Peringati Hari Pers Nasional, Sindoraya.com dan Informasi-Realita.net Gelar Rakerma dan Bagi Sembako untuk Kaum Dhuafa di Surabaya

SURABAYA, Cakrawalajatim.news – Masih dalam suasana memperingati Hari Pers Nasional (HPN), media Sindoraya.com bersama Informasi-Realita.net menggelar kegiatan Rapat Kerja Bersama (Rakerma) sekaligus aksi sosial pembagian sembako kepada kaum dhuafa dan janda tidak mampu. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Makan Ayam Bakar Prima Rasa, Jalan Kusuma Bangsa 3A, Ketabang, Genteng, Surabaya, Minggu(15/02/2026).

Acara dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dan dihadiri sejumlah pimpinan redaksi dan jajaran direktur media nasional serta lokal. Tampak hadir Direktur Umum Ahmad Bunadiono (Habib) dari media Targetnews.id sekaligus Sindoraya.com, Kukuh Setya dari media Brilliannews.id, Dirut Hasan Fanzuri dari media Informasi-Realita.net, Pimpinan Redaksi Datacyber.id Eko Andika, Saniman dari Beritawarga.net, Mohammad Fuad dari Matarakyat.net, serta sejumlah jurnalis dan rekan media di Surabaya.

Kegiatan Rakerma ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antarredaksi sekaligus meningkatkan profesionalisme insan pers dalam menjalankan fungsi jurnalistik yang independen, berimbang, dan bertanggung jawab.

Selain rapat kerja, kedua media juga menyalurkan bantuan sembako sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat kurang mampu, khususnya kaum dhuafa dan para janda yang membutuhkan uluran tangan.

Ali Saputra, selaku Wakil Pimpinan Redaksi Informasi-Realita.net, dalam penyampaiannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi juga wujud nyata kepedulian media terhadap masyarakat.

“Momentum Hari Pers Nasional ini kami manfaatkan untuk memperkuat soliditas redaksi sekaligus berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Media bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga harus hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Ali Saputra.

Sementara itu, Samsul Arifin, selaku Pimpinan Redaksi Sindoraya.com, menyampaikan bahwa Rakerma ini bertujuan memperkuat kolaborasi program kerja antar media sekaligus mempererat tali silaturahmi antar jurnalis.

“Kegiatan ini bertujuan untuk kolaborasi program kerja ke depan, sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan memperkuat kebersamaan insan pers di Surabaya.
Harapannya, sinergi ini bisa melahirkan karya jurnalistik yang lebih berkualitas dan bermanfaat bagi publik,” ungkap Samsul Arifin.

Acara berlangsung dengan penuh keakraban dan ditutup dengan diskusi ringan antar pimpinan redaksi serta jurnalis, sebagai upaya mempererat hubungan antar media dalam menjaga profesionalisme pers di era digital.

 

Penulis, Topan / Editor, Redaksi

Satgas Saber Polda Jatim Teken Komitmen, Jamin Stabilitas Harga dan Mutu Jelang Ramadan

SURABAYA, Cakrawalajatim.news – Satuan Tugas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Polda Jawa Timur (Jatim) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Penandatanganan Komitmen bersama para pemangku kepentingan di Ruang Rapat Ditreskrimsus Polda Jatim, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan yang tersebut dipimpin langsung oleh Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Roy H.M. Sihombing bersama Deputi III Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI Andriko Noto Susanto melalui zoom meeting.

Rakor ini dihadiri unsur internal Polda Jatim, perwakilan instansi pemerintah dan pelaku usaha pangan, mulai dari Perum Bulog Jatim, Disperindag Provinsi Jatim, DPMPTSP, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, hingga sejumlah perusahaan produsen dan distributor pangan, asosiasi, koperasi, dan paguyuban peternak di Jawa Timur.

Dalam arahannya, Kombes Pol Roy H.M. Sihombing menyampaikan bahwa pembentukan Satgas Saber Pangan merupakan tindak lanjut dari perintah Menteri Pertanian guna memastikan stabilitas harga, keamanan, serta mutu pangan tetap terjaga.

“Bapak Menteri Pertanian telah memberikan perintah untuk membentuk Satgas Saber. Kami berharap seluruh pihak yang hadir berkomitmen dalam pengendalian harga, keamanan, dan mutu pangan di Jawa Timur,” kata Kombes Pol Roy.

