Dugaan Provokasi Rumah Tangga di Demak, Oknum Ketua Pasopati Nusantara Jaya Jadi Sorotan

Demak, Cakrawalajatim.news – 14 September 2026,
Demak pada hari senin tanggal 14 September 2026 di Kabupaten Demak telah digemparkan dan dihebohkan adanya tindakan keji dan provokatif yang dilakukan oleh oknum ketua organisasi gabungan Media dan LSM Pasopati Nusantara Jaya terhadap keluarga dan istri dari Mantan Anggota Pasopati dengan berbagai trik dan intrik rayuan, ujaran kebencian dan fitnah yang dilontarkan oleh E.S alias E.HK terhadap seorang wanita yang bernama Riyanti yang merupakan istri dari mantan anggota Pasopati AM yang dalam hal ini membuat publik geram.

Pasopati Nusantara Jaya yang diketuai oleh E.S alias E.HK acapkali menjadi sorotan publik karena sejumlah aksinya sering sekali membuat keresahan tidak hanya kepada warga masyarakat luas, pemerintah daerah kabupaten Demak bahkan pihak Aparat Penegak Hukum juga.

Riyanti yang merupakan istri dari mantan anggota Pasopati secara tiba-tiba pagi hari sekira pukul 8 pagi pada hari senin tanggal 14 September 2026 telah ditelp dan di chat melalui media WhatsApp oleh E.S alias E.HK yang bertujuan untuk memberikan informasi berita yang nantinya akan membuat suasana rumah tangga yang tidak harmonis dan retaknya rumah tangga sang mantan anggota pasopati tersebut.

Hal ini sangat berpotensi adanya upaya merusak “Pagar Ayu” dan rumah tangga seseorang dengan fitnah keji tidak beralasan sehingga memicu perselisihan berujung perpecahan pasangan suami istri antara A.M dan Riyanti istrinya.

Publik akan menilai bagaimana hal tersebut secara tendensional ada tujuan apa sehingga oknum E.S alias E.HK berbuat tidak manusiawi seperti itu sehingga sangat merugikan dan menimbulkan konflik yang fatal.

Dilansir dari Media TargetNews.id

 

Penulis, TargetNews.id / Editor, Redaksi

Proyek Rp1,7 Miliar di Jl Kombes M. Duryat Tuai Sorotan, Keselamatan Pengguna Jalan Dipertanyakan

SURABAYA, Cakrawalajatim.news — Proyek pembangunan jalur pedestrian di Jalan Kombes Pol. Moh. Duryat, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, menuai sorotan. Proyek infrastruktur yang menggunakan anggaran publik tersebut diduga belum sepenuhnya memenuhi aspek keselamatan dan keterbukaan informasi di lokasi pekerjaan.

Pantauan di lapangan pada Selasa (15/9/2026) pagi menunjukkan sejumlah pekerja tengah melakukan pembongkaran serta penataan material beton pembatas jalan. Namun tidak terlihat rambu-rambu jalan. Kondisi tersebut menjadi perhatian mengingat aktivitas pekerjaan berlangsung di sisi jalan yang masih dilalui kendaraan. Meskipun tidak jauh di sekitar proyek ada Pos Polisi.

Situasi itu dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, baik bagi pekerja maupun pengguna jalan apabila tidak diantisipasi dengan pengamanan dan standar K3 yang memadai.

Saat dikonfirmasi salah satu pekerja menyebutkan proyek berlangsung dari kemarin mas, kemarin mulai membongkar dan sekarang lagi proses pemasangan. “Pekerjaan mulai mulai kemarin mas pembongkaran, ” Ucapnya.

Terpisah terkait persoalan tersebut, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), Ir. Hidayat Syah, MT. Saat dikonfirmasi belum memberi tanggapan.

Proyek ini menjadi perhatian masyarakat mengingat lokasinya berada di jalur yang cukup padat aktivitas. Masyarakat berharap pengerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai jadwal, kualitas pembangunan terjamin, dan akses pejalan kaki serta kendaraan tetap diperhatikan selama masa konstruksi agar tidak mengganggu aktivitas harian masyarakat.

Hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai jadwal penyelesaian akhir proyek. Kami akan terus memantau perkembangannya

 

Penulis, Tim / Editor, Redaksi

Ormas Garuda Bangkalan Konsolidasi, Targetkan Penguatan 9 DPC di Sejumlah Kecamatan

BANGKALAN, Cakrawalajatim.news – Ratusan anggota dan simpatisan Organisasi Masyarakat Garuda menggelar acara rutinan di Desa telang , Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Madura, pada Minggu, 13 September 2026.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 13.00 WIB ini menjadi agenda rutin bulanan Ormas Garuda untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota sekaligus membahas pembentukan 9 dpc di kabupaten bangkalan.
Di antaranya yang sudah terbentuk Socah, Kamal, Labeng, Burneh, tanjung bumi, arosbaya, sepuluh, tanah merah, Blega.

Acara diawali dengan pembacaan doa bersama, dilanjutkan sambutan dari sekjen dpp. Dan juga sama Penasehat DPW Bali Ormas.

Dalam sambutannya beliau menyampaikan pentingnya menjaga kekompakan, kedisiplinan, dan peran aktif ormas dalam membantu program pemerintah desa.

*”Ormas Garuda bukan hanya sekadar organisasi. Kita adalah keluarga besar yang punya tanggung jawab menjaga kamtibmas, membantu masyarakat, dan jadi garda terdepan dalam kegiatan sosial,”* tegasnya di hadapan peserta.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan aksi pencak silat , dan diskusi terkait persiapan ormas garuda kedepannya.
Yang juga dihadiri tokoh masyarakat dan tokoh agama KH. Bir Ali,Bin KH. Ralilur.

Antusiasme warga sekitar terlihat tinggi. Puluhan warga turut hadir menyaksikan dan mendukung kegiatan positif tersebut.

Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Seluruh peserta berkomitmen untuk terus menjaga nama baik organisasi dan berkontribusi nyata bagi masyarakat Kamal dan Bangkalan.

*”Mudah-mudahan dengan rutinan ini, Ormas Garuda semakin solid dan bermanfaat untuk Madura,”* ujar salah satu anggota.

 

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

DIDUGA MENGAKU PENGACARA, OKNUM KETUA LSM PASOPATI NUSANTARA JAYA DISOROT: DANA RATUSAN JUTA, PERKARA TANAH MANGKRAK

DEMAK, Cakrawalajatim.news — Dugaan praktik makelar kasus kembali menjadi sorotan. Seorang oknum Ketua LSM Pasopati Nusantara Jaya (Praja), Eko HK, diduga menerima dana ratusan juta rupiah dengan dalih membantu pengurusan perkara hukum, termasuk perkara dugaan pemalsuan dokumen tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHP.

Informasi yang beredar menyebutkan, dana yang diminta kepada pihak yang berkepentingan dalam perkara tersebut mencapai kisaran Rp150 juta hingga Rp250 juta. Namun, setelah dana diserahkan, perkara yang dijanjikan untuk diurus justru diduga mangkrak tanpa kejelasan penyelesaian.

DANA HABIS, PERKARA TAK KUNJUNG SELESAI

Salah satu perkara yang menjadi sorotan berkaitan dengan dugaan pemalsuan dokumen tanah. Dana yang disebut telah dikeluarkan mencapai Rp250 juta. Ironisnya, hingga kini perkara tersebut dikabarkan belum menunjukkan perkembangan sebagaimana yang diharapkan pihak pemberi dana.

Muncul dugaan bahwa dana tersebut tidak sepenuhnya digunakan untuk kepentingan pengurusan perkara, melainkan diduga dipakai untuk keperluan pribadi Eko HK. Tuduhan ini tentu perlu dibuktikan melalui bukti transaksi, keterangan para pihak, serta proses pemeriksaan oleh aparat penegak hukum.

MENGAKU PENGACARA, PADAHAL BUKAN ADVOKAT?

Persoalan lain yang turut dipertanyakan adalah dugaan klaim Eko HK sebagai pengacara dalam menjalankan aktivitas pengurusan perkara. Padahal, berdasarkan informasi yang disampaikan, Eko HK bukan pengacara maupun paralegal yang memiliki kewenangan untuk menjalankan fungsi advokasi sebagaimana profesi tersebut.

