Dugaan Pemangkasan Honor Posyandu di Desa Baruh, LSM Siap Tempuh Jalur Hukum

Sampang, Cakrawalajatim.news – Honor atau insentif kader Posyandu yang bersumber dari Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD) semestinya diterima secara rutin sebagai bentuk dukungan pemerintah desa terhadap layanan kesehatan masyarakat, pencegahan stunting, serta operasional Posyandu.

Namun, kondisi berbeda diduga terjadi di Desa Baruh, Kabupaten Sampang. Honor kader Posyandu yang seharusnya diterima setiap enam bulan sekali sebesar Rp600 ribu per orang, diduga tidak dibayarkan secara penuh oleh oknum mentor desa berinisial (A).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga mendatangi kediaman mentor tersebut pada Kamis, 22 Januari 2026, dan kembali mendatangi rumah yang bersangkutan pada Jumat, 23 Januari 2026. Dari pertemuan itu, para kader hanya menerima Rp600 ribu untuk satu tahun, padahal seharusnya total honor yang diterima mencapai Rp1.200.000 per orang. Pihak mentor disebut menjanjikan sisa pembayaran akan diberikan pada Maret mendatang.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Ia menyebutkan bahwa jumlah kader Posyandu seharusnya mencapai 35 orang, namun hanya 19 orang yang menerima honor, itupun hanya setengah dari jumlah yang seharusnya.

“Ini sangat mengecewakan. Hak kader tidak dibayarkan penuh, bahkan tidak semua menerima,” ujarnya.

Persoalan ini turut mendapat perhatian dari Suhaili, perwakilan LSM KPK Nusantara. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan memantau perkembangan kasus tersebut dan tidak segan menempuh jalur hukum apabila ditemukan unsur pungutan liar atau penyalahgunaan anggaran.

“Jika nanti ada indikasi pungli atau pelanggaran hukum, kami akan melaporkannya ke Kejaksaan Negeri Sampang,” tegas Suhaili.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak mentor desa terkait dugaan tersebut.

 

Penulis, Tim / Editor, Redaksi

Proyek Kabel Optik di Surabaya Diduga Langgar Ketertiban Umum dan Perizinan

Surabaya, Cakrawalajatim.news — Aktivitas penarikan kabel utilitas di salah satu kawasan Kota Surabaya menuai sorotan tajam. Kegiatan tersebut diduga kuat tidak mengantongi perizinan lengkap dan hanya berlandaskan Nota Dinas (Nodin), tanpa dokumen pendukung lain yang seharusnya menjadi syarat wajib pelaksanaan proyek di ruang publik, Kamis (16/01).

Hasil penelusuran tim Media Cakrawalajatim.news di lokasi menemukan sejumlah kejanggalan. Dua orang yang berada di lapangan mengaku sebagai perwakilan dari Telkom Indonesia dan pengawas proyek. Salah satunya memperkenalkan diri bernama Daffa, sementara pengawas disebut bernama Irfan. Namun, ketika diminta menunjukkan identitas resmi berupa kartu tanda pengenal perusahaan, keduanya tidak dapat memperlihatkannya dan memilih menghindari pertanyaan wartawan.

Keterangan lain diperoleh dari salah satu mandor yang menyebut bahwa proyek penarikan kabel tersebut berada di bawah koordinasi PT Mitratel. Meski demikian, saat diminta menunjukkan dokumen perizinan dan administrasi teknis, pihak pelaksana hanya mampu menunjukkan sebuah Nota Dinas sebagai dasar pelaksanaan pekerjaan.

Tim media juga menanyakan izin teknis dari instansi terkait, termasuk izin pemanfaatan ruang milik jalan (Rumija) yang umumnya dilengkapi barcode resmi dari Dinas Pekerjaan Umum. Setelah dilakukan penelusuran, izin tersebut diketahui hanya berlaku hingga tahun 2025 dan diduga sudah tidak aktif atau kadaluwarsa. Hal ini memunculkan dugaan bahwa kegiatan tetap dijalankan meski tidak memenuhi ketentuan perizinan yang berlaku.

Upaya konfirmasi lanjutan dengan menghubungi layanan darurat 112 tidak membuahkan hasil yang jelas. Laporan diterima, namun tidak ada tindak lanjut nyata di lapangan. Hingga berita ini diturunkan, aparat Satpol PP yang diharapkan dapat melakukan penertiban juga belum terlihat mendatangi lokasi.

Situasi semakin mencurigakan ketika salah satu mandor diduga terlihat membagikan sejumlah uang kepada beberapa orang di sekitar lokasi pekerjaan. Tindakan tersebut disinyalir sebagai upaya untuk meredam potensi keberatan atau pengawasan agar aktivitas proyek tetap berjalan tanpa hambatan.