Ia menambahkan, posko Satgas siap memberikan fasilitasi kepada produsen maupun distributor dalam proses distribusi guna menjamin pasokan yang aman dan lancar di tengah masyarakat.

“Posko siap memfasilitasi proses distribusi agar pasokan terjamin. Selain itu, mutu produk yang diproduksi juga harus tetap dipertahankan,” ujarnya.

Dirreskrimsus Polda Jatim juga menegaskan bahwa Satgas akan mengedepankan langkah preemtif dan preventif, termasuk kontrol langsung di lapangan serta penguatan komitmen bersama antarinstansi dan pelaku usaha.

Selain itu, operasi pasar dan penegakan hukum akan dilakukan secara tegas dan terukur.

“Cara bertindak kami mulai dari preemtif, kontrol langsung di lapangan, preventif, hingga penegakan hukum. Sanksi bisa berupa teguran, administrasi, sampai tindak pidana apabila ditemukan pelanggaran,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi III Bapanas RI Andriko Noto Susanto menekankan pentingnya sinergi antar instansi dalam menjaga stabilitas pangan, khususnya menjelang Ramadan.

“Masing-masing instansi memiliki peran dan tugasnya. Secara umum, beberapa bahan pokok penting dalam kondisi aman dan ketersediaannya sangat mencukupi. Hanya pada komoditas cabai rawit yang menunjukkan beberapa kondisi produksi kurang,” ungkap Andriko.

Ia juga menyampaikan arahan Presiden RI agar harga-harga kebutuhan pokok yang biasanya mengalami kenaikan menjelang Ramadan dapat dikendalikan dan tetap stabil.

“Pak Presiden ingin membalik arah. Harga-harga yang biasa naik menjelang Ramadan diharapkan bisa stabil. Pangan, transportasi, dan energi menjadi fokus Presiden dalam menjamin stabilitas nasional,” tegasnya.

Melalui rakor dan penandatanganan komitmen ini, Satgas Saber Pangan Jawa Timur menegaskan keseriusannya dalam mengawal distribusi, harga, serta mutu pangan, guna memberikan kepastian dan perlindungan bagi masyarakat menjelang momentum hari besar keagamaan nasional.

 

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Putra Pertama Jurnalis Musthofa Liputan Surabaya Rayakan Ulang Tahun ke-1, Penuh Doa dan Harapan

Surabaya, Cakrawalajatim.news – Tangis kecil yang dulu mengawali kehadiran Muhammad Rayyan Zaini Musli di tengah keluarga kini telah berganti dengan tawa ceria yang menghangatkan suasana rumah. Putra pertama dari Bapak Musthofa, jurnalis liputansurabaya.id, genap berusia satu tahun. Sebuah usia yang mungkin masih belia, namun sarat makna bagi perjalanan sebuah keluarga.

Perayaan ulang tahun pertama Rayyan digelar sederhana namun penuh kekhidmatan. Tidak ada pesta mewah atau gemerlap dekorasi berlebihan. Yang ada hanyalah doa, senyum tulus, dan kebersamaan keluarga besar yang berkumpul untuk mengucap syukur atas satu tahun perjalanan tumbuh kembang sang buah hati.

Sejak awal acara, suasana terasa hangat. Keluarga duduk melingkar, memanjatkan doa bersama. Di tengah lantunan doa, Musthofa tampak menggendong Rayyan dengan penuh kasih. Sebagai seorang jurnalis yang terbiasa berada di garis depan pemberitaan, momen ini menjadi sisi lain kehidupannya—lebih personal, lebih emosional, dan jauh dari hiruk-pikuk dunia liputan.

“Semoga Rayyan menjadi anak yang sholeh, pintar, berbakti kepada kedua orang tua, serta berguna bagi nusa dan bangsa,” tutur Musthofa lirih, namun penuh keyakinan.

Bagi keluarga, usia satu tahun bukan sekadar angka. Ini adalah fase penting dalam tumbuh kembang anak—belajar berdiri, melangkah, mengenal suara, dan merespons dunia sekitarnya. Setiap perkembangan kecil Rayyan menjadi cerita tersendiri yang menguatkan ikatan keluarga.

Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama keluarga. Hidangan sederhana tersaji di meja, menjadi simbol syukur atas nikmat kehidupan yang telah diberikan. Tawa anak-anak yang berlarian dan percakapan hangat antaranggota keluarga menambah kekhidmatan suasana.

