Nama Lela Kurniawan Viral di TikTok soal Gudang Solar, Pemilik PT Rizqi Artha Sejahtera Tegaskan Bantahan dan Siapkan Jalur Hukum

Semarang, Cakrawalajatim.news – Kamis, 29/10/2026. Lela Kurniawan, pemilik PT Rizqi Artha Sejahtera, membantah pemberitaan dan narasi yang beredar di sejumlah akun TikTok yang mengaitkan dirinya dengan dugaan gudang bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang disebut-sebut digerebek aparat kepolisian.

Lela menegaskan, informasi yang mengaitkan dirinya dengan gudang solar yang dikabarkan digerebek polisi tersebut tidak benar menurut keterangannya. Ia menyayangkan beredarnya narasi di media sosial yang dinilai dapat membentuk persepsi publik dan berdampak terhadap nama baiknya maupun perusahaan yang dipimpinnya.

Tak tinggal diam, Lela menyatakan berencana menempuh langkah hukum terhadap akun-akun yang menyebarkan narasi tersebut. Ia juga berencana berkoordinasi dengan pihak siber Polda dan tim legal untuk mengkaji konten yang beredar serta menentukan langkah yang sesuai dengan ketentuan hukum.

Nama Lela dan PT Rizqi Artha Sejahtera Dikaitkan dengan Gudang Solar

Polemik mencuat setelah sejumlah unggahan TikTok memuat narasi yang mengaitkan nama “Ibu Lela Semarang” dengan gudang solar yang disebut-sebut pernah digerebek polisi. Salah satu akun yang menjadi perhatian adalah TikTok Gondrong HK.

Namun, penyebutan nama Lela Kurniawan dalam unggahan tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa dirinya merupakan pemilik gudang yang dimaksud ataupun pihak yang terlibat dalam suatu perkara.

Lela membantah keterkaitan tersebut. Untuk memastikan duduk persoalan secara objektif, klaim mengenai lokasi gudang, kepemilikan, kronologi kejadian, serta tindakan aparat perlu dikonfirmasi melalui bukti yang dapat diverifikasi dan keterangan resmi pihak berwenang.

Siapkan Langkah Hukum, Koordinasi dengan Polda Siber

Lela menyatakan akan mengkaji kemungkinan pelaporan terhadap akun-akun yang dinilai menyebarkan informasi yang mengaitkan namanya dengan dugaan penggerebekan gudang solar tersebut.

Bersama tim legal, ia berencana menelaah unggahan yang beredar dan mengumpulkan bukti digital sebagai bahan untuk menentukan langkah berikutnya. Koordinasi dengan pihak siber Polda juga direncanakan guna memperoleh kejelasan mengenai penanganan persoalan tersebut.

Meski demikian, rencana tersebut belum dapat disebut sebagai laporan resmi yang telah diajukan. Perkembangan mengenai langkah hukum itu masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

Viral di Media Sosial Bukan Bukti Kebenaran

Beredarnya informasi di media sosial perlu disikapi secara hati-hati. Konten yang viral tidak otomatis membuktikan kebenaran tuduhan, terlebih jika menyangkut nama seseorang dan sebuah badan usaha.

Dalam perkara ini, bantahan Lela Kurniawan perlu ditempatkan sebagai klarifikasi dari pihak yang bersangkutan. Sementara itu, kebenaran mengenai gudang solar yang disebut-sebut digerebek polisi, identitas pemiliknya, serta pihak yang terkait masih harus dipastikan berdasarkan fakta dan keterangan resmi.

Prinsip verifikasi, keberimbangan, serta penghormatan terhadap hak jawab menjadi penting agar pemberitaan tidak berkembang menjadi penghakiman publik sebelum persoalan terungkap secara jelas.

Redaksi Buka Ruang Klarifikasi

Redaksi media ini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pengunggah video, pihak kepolisian, maupun pihak lain yang memiliki informasi relevan untuk menjelaskan persoalan tersebut.

Berita ini menegaskan bantahan Lela Kurniawan selaku pemilik PT Rizqi Artha Sejahtera atas narasi yang mengaitkan dirinya dengan gudang solar yang dikabarkan digerebek polisi. Adapun kebenaran peristiwa penggerebekan, kepemilikan gudang, dan keterkaitan pihak-pihak yang disebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Dilansir dari Media Target news.id

Jatanras Polres Tanjung Perak Bergerak Cepat, Pelaku Pencurian Dua Hp dan Uang 6 Juta di Toko Madura Diringkus

SURABAYA, Cakrawalajatim.news – Aksi pencurian di sebuah toko kelontong Madura yang sempat viral perhatian publik akhirnya diungkap Unit 1 Jatanras Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, satu pelaku MK (36), ditangkap atas kasus pencurian dua unit handphone dan uang tunai saat penjaga toko sedang tertidur.