Perlu diketahui, seluruh kegiatan pekerjaan utilitas, termasuk penarikan kabel optik di wilayah Kota Surabaya, wajib mengantongi izin resmi dari instansi terkait. Hal ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Kota Surabaya tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat yang melarang penggunaan ruang publik tanpa izin pemerintah daerah.

Selain itu, pemanfaatan ruang milik jalan hanya dapat dilakukan setelah memperoleh rekomendasi teknis dan izin tertulis. Apabila izin tidak lengkap, tidak dapat ditunjukkan, atau telah kedaluwarsa, maka kegiatan tersebut dapat dinyatakan melanggar hukum dan wajib dihentikan.

Atas temuan ini, tim Media Cakrawalajatim.news menyatakan akan melaporkan dugaan pelanggaran tersebut kepada Wali Kota Surabaya serta aparat penegak hukum. Surat permintaan klarifikasi resmi juga akan dilayangkan kepada PT Telkom Indonesia dan PT Mitratel guna memperoleh penjelasan terkait legalitas kegiatan di lapangan.

Kasus ini dinilai menjadi peringatan serius bagi Pemerintah Kota Surabaya agar memperketat pengawasan terhadap seluruh aktivitas utilitas di ruang publik. Lemahnya pengawasan berpotensi menimbulkan pelanggaran hukum, merugikan masyarakat, serta mencederai wibawa penegakan Peraturan Daerah.

Sebagai bentuk komitmen terhadap profesionalisme pers, Redaksi Cakrawalajatim.news membuka ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Peristiwa ini diharapkan tidak sekadar menjadi polemik, namun menjadi momentum evaluasi menyeluruh agar seluruh kegiatan utilitas di Kota Surabaya berjalan tertib, transparan, dan berpihak pada kepentingan publik.

Penulis, Tim / Editor, Redaksi

Datacyber.id Genap Berusia Satu Tahun, Perkuat Peran Media untuk Kepentingan Publik

SIDOARJO, Cakrawalajatim.news  – Peringatan satu tahun berdirinya media online Datacyber.id berlangsung penuh kehangatan dan nilai kemanusiaan. Momen ulang tahun perdana ini dimaknai melalui kegiatan bakti sosial berupa pemberian santunan kepada puluhan anak yatim dan piatu, yang digelar di kediaman Kepala Perwakilan Wilayah Jawa Timur, Mohammad Yasir, di Jalan Gempol Gunting, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (14/01/2026) sore.

Tidak sekadar perayaan seremonial, HUT pertama Datacyber.id menjadi wujud nyata kepedulian sosial. Kebahagiaan terpancar dari wajah anak-anak yatim dan piatu yang menerima santunan secara langsung dari Pimpinan Redaksi sekaligus Pimpinan Perusahaan Datacyber.id, Eko Andhika Saputra.

Dalam suasana sederhana namun penuh makna, Eko Andhika Saputra menyampaikan bahwa usia satu tahun merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi sekaligus meneguhkan komitmen Datacyber.id dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui karya jurnalistik yang profesional dan bertanggung jawab.

“Ulang tahun pertama ini menjadi titik awal bagi Datacyber.id untuk meningkatkan pengabdian kepada publik. Media ini lahir bukan untuk kepentingan individu atau kelompok tertentu, melainkan sebagai sarana informasi yang menyajikan berita secara akurat, tajam, dan komprehensif,” ungkap Eko.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah insan pers dari berbagai media, seperti Informasi-Realita.Net, Beritawarga.net, dan Delikjatim.com. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan sekaligus apresiasi atas kiprah Datacyber.id yang terus berupaya menjaga marwah jurnalistik.

Lebih lanjut, Eko menegaskan bahwa Datacyber.id akan terus melakukan pembenahan internal, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sistem redaksi, demi meningkatkan kualitas pemberitaan.

“Kami berkomitmen menjadikan Datacyber.id sebagai media yang kredibel, berimbang, dan senantiasa berpegang pada kode etik jurnalistik,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara media dengan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah, TNI, dan Polri, guna menciptakan iklim informasi yang sehat dan konstruktif.

“Sinergi antara media dan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat bersifat edukatif dan membangun,” ujarnya.

Eko juga menyampaikan harapan kepada para Kapolres yang baru menjabat di wilayah Polda Jawa Timur agar senantiasa mengedepankan pelayanan publik serta menjaga integritas institusi.

“Kami berharap para Kapolres dapat mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau golongan, serta tetap menjaga nilai-nilai luhur institusi,” tuturnya.