Sebagai putra pertama, Rayyan memikul harapan besar keluarga. Namun di balik harapan itu, tersimpan tekad orang tua untuk mendidiknya dengan nilai-nilai agama, akhlak, dan kecerdasan. Musthofa menyadari bahwa tanggung jawab membesarkan anak bukan hanya soal memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga membentuk karakter dan integritas.

Di tengah kesibukannya meliput berbagai persoalan sosial dan dinamika kota Surabaya, Musthofa menegaskan bahwa keluarga tetap menjadi prioritas utama. “Karier penting, tapi keluarga adalah segalanya,” ungkapnya kepada kerabat yang hadir.

Momentum ulang tahun pertama ini pun menjadi refleksi perjalanan setahun terakhir—tentang begadang menemani anak sakit, tentang senyum pertama yang tak terlupakan, hingga langkah kecil yang mulai mantap menapaki lantai rumah.

Di akhir acara, keluarga kembali memanjatkan doa agar Muhammad Rayyan Zaini Musli tumbuh menjadi generasi penerus yang kuat, berakhlak mulia, dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Sebuah harapan sederhana namun penuh makna, lahir dari cinta orang tua kepada anaknya.

Satu tahun telah berlalu. Langkah kecil Rayyan hari ini menjadi awal dari perjalanan panjang kehidupan. Di tengah doa dan kebersamaan keluarga, terselip keyakinan bahwa masa depan cerah tengah menanti putra pertama jurnalis Liputan Surabaya itu.

Selamat ulang tahun yang pertama, Muhammad Rayyan Zaini Musli. Semoga setiap jejak langkahmu kelak menjadi kebanggaan keluarga, agama, dan bangsa.

 

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Ribuan Santri Nurul Hidayah Gelar Pawai Akbar, Omben Dipenuhi Antusiasme Warga

Sampang, Cakrawalajatim.news — Ribuan siswa-siswi serta santri dari RA, MI, MTs, hingga MA Yayasan Pendidikan Islam Nurul Hidayah Desa Temuran menggelar Pawai Akbar yang menyedot perhatian masyarakat Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, pada Minggu (08/02/2025). Antusiasme warga begitu tinggi hingga ruas jalan raya Omben dipadati penonton.

Pawai tersebut diikuti oleh ribuan santri yang berjalan kaki secara beriringan sambil mengibarkan bendera Merah Putih, lambang Garuda Pancasila, serta membawa foto Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Tak hanya itu, para peserta juga membawa foto almarhum sesepuh dan pendiri Yayasan Nurul Hidayah sebagai bentuk penghormatan, sembari melantunkan shalawat sepanjang rute pawai.

Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya drumband yang didatangkan oleh para alumni Nurul Hidayah angkatan 2018. Iringan musik tersebut berpadu dengan daol dugdug khas Madura yang didatangkan dari Kabupaten Pamekasan, sehingga menghibur masyarakat Omben dengan berbagai atraksi selama pawai berlangsung.

Ketua Yayasan Pendidikan Islam Nurul Hidayah, KH. Zahir Afnani, menegaskan bahwa kegiatan pawai ini merupakan agenda rutin tahunan dan menjadi momen istimewa bagi para santri.

“Pawai ini adalah hari rayanya santri Nurul Hidayah yang kami laksanakan setiap tahun. Bukan sekadar hiburan, tetapi ini adalah haflah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. Di sinilah anak-anak belajar tampil, berani, dan percaya diri, namun tetap berlandaskan akhlakul karimah. Ini bagian dari ikhtiar kami menanamkan kecintaan pada ilmu, adab, dan nilai-nilai Islam sejak dini,” tutur KH. Zahir.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan permohonan maaf kepada berbagai pihak atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para alumni Nurul Hidayah, seluruh wali santri, serta masyarakat Kecamatan Omben yang telah mendukung acara ini hingga selesai. Kami juga memohon maaf kepada para pengguna jalan atas ketidaknyamanan akibat arus lalu lintas yang sempat tersendat selama pawai berlangsung,” ujarnya.

Lebih lanjut, KH. Zahir turut menyampaikan penghargaan kepada aparat kepolisian.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polsek Omben yang telah mengatur lalu lintas dengan baik sehingga pawai berjalan aman dan lancar. Semoga Allah SWT membalas kebaikan tersebut. Amin,” pungkasnya.