Pria asal kawasan Sidotopo, Kecamatan Semampir, Surabaya, itu diamankan pada Senin (26/10/2026) sore, setelah polisi melakukan penyelidikan dengan menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas berhasil menemukan kembali dua unit handphone yang merupakan hasil pencurian. Polisi juga menyita sejumlah pakaian yang digunakan pelaku saat beraksi.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Margono Suhendra, melalui Kasi Humas Iptu Suroto menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut merupakan bagian dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) untuk menekan angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

“Peristiwa pencurian itu terjadi di sebuah Toko Madura, Jalan Randu Agung Indah Gang 01, Surabaya, pada Sabtu (24/10/2026), sekitar pukul 04.00 WIB,” tutur Iptu Suroto, pada Kamis (29/10).

Berdasarkan hasil penyelidikan ungkap Iptu Suroto, pelaku masuk ke dalam toko dengan membuka pintu yang terpasang pengunci berupa slot atau grendel.

“Penjaga toko sedang tertidur sehingga pelaku memanfaatkan keadaan tersebut untuk mengambil uang dan dua unit handphone serta sebuah tas berwarna hitam yang berisi uang tunai 6 juta,” jelasnya.

Pengungkapan kasus bermula ketika adanya laporan dari korban DS (26) warga Mardura, kemudian Unit 1 Jatanras Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak melakukan penyelidikan informasi sekaligus memeriksa sejumlah rekaman CCTV yang berada di sekitar toko.

Dari hasil analisis rekaman kamera pengawas tersebut, polisi memperoleh petunjuk mengenai identitas dan keberadaan pelaku yang terlibat dalam pencurian.

Penyelidikan kemudian mengarah ke sebuah rumah di kawasan Jalan Sidotopo, tidak jauh dari jalur rel kereta api. Sekitar pukul 16.15 WIB, anggota Jatanras mulai melakukan pemantauan terhadap aktivitas keluar masuk gang yang menjadi lokasi tempat tinggal terduga pelaku.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Pada pukul 17.20 WIB, petugas melihat pelaku yang berada di depan rumahnya. Tanpa menunggu lama, polisi langsung mengamankan MK.

Setelah mengamankan pelaku, petugas melanjutkan penyelidikan dengan melakukan penggeledahan di rumahnya, polisi menemukan dua unit handphone yang diduga merupakan barang hasil pencurian. Kedua perangkat itu ditemukan tersimpan di dalam lemari.

Selain handphone, petugas mengamankan sweter berwarna cokelat, celana pendek biru, dan sandal biru yang diduga sesuai dengan pakaian yang terlihat dalam rekaman CCTV saat kejadian.

Dari hasil pengembangan, polisi juga memperoleh informasi bahwa MK pernah diamankan Polres Pelabuhan Tanjung Perak pada 2024 dalam perkara perjudian.

Polrestabes Surabaya Amankan 5.385 Botol Miras dalam Operasi KRYD

Surabaya, Cakrawalajatim.news – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya memperketat pengawasan terhadap peredaran minuman beralkohol (miras) tanpa izin. Melalui razia serentak yang digelar Satuan Samapta bersama Polsek jajaran, polisi mengamankan ribuan botol minuman beralkohol dari sejumlah lokasi di Kota Surabaya.

Berdasarkan hasil penindakan tindak pidana ringan (tipiring) pada Senin (26/10/2026), sebanyak 5.385 botol minuman beralkohol berhasil diamankan dalam operasi yang menyasar tempat usaha dan penjual yang diduga tidak mengantongi izin resmi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian menekan peredaran minuman beralkohol ilegal sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi Sulistiawan mengatakan, razia tersebut dilaksanakan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dengan melibatkan personel Sat Samapta dan Polsek jajaran di seluruh wilayah hukum Polrestabes Surabaya.

“Razia ini kami laksanakan untuk meminimalkan peredaran minuman beralkohol tanpa izin sekaligus mengantisipasi aktivitas pesta miras yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Kombes Pol Luthfi, pada Selasa (27/10).

Operasi penertiban ini merupakan tindak lanjut Surat Telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor STR/215/10/PAM.3./2026 tertanggal 19 Oktober 2026 tentang petunjuk dan arahan pelaksanaan razia minuman beralkohol di wilayah hukum Polrestabes Surabaya.