Melalui peringatan HUT pertamanya ini, Datacyber.id diharapkan terus tumbuh sebagai media yang independen, profesional, dan konsisten menyajikan informasi yang akurat, berimbang, serta dapat dipercaya.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, Datacyber.id menegaskan eksistensinya sebagai media yang tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga hadir memberi dampak positif bagi masyarakat luas.

 

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Bakso Pak San, Makanan Legendaris yang Menggugah Selera dan Bertahan Puluhan Tahun

Surabaya, Cakrawalajatim.news – Di tengah pesatnya perkembangan kuliner modern dan maraknya gerai makanan cepat saji, sebuah warung bakso sederhana di kawasan Bubutan, Surabaya, justru tetap bertahan dan semakin dikenal lintas generasi. Bakso Pak San, yang berlokasi di Jalan Bubutan No.121, tepat di sebelah SMPK Stella Maris, menjadi saksi hidup bagaimana konsistensi rasa dan kualitas mampu mengalahkan tren zaman.

Warung bakso ini bukan sekadar tempat makan, melainkan telah menjadi bagian dari memori kolektif warga sekitar. Sejak siang hari, antrean pelanggan kerap terlihat mengular. Mulai dari pelajar, pekerja, hingga warga lanjut usia, semua larut menikmati semangkuk bakso yang telah melegenda selama puluhan tahun.

Kunci utama kelezatan Bakso Pak San terletak pada komitmen terhadap bahan baku. Pak San menegaskan bahwa seluruh bakso yang disajikan dibuat dari daging sapi segar berkualitas tinggi. Tidak ada kompromi terhadap kualitas. Daging yang digunakan bukan daging beku, melainkan daging segar yang diolah langsung agar menghasilkan tekstur dan rasa daging yang utuh.

“Kalau daging beku rasanya pasti beda. Kami dari dulu pakai daging segar, itu yang bikin rasa bakso tetap sama dari dulu sampai sekarang,” ujar Pak San saat ditemui di warungnya.

Selain menjamin kesegaran bahan, Bakso Pak San juga memastikan keaslian daging sapi yang digunakan. Seluruh bakso dipastikan berbahan 100 persen daging sapi asli. Jaminan ini membuat warung bakso tersebut dipercaya oleh berbagai kalangan, termasuk pelanggan tetap dari luar daerah dan komunitas tertentu. Letaknya yang berada di kawasan sekolah turut menjadikan Bakso Pak San sebagai langganan siswa dan warga sekitar.

Usaha Bakso Pak San sendiri telah dirintis sejak tahun 1975. Kala itu, Pak San masih berstatus bujang dan memulai usaha berjualan bakso secara sederhana. Awalnya, ia berjualan di depan gerbang SMPK Stella Maris sisi selatan, tepatnya di Jalan Tembaan. Seiring berjalannya waktu dan penataan kawasan, lokasi berjualan bergeser ke sisi timur pintu gerbang sekolah. Meski berpindah tempat, cita rasa dan kualitas bakso tetap dijaga tanpa perubahan.

Lebih dari lima dekade berjualan, nama “Pak San” bukan lagi sekadar penjual bakso, melainkan simbol kepercayaan. Banyak pelanggan mengaku telah mengenal Bakso Pak San sejak masa sekolah dan kini tetap setia berkunjung hingga membawa anak-anak mereka.

Tak hanya mengandalkan rasa, suasana di warung Bakso Pak San juga menjadi daya tarik tersendiri. Pelayanan yang ramah, cepat, dan penuh kehangatan membuat pelanggan merasa nyaman. Interaksi sederhana antara penjual dan pembeli menciptakan suasana kekeluargaan yang sulit ditemukan di tempat makan modern.

“Baksonya enak, dagingnya terasa banget, porsinya besar. Setiap ke sini rasanya selalu sama. Itu yang bikin saya terus balik,” ungkap salah satu pelanggan setia.

Dari sisi harga, Bakso Pak San tetap menjaga keterjangkauan tanpa mengorbankan kualitas. Satu porsi bakso campur dibanderol Rp20.000, sementara menu bakso jumbo seharga Rp30.000 dikenal dengan ukuran besar dan rasa daging yang padat. Bahkan, sebagian pelanggan menyebut sensasi menyantap bakso jumbo ini menyerupai menikmati steak dalam bentuk bakso.

Menu yang ditawarkan pun cukup beragam, mulai dari bakso campur, bakso jumbo, tetelan, iga, hingga menu istimewa dengan paduan bakso jumbo dan iga. Sementara itu, pilihan minuman seperti es teh, es jeruk, dan es belewa menjadi pelengkap yang pas untuk menikmati sajian bakso hangat.

Bakso Pak San buka setiap hari mulai pukul 11.00 siang hingga pukul 20.00 malam. Dalam rentang waktu tersebut, warung ini hampir tak pernah sepi pengunjung.