Pawai Akbar ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi santri serta wujud kebersamaan antara lembaga pendidikan, alumni, dan masyarakat Kecamatan Omben.

 

Penulis, Topan / Editor, Redaksi

*Presiden RI Prabowo Didampingi Gubernur Khofifah ubianto Hadiri MujKubro Satu Abad NU di Malang, Tegaskan Peran Nahdlatul Ulama Sebagai Pilar Persatuan Indonesia

MALANG, Cakrawalajatim.news – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri puncak peringatan satu abad Nahdlatul Ulama (NU) dalam rangkaian Mujahadah Kubro yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (8/2).

Mujahadah Kubro yang berlangsung selama dua hari yaitu 7–8 Februari 2026, diikuti puluhan ribu warga Nahdliyin dari berbagai daerah. Kegiatan diisi doa bersama, dzikir, serta refleksi kebangsaan dengan tema “Memperkokoh Jam’iyyah, Tradisi, dan Kontribusi dalam Mengembangkan Peradaban.”

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas peran besar Nahdlatul Ulama dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, NU menjadi salah satu pilar penting dalam perjalanan bangsa.

“NU selalu menjaga persatuan. Jika Negara dalam bahaya, NU selalu tampil bagi bangsa Indonesia,” tegasnya.

Presiden Prabowo juga mengapresiasi konsistensi NU dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Menurutnya, nilai-nilai toleransi yang dijunjung NU sejalan dengan cita-cita para pendiri bangsa.

“NU diharapkan terus memberikan contoh toleransi terhadap umat beragama. Saya yakin NU akan terus menjaga bangsa dan semua ummat agama tanpa pandang bulu sesuai dengan cita cita para pendiri bangsa,” katanya.

“Terima Kasih atas peran NU dalam menjaga kedamaian dan stabilitas di Republik Indonesia. Dimana Indonesia dalam bahaya NU selalu menjadi penyejuk dan menjadi terdepan menjaga NKRI,” imbuhnya.

Senada dengan Presiden, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama telah membuktikan diri sebagai organisasi keagamaan dan kebangsaan yang mampu bertahan dan terus relevan selama satu abad perjalanan bangsa Indonesia. NU dinilai konsisten menjaga tradisi, toleransi, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan peradaban nasional.

“NU mengedepankan Islam moderasi, Islam wasathiyah, yang menjaga toleransi, tradisi kenusantaraan dan turut berkontribusi mengembangkan peradaban lewat lembaga-lembaga pendidikan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, NU memiliki jaringan pesantren yang sangat luas, baik pesantren tradisional maupun modern, yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Pesantren-pesantren tersebut menjadi pusat pengembangan keilmuan Islam sekaligus ruang pembentukan karakter umat.

“Banyak pesantren sebagai tempat bertumbuh, mengembangkan peradaban, membekali pribadi-pribadi dengan ilmu pengetahuan dan ilmu agama,” jelasnya.

Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa di usia satu abad, NU telah tumbuh menjadi rumah besar umat yang memberdayakan dan mengayomi masyarakat lintas latar belakang. Semangat Islam moderasi yang terus dirawat NU dinilainya menjadi perekat dalam keberagaman Indonesia.

“Ibarat rumah, NU itu rumah besar, yang kokoh dan penuh toleransi, mampu memberikan keteduhan dan kenyamanan,” katanya.

Menurut Khofifah, dinamika internal yang terjadi dalam perjalanan NU justru menjadi kekuatan, karena organisasi ini mampu menjaga keharmonisan serta merangkul berbagai kalangan, termasuk pihak di luar NU, untuk bersama-sama merawat persatuan bangsa.

“NU terbuka dengan banyak hal, teguh menjaga tradisi dan mengedepankan rahmatan lil alamin,” jelasnya.

Sebagai Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah juga menegaskan bahwa NU telah melalui perjalanan panjang dan kini berada pada fase penting untuk merawat sekaligus melanjutkan warisan perjuangan para pendirinya.

“NU menjadi wadah kekuatan besar dan strategis bagi bangsa Indonesia,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa Jam’iyyah Nahdlatul Ulama yang didirikan pada tahun 1926 tidak diperuntukkan bagi kelompok tertentu semata, melainkan untuk seluruh umat Islam di Indonesia.