Pelaksanaannya mengacu pada sejumlah ketentuan, antara lain Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2013 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol serta ketentuan perdagangan yang mengatur pengadaan, peredaran, dan penjualan minuman beralkohol.

Di tingkat daerah, penertiban tersebut juga merujuk pada Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 1 Tahun 2023 tentang pengendalian dan pengawasan peredaran minuman beralkohol.

Menurut Luthfi, pengawasan terhadap peredaran miras tanpa izin merupakan salah satu langkah preventif untuk menjaga situasi keamanan di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan ini, kami berupaya memastikan peredaran minuman beralkohol tetap berada dalam pengawasan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga situasi kamtibmas di Surabaya tetap aman dan kondusif,” jelasnya.

Dari keseluruhan hasil penindakan diantaranya, Polsek Rungkut tercatat mengamankan barang bukti paling banyak, yakni 2.000 botol minuman beralkohol.

Sementara itu, Sat Samapta Polrestabes Surabaya mengamankan 663 botol. Hasil penindakan dalam jumlah besar juga dilaporkan Polsek Tegalsari dengan 344 botol, Polsek Genteng sebanyak 300 botol, dan Polsek Sawahan sebanyak 260 botol.

Di wilayah lainnya, Polsek Karang Pilang mengamankan 230 botol, Polsek Tambaksari 148 botol, Polsek Sukomanunggal 174 botol, serta Polsek Wonokromo 120 botol.

Adapun Polsek Bubutan mengamankan 155 botol, Polsek Tandes 93 botol, Polsek Benowo 48 botol, Polsek Pakal 54 botol, Polsek Wonocolo 110 botol, dan Polsek Lakarsantri sebanyak 20 botol.

Penindakan serupa juga dilakukan Polsek Gayungan dengan hasil 123 botol, Polsek Jambangan 20 botol, Polsek Wiyung 99 botol, Polsek Dukuh Pakis 150 botol, serta Polsek Simokerto 84 botol.

Sementara itu, Polsek Gubeng mengamankan 22 botol, Polsek Sukolilo 27 botol, Polsek Tenggilis 30 botol, Polsek Mulyorejo 40 botol, dan Polsek Gunung Anyar sebanyak 86 botol.

Hasil tersebut memperlihatkan luasnya cakupan operasi yang dilakukan kepolisian dalam mengawasi peredaran minuman beralkohol tanpa izin di berbagai kawasan Surabaya.

Pasal yang dipersangkakan 108 Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 1 Tahun 2023 sebagaimana, pelanggaran yang dimaksud dapat dikenai ancaman pidana kurungan paling lama tiga bulan dan/atau denda paling banyak Rp50 juta.

Penanganan perkara melalui mekanisme tipiring menjadi bagian dari proses penegakan hukum terhadap dugaan pelanggaran aturan peredaran dan penjualan minuman beralkohol.

Modus Tuduh Tabrak Lari, Residivis Curanmor Dibekuk Jatanras Polres Pelabuhan Tanjung Perak

Surabaya, Cakrawalajatim.news – Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak menangkap seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor. Pelaku menggunakan modus menuduh korban telah melakukan tabrak lari.

Tersangka bernama Abdullah (26), warga Wonokusumo Jaya Baru, Kecamatan Semampir. Ia ditangkap setelah beraksi di kawasan Kenjeran.

Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu Suroto, mengonfirmasi penangkapan tersebut. “Tersangka diamankan setelah sempat melarikan diri ke Madura,” Iptu Suroto, Senin (26/10/2026).

Peristiwa penggelapan ini bermula saat korban berinisial D mengendarai sepeda motor matik milik temannya. Ia berboncengan dengan dua orang rekannya usai singgah di sebuah minimarket Jalan Kedinding.

Saat melintas di Jalan Dukuh Bulak Banteng Timur, laju sepeda motor korban mendadak dihentikan oleh dua pria tak dikenal yang mengendarai motor.

Salah satu pelaku kemudian menuduh D telah menabrak adiknya. Pelaku membujuk remaja tersebut untuk ikut bersamanya guna memastikan kejadian tersebut.

Lantaran terperdaya, D menuruti ajakan pelaku. Ia meninggalkan sepeda motornya di lokasi awal bersama dua orang temannya.

Pelaku lantas membawa D hingga ke Jalan Tambak Wedi Barat. Di tempat sepi itu, korban diturunkan begitu saja.