Jika benar terdapat pengakuan sebagai pengacara, penerimaan dana dengan janji pengurusan perkara, dan penggunaan dana untuk kepentingan pribadi, maka hal itu patut menjadi perhatian serius. Bukan hanya menyangkut dugaan kerugian materiil, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga swadaya masyarakat dan profesi hukum.

PUBLIK MENUNGGU KEJELASAN

Kasus ini menimbulkan pertanyaan besar: ke mana aliran dana ratusan juta rupiah tersebut, apa saja yang telah dilakukan untuk mengurus perkara, dan mengapa perkara yang dijanjikan justru diduga tidak kunjung selesai?

Pihak-pihak yang merasa dirugikan perlu menempuh jalur hukum dengan membawa bukti pembayaran, perjanjian, percakapan, serta dokumen perkara. Klarifikasi dari Eko HK juga penting untuk memberikan penjelasan mengenai status dana dan perkembangan perkara yang dipersoalkan.

Apabila dugaan tersebut terbukti, maka persoalan ini bukan sekadar perkara uang, melainkan menyangkut tanggung jawab, integritas, dan kepercayaan publik.

 

Penulis, Tim / Editor, Redaksi

Duduk Bersama, SBY dan Komunitas 9 Naga Tanjung Perak Sepakat Akhiri Polemik

Surabaya, Cakrawalajatim.news — Setelah delapan hari menunggu kejelasan terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai Komunitas 9 Naga Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya,

Berinisial (SBY) akhirnya menyampaikan permintaan maaf sekaligus memberikan klarifikasi atas pemberitaan yang sebelumnya dinilai menimbulkan ketidak nyamanan.

Dalam keterangannya, (SBY) menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas penyebaran informasi di media sosial yang dianggap kurang nyaman bagi pihak-pihak terkait.

“Saya meminta maaf sebesar-besarnya atas penyebaran berita yang kurang nyaman di media sosial, terkait Komunitas 9 Naga Tanjung Perak Surabaya,” ujar SBY Sabtu (13/9).

Menurut (SBY), setelah menunggu selama delapan hari, dirinya akhirnya mendapatkan penjelasan yang dinilai lebih akurat dan konkret mengenai persoalan tersebut.

Ia menyebut penjelasan tersebut disampaikan oleh humas Geranat’s ( Gerakan Rakyat Transportasi Online Jawa Timur ), Piki Wahyudi dan di dampingi Satrio Tarwojo, sebagai Ketua Komunitas 9 Naga Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Berdasarkan keterangan yang diterimanya, terdapat sejumlah informasi yang perlu diluruskan terkait data dan komunikasi antara penumpang dengan pengemudi Grab.

(SBY), juga mengakui adanya kesalahan dalam penyampaian informasi sebelumnya, termasuk pencantuman nomor telepon pribadinya yang berkaitan dengan komunikasi dengan penumpang bernama Christine_Elsada dan pengemudi Grab, Endry Sarbaini, yang disebut dengan panggilan Lawe.

“Saya mengakui kesalahan yang selama ini saya lakukan,setelah mendapatkan penjelasan yang akurat dan konkret, saya merasa perlu menyampaikan klarifikasi sekaligus meminta maaf,” ujarnya.

(SBY) berharap klarifikasi tersebut dapat menjadi penyelesaian atas informasi yang sebelumnya beredar di media sosial, sekaligus memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman lebih lanjut.

Sementara itu, Satrio atau yang akrab disapa Tiyok menyampaikan bahwa dirinya menghargai itikad baik SBY yang telah menyampaikan permintaan maaf dan klarifikasi secara terbuka.

Tiyok berharap klarifikasi tersebut dapat menjadi titik akhir dari kesalahpahaman yang sebelumnya berkembang di media sosial. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan komunikasi dan melakukan konfirmasi terlebih dahulu sebelum menyampaikan informasi kepada publik.

“Yang terpenting, persoalan ini sudah diklarifikasi. Kami menghargai permintaan maaf dari SBY dan berharap setelah ini tidak ada lagi kesalahpahaman maupun informasi yang dapat merugikan pihak mana pun,” ujar Tiyok.