“NU bukan hanya untuk orang-orang yang memahami Ahlussunnah wal Jamaah secara khusus, tetapi menjadi rumah umat Islam secara keseluruhan,” tegasnya.

Di sisi lain, Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Kota Malang. Ia menyebut dukungan datang tidak hanya dari warga Nahdliyin, tetapi juga dari berbagai elemen masyarakat.

“Sekolah-sekolah di sekitar Stadion Gajayana, bahkan pengurus gereja, dengan penuh kearifan dan toleransi bersedia menyesuaikan jadwal kegiatan demi kelancaran Mujahadah Kubro ini,” ungkapnya.

Atas nama warga NU Jawa Timur, Gus Kikin juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Malang atas potensi ketidaknyamanan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Malang dan mohon maaf apabila selama beberapa hari ini terdapat gangguan aktivitas,” pungkasnya.

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Tambak Wedi Surabaya, Jaga Inflasi dan Stabilisasi Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan

SURABAYA, Cakrawalajatim.news – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar Pasar Murah di Lapangan Tambak Wedi Kec. Kenjeran, Kota Surabaya, Jumat (6/2) pagi, sebagai upaya stabilisasi harga bahan pokok bagi masyarakat di berbagai daerah.

Pasar Murah ini digelar sebagai langkah konkret Pemprov Jatim dalam memperluas jangkauan pelayanan kebutuhan pokok kepada masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi menjelang meningkatnya permintaan pada momentum Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H.

“Ramadhan sudah semakin dekat, setidaknya kurang dua minggu lagi Insya Allah kita sudah masuk bulan suci Ramadhan lalu Hari Raya Idul Fitri. Tentu permintaan akan bahan pokok akan meningkat. Sehingga melalui Pasar Murah ini masyarakat bisa mendapat bahan baku yang terjangkau sekaligus mengendalikan inflasi dan stabilisasi harga,” ujar Khofifah.

Dalam Pasar Murah tersebut, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah harga pasar. Beras premium dijual seharga Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp 11.000 per kilogram, MinyaKita Rp13.000 per liter, serta telur ayam ras Rp22.000 per kemasan.

Selain itu, masyarakat juga dapat membeli tepung terigu seharga Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per kemasan.

Bahkan di Pasar Murah ini juga menjual Cabai rawit merah seharga Rp4.000 per 100 gram dan cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram.

“Tidak hanya kebutuhan pokok, tapi di Pasar Murah juga kita sediakan kebutuhan bumbu dapur dengan harga terjangkau,” terangnya.

Khofifah menuturkan, kegiatan Pasar Murah Pemprov Jatim adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dan telah digelar secara masif di berbagai daerah.

“Bersama-sama kita jaga pasokannya sehingga tetap aman. Harganya pun tetap ramah di kantong masyarakat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Khofifah juga menegaskan bahwa Pasar Murah Pemprov Jatim adalah komplementer bagi program dan tugas pemerintah kabupaten/kota dalam melayani masyarakat.

Khususnya juga di wilayah pinggiran dan Hinterland Kota Surabaya di kawasan Tambak Wedi ini. Dimana tujuannya, guna memperkuat upaya penanganan persoalan ekonomi di daerah.

“Ini sifatnya adalah komplementaritas dengan tugas-tugas Pemkab dan Pemkot. Jadi kita saling melapisi saja. Apa yang dilakukan Kab/Kota kita melapisi dengan Pasar Murah oleh Pemprov Jatim,” tegasnya.

Tak hanya menyediakan kebutuhan pokok, Pasar Murah Tambak Wedi juga diramaikan oleh stand Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Beragam produk dan jajanan turut ditawarkan dan mendapat sambutan antusias dari warga.

“Mudah-mudahan berkah manfaat untuk semua,” harapnya.

Sementara itu, Nur Hasanah (warga Tambak Wedi) mengaku sangat bersyukur karena selain bisa membeli sembako murah, ia juga mendapatkan beras gratis dari Gubernur Khofifah.

“Alhamdulillah tadi saya rencana mau beli beras dan minyak goreng dan malah mendapat gratis dari Ibu Gubernur,” terangnya.

Hal yang sama juga disampaikan Sunarsih. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya Pasar Murah karena selisih harga yang jauh dari normalnya di pasaran.

“Alhamdulillah murah sekali. Saya mau sekali kalau bisa setiap hari, tetap akan antri karena murah,” ucapnya antusias.

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.