Setelah memisahkan korban dari kendaraannya, pelaku kembali ke Jalan Dukuh Bulak Banteng Timur. Pelaku langsung membawa kabur sepeda motor milik korban yang ditinggalkan sebelumnya.

Aksi kejahatan ini sempat viral di berbagai media sosial. Menindaklanjuti laporan masyarakat, Unit 1 Jatanras Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak segera melakukan penyelidikan.

Polisi menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Dari petunjuk visual tersebut, petugas mengenali ciri-ciri pelaku.

“Pelaku merupakan residivis. Ia pernah kami tangkap dengan modus operandi yang sama,” kata Iptu Suroto.

Setelah memverifikasi identitas tersangka, polisi melacak keberadaannya. Petugas mendapat informasi bahwa Abdullah kembali ke Surabaya pada Senin (12/10/2026).

Tim Jatanras bergerak cepat melakukan pengintaian. Petugas akhirnya meringkus tersangka saat sedang nongkrong di kawasan Jalan Wonokusumo pada Selasa (13/10/2026) dini hari.

Dalam pemeriksaan awal, tersangka mengakui seluruh perbuatannya. Ia mengungkapkan bahwa aksi tersebut dilakukan bersama seorang rekannya berinisial ILY.

“Satu pelaku lain berinisial ILY masih dalam pengejaran dan kami tetapkan sebagai daftar pencarian orang,” tegasnya.

Selain menangkap tersangka, polisi menyita barang bukti berupa satu helai baju lengan pendek warna hitam dan celana jeans pendek warna biru. Barang bukti pakaian tersebut cocok dengan rekaman CCTV di TKP.

Tersangka beserta barang bukti kini ditahan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana diatur dalam Pasal 477 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Kos di Ploso Digerebek Polrestabes Surabaya, 40 Paket Sabu Seberat 2,891 Gram Disita

SURABAYA, Cakrawalajatim.news – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya mengungkap dugaan peredaran narkotika jenis sabu di sebuah kamar kos kawasan Bogen, Kelurahan Ploso, Kecamatan Tambaksari, Surabaya.

Dari penggrebekan serta pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial HR (48);asal Bogen gang Buntu, beserta 40 paket sabu dengan berat total netto sekitar 2,891 gram.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Dodi Pratama menjelaskan, berdasarkan informasi dari masyarakat, penangkapan dilakukan pada Senin (12/10/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. HR diamankan saat berada di kamar kos yang menjadi lokasi pengungkapan kasus tersebut.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan puluhan klip plastik berisi kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu. Selain itu, polisi turut menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas pengemasan dan penjualan barang terlarang tersebut.

“Barang bukti yang diamankan meliputi 40 klip sabu, 40 potongan sedotan plastik, satu timbangan elektrik, satu bendel plastik klip kosong, dua alat sekop dari sedotan plastik, serta sebuah buku catatan penjualan yang diduga digunakan untuk mencatat transaksi,” jelas AKBP Dodi, Senin (26/10/2026).

Petugas juga menyita dua unit barang terkait telepon seluler, uang tunai Rp200 ribu yang diduga merupakan hasil penjualan sabu, dua dompet berwarna merah muda, serta sejumlah sedotan plastik dengan berbagai warna.

Polisi Ungkap Dugaan Rantai Pasokan Sabu

AKBP Dodi melanjutkan, berdasarkan keterangan, HR diduga memperoleh sabu dari seorang pria berinisial HLS yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Transaksi tersebut disebut berlangsung pada Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 13.30 WIB di kawasan Pasar Loak Demak, Surabaya. Saat itu, HR diduga membeli sabu seberat sekitar 3 gram dengan harga Rp2,4 juta secara tunai.

Setelah mendapatkan barang tersebut, HR diduga membaginya menjadi 42 paket kecil untuk dijual kembali dengan harga Rp100 ribu per paket.

“Oleh pelaku, dua paket disebut telah terjual dengan nilai transaksi Rp200 ribu. Sementara itu, 40 paket lainnya berhasil diamankan petugas saat penangkapan,” tambah AKBP Dodi.

Diduga Pernah Terlibat Kasus Narkotika

Polisi juga menyebut HR merupakan residivis dalam perkara narkotika pada 2016, dengan kasus sebelumnya terkait peredaran narkotika. Dari bisnis ini, dari penjualan seluruh paket mencapai Rp2,2 juta.

Meski demikian, proses hukum atas perkara terbaru tetap berjalan berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang dikumpulkan penyidik.