Ia menegaskan bahwa penyelesaian secara baik dan komunikasi yang terbuka menjadi langkah penting agar persoalan serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

 

Penulis, Tim / Editor, Redaksi

Komunitas 9 Naga Tanjung Perak Buka Suara soal Polemik Akun Grab SBY

SURABAYA, Cakrawalajatim.news — Pernyataan seorang driver online berinisial SBY yang mengaku kecewa karena merasa tidak mendapatkan pembelaan dari Komunitas 9 Naga Tanjung Perak mendapat tanggapan dari pihak komunitas.

Ketua Komunitas 9 Naga Tanjung Perak, Satriyo, menyayangkan pernyataan SBY yang menilai dirinya tidak mendapatkan pembelaan dalam persoalan yang berujung pada sanksi terhadap akun Grab miliknya.

Menurut Satriyo, pengurus komunitas justru telah berupaya mengusahakan penyelesaian agar akun SBY dapat kembali digunakan secepat mungkin.

“Pengurus sudah berupaya mengusahakan yang terbaik agar akun tersebut bisa kembali secepatnya,” ujar Satriyo.

Satriyo menjelaskan, persoalan tersebut tidak sepenuhnya berada di tangan pengurus komunitas. Pasalnya, keputusan terkait sanksi atau pembukaan kembali akun merupakan kewenangan pihak aplikator dan dalam kasus tertentu harus melalui proses pemeriksaan di tingkat pusat.

Ia menilai persoalan yang terjadi seharusnya dapat disikapi dengan lebih tenang sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Menurutnya, komunikasi dan koordinasi tetap diperlukan agar permasalahan yang terjadi tidak berdampak terhadap hubungan antar-driver maupun stabilitas komunitas driver online di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak.

PIC Grab: Penanganan Berada di Pusat

Sementara itu, PIC Grab Surabaya Lutfi yang dikonfirmasi terkait status akun SBY membenarkan bahwa akun driver tersebut saat ini mendapatkan suspend.

Menurut PIC Grab Lutfi, persoalan tersebut berkaitan dengan beberapa hal yang saat ini masih dalam penanganan pihak pusat di Jakarta. Sementara tim Grab Surabaya, kata dia, hanya melakukan pemantauan terhadap proses tersebut.

“Benar, saudara SBY saat ini suspend. Ada beberapa masalah yang sedang ditangani pusat Jakarta. Kami yang di Surabaya hanya memonitor,” jelasnya (11/9).

Ia juga membenarkan bahwa sejumlah pengurus komunitas telah berupaya melakukan koordinasi dengan pihak Grab untuk membantu mempercepat penyelesaian persoalan tersebut.

Bahkan, beberapa pengurus disebut telah mendatangi Grab Driver Center (GDC) di kawasan Jalan Plaza Boulevard Pemuda, Surabaya, untuk menanyakan perkembangan terkait akun SBY.

Upaya tersebut dilakukan agar persoalan akun yang terkena suspend dapat segera mendapatkan kejelasan dan, apabila memenuhi ketentuan, dapat kembali dibuka.

Diminta Tidak Memperkeruh Situasi

Di sisi lain, Tiyok meminta seluruh pihak menyikapi persoalan tersebut dengan kepala dingin. Menurutnya, persoalan yang menyangkut satu driver sebaiknya tidak sampai mengganggu hubungan maupun stabilitas para driver online lainnya, khususnya yang beraktivitas di sekitar Pelabuhan Tanjung Perak.

“Kami berharap persoalan ini disikapi dengan dingin. Jangan sampai berkembang dan mengganggu stabilitas driver online di sekitar Pelabuhan Tanjung Perak,” ujarnya.

Pihak komunitas menegaskan bahwa upaya komunikasi dan koordinasi tetap dilakukan. Namun, keputusan akhir terkait status akun tetap berada pada kewenangan pihak Grab sesuai dengan sistem dan ketentuan yang berlaku.

Dengan demikian, komunitas berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi dan klarifikasi antara pihak-pihak terkait, tanpa saling menyudutkan maupun memperlebar persoalan.

 

Penulis, Tim / Editor, Redaksi

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.