasus kriminal selama periode Mei 2026 yang disampaikan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Nanang Avianto. Selasa (2/6/2026).

Sejak sekitar pukul 17.00 WIB, para jurnalis menunggu informasi lanjutan dan atensi yang dijanjikan setelah kegiatan konferensi pers berakhir. Namun hingga mendekati pukul 19.00 WIB, sejumlah wartawan mengaku masih belum memperoleh kepastian terkait informasi yang ditunggu.

Penantian yang berlangsung cukup lama tersebut tidak hanya berdampak pada aktivitas peliputan para wartawan, tetapi juga keluarga mereka di rumah. Beberapa jurnalis mengaku telah menerima telepon dan pesan dari istri maupun anggota keluarga yang menanyakan kapan mereka pulang, mengingat jam kerja seharusnya telah berakhir.

“Di rumah keluarga sudah menunggu. Ada yang harus menjemput anak, ada yang sudah ditunggu untuk makan malam bersama keluarga. Namun karena masih menunggu kepastian atensi, kami tetap bertahan di lokasi,” ungkap salah seorang wartawan yang enggan disebutkan namanya.

Meski demikian, para awak media tetap menunjukkan sikap profesional dengan menunggu secara tertib. Mereka berharap komunikasi dan koordinasi terkait agenda pasca-konferensi pers dapat lebih efektif sehingga tidak menimbulkan ketidakpastian bagi para jurnalis yang memiliki tanggung jawab pekerjaan sekaligus kewajiban terhadap keluarga.

Menurut sejumlah wartawan, hubungan baik antara institusi kepolisian dan media selama ini telah terjalin dengan baik. Karena itu, mereka berharap ke depan setiap agenda yang melibatkan media dapat disertai informasi yang jelas terkait jadwal maupun mekanisme penyampaian materi pendukung, sehingga waktu para jurnalis dapat lebih dihargai.

Dalam konferensi pers sebelumnya, Kapolda Jatim menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan berbagai tindak kriminal tidak lepas dari partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Semangat kolaborasi tersebut, menurut wartawan, juga perlu diwujudkan dalam hubungan kemitraan yang saling menghormati antara kepolisian dan insan pers.

Hingga berita ini ditulis, belasan wartawan masih menunggu kepastian terkait atensi yang dijanjikan setelah konferensi pers selesai. Sementara itu, di rumah masing-masing, keluarga mereka juga masih menanti kepulangan para jurnalis yang sejak sore menjalankan tugas peliputan demi menyampaikan informasi kepada masyarakat.

 

Penulis, Tim / Editor, Redaksi

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.