Sementara itu, keberadaan HLS yang diduga menjadi pemasok sabu kepada HR masih menjadi bagian dari pengembangan perkara. Polisi perlu menelusuri lebih lanjut dugaan jaringan pemasok tersebut untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Dijerat Pasal Narkotika

Atas dugaan perbuatannya, HR dijerat Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto ketentuan penyesuaian pidana, dengan sangkaan alternatif sebagaimana tercantum dalam bahan rilis kepolisian.

Pengungkapan ini menjadi bagian dari upaya Satresnarkoba Polrestabes Surabaya dalam menindak dugaan peredaran narkotika di wilayah Kota Surabaya.

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Korban Kecewa, Penanganan Perkara Penyalahgunaan Data Di Jatanras Polrestabes Surabaya Terkesan Sangat Lamban

Surabaya, Cakrawalajatim.news – Laporan polisi terkait dugaan penyalahgunaan data pribadi di Polrestabes Surabaya dikeluhkan mangkrak. Padahal Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) sudah terbit sejak Agustus lalu.

Laporan tersebut terdaftar dengan Nomor *LP/B/ 1620 / VIII / 2026 / SPKT / Polrestabes Surabaya / Polda Jatim*, tanggal 06 Agustus 2026. Pelapor Abdullah Qomar A,Z warga Surabaya, melaporkan dugaan pelanggaran *Pasal 65 Ayat (3) UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.*

Dalam Tanda Bukti Lapor disebutkan, peristiwa terjadi pada 29 Mei 2026 di Warkop kawasan Wiyung, Surabaya.

Pada tanggal *24 Agustus 2026*, Satreskrim Polrestabes Surabaya menerbitkan surat perkembangan dengan Nomor *B/ 4242 / VIII /RES.1.24/2026 / Satreskrim (SP2HP)

Dalam surat yang ditandatangani Waka Selaku Penyidik Kompol Amantha Wijaya Kusuma itu disebutkan, perkara ditangani *Unit I Jatanras* dan telah ditunjuk penyelidik bernama *Bripda Ndaru Nanggala Putra* untuk menangani perkara tersebut. Surat Perintah Penyelidikan Nomor SP.Lidik/ 3107 / VIII / 2026 juga telah diterbitkan.

Singkat cerita Korban bernama Qomar menjelaskan kepada awak media, bahwa pada hari jumat tanggal 25 September setelah (SP2HP) dibterbitkan pelapor menerima pesan WA oleh salah satu penyidik atas nama Novian P untuk datang ke Polrestabes Surabaya terkait penambahan keterangan.

“Benar saya datang dan menghadap salah satu penyidik pengganti atas nama bapak Hery Karna penyidik atas nama bapak Novian P ada tugas lapangan sehingga penyidikan digantikan,sekitar dua jam saya memberikan keterangan tambahan,” ucapnya.

Lanjut,namun setelah itu tidak ada kabar lagi, pada tanggal 2 oktober Qomar pelapor mencoba untuk menghubungi lagi salah satu penyidik atas nama Novian P dan mempertanyakan perkembangan kasusnya melalui pesan WA “terlapor sudah kami panggil dua kali namun tidak datang dan kami masih kordinasi dengan OJK mas” balas singkat penyidik

berselang berapa Minggu kemudian tepatnya tanggal 17 Oktober Qomar mengirim pesan lagi terhadap penyidik dan mempertanyakan perkembangan kasusnya namun tidak ada balasan hingga saat ini dan seakan di abaikan.

Tentunya korban merasa hampir dua bulan setelah penambahan keterangan, tidak ada lanjutan lagi, tidak ada panggilan, tidak ada kejelasan. Penyidik yang ditunjuk juga sulit dihubungi.

“Saya berharap Kapolrestabes Surabaya beserta Kasat Reskrim memberikan atensi terhadap kinerja anggotanya. Pasalnya, UU PDP merupakan undang-undang prioritas yang seharusnya menjadi atensi khusus kepolisian,” ujarnya.

Fauzi ketua GAPRAK JATIM yang mendampingi korban menilai, mangkraknya laporan setelah SP2HP adalah bentuk pengabaian terhadap pelapor.

“Kami meminta kepolisian Polrestabes Surabaya bisa memberikan atensi agar korban mendapatkan keadilan, kasus ini penting agar tidak ada penyalahgunaan data kembali yang merugikan korban dan memulihkan nama baiknya di perbankan”. Tandasnya

GAPRAK bersama aliansi media Utara Dan Selatan mendesak agar PROPAM POLDA JATIM turun tangan melakukan evaluasi.

Hingga berita ini di tulis,pihak Polrestabes Surabaya belum memberikan keterangan resmi.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.