Di tengah persaingan kuliner yang semakin ketat, Bakso Pak San membuktikan bahwa konsistensi, kejujuran dalam bahan, serta menjaga cita rasa adalah kunci bertahan. Lebih dari sekadar kuliner, Bakso Pak San telah menjelma menjadi ikon bakso legendaris Surabaya yang terus hidup dari generasi ke generasi.

 

Penulis, Topan / Editor, Redaksi

Mohammad Ali, Doktor Ilmu Hukum dari keluarga bawah tanah pulau Madura

Surabaya Cakrawalajatim.news – Mohammad Ali yang lahir dari keluarga dengan kondisi perekonomian minim dan lingkungan Pendidikan keluarga yang hanya pada tingkat dasar tidak menyurutkan keinginannya untuk mewujudkan keinginananya untuk terus menempuh Pendidikan hingga tingkat doctoral. Mohamad Ali merupakan akademisi dan praktisi hukum yang menaruh perhatian besar pada kajian hukum administrasi negara, hukum perundang-undangan, serta perlindungan hak konstitusional warga negara. Ia lahir di Bangkalan pada 7 November 1990. Pendidikan Sarjana Hukum ditempuh pada Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, dengan fokus kajian pada hukum publik dan hukum administrasi. Selanjutnya, pendidikan Magister Hukum diselesaikan di Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, yang memperkuat kompetensinya dalam analisis normatif dan teoritis hukum.

Pada tahun 2025, penulis menyelesaikan Program Doktor Ilmu Hukum di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya dengan disertasi berjudul “Reformulasi Perlindungan Hukum Bagi Pemilik Kendaraan Bermotor dalam Norma Penghapusan Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor yang Berkeadilan”. Disertasi ini mengkaji secara mendalam norma penghapusan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor sebagaimana diatur dalam Pasal 74 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang dalam praktiknya menimbulkan persoalan serius terhadap hak kepemilikan, kepastian hukum, serta perlindungan hukum bagi masyarakat.

Penelitian disertasi tersebut menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan analisis preskriptif, melalui pendekatan perundang-undangan, konseptual, historis, dan filosofis. Kerangka teori yang digunakan meliputi teori keadilan, teori perlindungan hukum, teori kewenangan, teori hierarki norma, serta teori hak milik. Melalui pendekatan tersebut, penulis tidak hanya mengkritisi rasio legis dan implikasi norma yang berlaku, tetapi juga menawarkan model reformulasi hukum yang lebih proporsional, berkeadilan, dan selaras dengan prinsip perlindungan hak konstitusional warga negara tanpa mengabaikan kepentingan administrasi dan pendapatan negara.

Selain berkiprah dalam dunia akademik sebagai dosen pada Fakultas Hukum Universitas Cipta Wacana, penulis juga memiliki pengalaman praktis sebagai Staf Ahli Anggota DPD RI dapil Jawa Timur Ahmad Nawardi [Ketua Komite IV Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI)]. Pengalaman tersebut memberikan perspektif empiris dan kebijakan dalam memahami dinamika hubungan antara regulasi, kewenangan pemerintah, dan perlindungan hak masyarakat.

Dengan latar belakang akademik dan pengalaman praktis tersebut, penulis berkomitmen untuk terus mengembangkan kajian hukum yang berorientasi pada keadilan substantif, kepastian hukum, dan kemanfaatan, khususnya dalam bidang hukum administrasi negara dan pembentukan peraturan perundang-undangan. Penulis dapat dihubungi melalui surat elektronik di alialwahid07@gmail.com

 

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Direktur Informasi-Realita.Net Rutin Gelar Aksi Jumat Berkah, Bagikan Nasi Kotak

Surabaya, Cakrawalajatim.news – Direktur media Informasi-Realita.Net Hasan Faunzuri S.H. secara rutin melaksanakan kegiatan sosial Jumat Berkah dengan membagikan nasi kotak kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Jumat sebagai bentuk kepedulian sosial dan wujud nyata peran media tidak hanya sebagai penyampai informasi tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat. Sasaran pembagian meliputi tukang becak, ojek online, pekerja harian, hingga warga kurang mampu di sejumlah titik.

Hasan Faunzuri menyampaikan bahwa program Jumat Berkah ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat berbagi serta memperkuat nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan sederhana. Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan keberkahan, baik bagi penerima maupun bagi kami semua,” ujarnya.

Aksi sosial tersebut mendapat respons positif dari masyarakat dan diharapkan dapat terus berkelanjutan sebagai agenda rutin Informasi-Realita.Net dalam mendukung gerakan kepedulian sosial.

 

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.