Polres Blitar Amankan Enam Anggota Oknum Perguruan Silat Usai Aksi Penghadangan di Lodoyo

Blitar, Cakrawalajatim.news – Polres Blitar mengamankan enam orang terduga anggota oknum perguruan silat yang terlibat dalam aksi penghadangan terhadap rombongan perguruan silat lainnya. Insiden ini terjadi pada Sabtu malam, 14 Juni 2025, sekitar pukul 23.45 WIB di wilayah Kembangarum, Lodoyo, Kabupaten Blitar.

 

Kejadian bermula ketika rombongan perguruan sedang dalam perjalanan pulang usai mengikuti kegiatan Istighosah di Tambakrejo. Saat melintas di jalur Kembangarum, Lodoyo, rombongan tersebut dihadang oleh sekitar 80 orang yang diduga merupakan anggota oknum kelompok perguruan dari wilayah Tulungagung.

 

Beruntung, bentrokan berhasil dicegah berkat kesigapan aparat dari Polsek Panggungrejo yang sejak awal telah memberikan pengawalan terhadap rombongan. Situasi pun segera berhasil dikendalikan.

 

Menindaklanjuti laporan tersebut, Polres Blitar bergerak cepat menuju lokasi dan berhasil mengamankan enam orang terduga pelaku beserta 14 unit kendaraan roda dua yang diduga digunakan dalam aksi penghadangan. Berdasarkan pemeriksaan awal, sebagian besar kendaraan tersebut berasal dari wilayah Tulungagung.

 

Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman melalui Kasi Humas Ipda Putut Siswahudi menjelaskan, dari 14 kendaraan yang diamankan, sebanyak 4 unit telah dikenai sanksi tilang. Sementara itu, 10 unit lainnya belum dapat diproses karena pemiliknya melarikan diri saat proses penertiban berlangsung.

 

Adapun enam orang yang diamankan di Mapolres Blitar adalah:

 

RR (18) asal Rejotangan, Tulungagung

AR (21) asal Sutojayan, Kabupaten Blitar

WR (17) asal Bakung, Kabupaten Blitar

AM (19) asal Bakung, Kabupaten Blitar

WC (18) asal Kalidawir, Tulungagung

JM (19) asal Kalidawir, Tulungagung

 

 

“Hingga saat ini, keenam orang yang berhasil diamankan masih menjalani proses pendataan dan pemeriksaan lanjutan di Mapolres Blitar. Kami juga masih melakukan identifikasi terhadap pemilik kendaraan lain yang belum diketahui keberadaannya,” terang Ipda Putut.

 

Polres Blitar juga menyampaikan bahwa para terduga pelaku yang mayoritas masih berusia remaja akan dipulangkan kepada orang tua masing-masing, apabila sudah dijemput secara resmi pada hari ini. Langkah ini merupakan bagian dari pendekatan persuasif dan edukatif guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

 

Kapolres Blitar mengimbau kepada masyarakat, khususnya anggota perguruan silat, agar tidak mudah terprovokasi dan senantiasa menjaga kondusifitas wilayah. Ia juga mengingatkan pentingnya mematuhi maklumat bersama yang telah disepakati demi mewujudkan pelaksanaan kegiatan keagamaan dan kebudayaan yang aman dan damai, terutama dalam rangka menyambut Suroan Agung.

 

Terkait kendaraan yang diamankan, Polres Blitar menegaskan akan menindak tegas dengan sanksi tilang atas pelanggaran seperti penggunaan knalpot brong dan kelengkapan kendaraan yang tidak sesuai standar. Kendaraan tersebut hanya dapat diambil kembali setelah proses sidang, yang dijadwalkan pada 11 Juli 2025, dan wajib dikembalikan dalam kondisi standar.

Penulis, Ibad

Editor, Redaksi

 

Kurir Sabu Dibekuk Polrestabes di Sawahan Surabaya, Polisi Sita 117,6 Gram Narkotika Siap Edar

Surabaya, Cakrawalajatim.news – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam memerangi peredaran narkotika. Seorang pria berinisial FBS (44), warga Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, diringkus polisi setelah terbukti menyimpan narkotika jenis sabu dengan berat total 117,662 gram.

 

Penangkapan ini terjadi pada Rabu, 7 Mei 2025 sekitar pukul 17.00 WIB di kediaman FBS yang berlokasi di Jl. Pakis Gunung Gg 2f, kawasan padat penduduk yang sempat menghebohkan warga sekitar.

 

Dalam penggeledahan yang dilakukan di rumah tersangka, petugas menemukan 20 poket sabu siap edar, dua unit timbangan elektrik, beberapa plastik klip kosong, hingga dua unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk transaksi. Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Suria Miftah, menegaskan bahwa barang bukti tersebut merupakan bagian dari operasi pengiriman narkoba sistem ranjau.

 

“Tersangka mengaku mendapatkan barang berupa narkotika jenis sabu tersebut dari J (DPO), pada hari Rabu tanggal 07 Mei 2025, sekitar pukul 01.00 WIB di ranjau di Jl. Raya Tanjung Sari Surabaya,” jelas AKBP Suria, pada Senin (16/06).

 

Lebih lanjut, dari pengakuan tersangka FBS menyebut bahwa dirinya sudah dua kali diperintah oleh saudara J (yang kini buron) untuk menyimpan, membagi, dan mengirim sabu. Sebagai imbalannya, tersangka diperbolehkan mengonsumsi sebagian sabu yang ia kirimkan.

Berikut adalah barang bukti yang diamankan dari tangan tersangka FBS: 20 poket sabu dengan berat beragam, mulai dari 0,158 gram hingga 45,430 gram, total keseluruhan 117,662 gram, 3 bendel plastik klip kosong, 2 timbangan elektrik, 1 scrop plastik, 1 dompet warna oranye, 1 HP Samsung A04 hitam dan 1 HP OPPO A16 silver.

 

Seluruh barang bukti ini memperkuat sangkaan bahwa FBS merupakan bagian dari jaringan pengedar narkoba sistem ranjau yang kerap beroperasi secara tersembunyi di tengah lingkungan padat penduduk.

 

Tersangka kini dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang ancamannya tidak main-mainβ€”hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati bisa menanti.

 

Meski tersangka telah diamankan, polisi masih memburu pelaku lain dalam jaringan ini. Terutama J, yang disebut sebagai aktor utama pengendali pengiriman sabu melalui sistem ranjau. Penyelidikan intensif terus dilakukan guna mengungkap jaringan narkotika yang lebih luas.

 

AKBP Miftah kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak tergiur imbalan dari jaringan narkoba.

 

β€œKami harap masyarakat turut serta membantu memberikan informasi sekecil apapun terkait aktivitas mencurigakan yang berhubungan dengan narkoba. Peredaran gelap narkotika adalah musuh bersama,” tutup AKBP Suria.

Penulis, Ibad

Editor, Redaksi

Sat Samapta Polrestabes Surabaya Sita 530 Botol Arak Bali Tanpa Izin

Surabaya, Cakrawalajatim.news – Personel Satuan Samapta Polrestabes Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketertiban dan menegakkan peraturan daerah. Pada Sabtu malam (14/6), sekitar pukul 23.00 WIB, tim Tipiring Sat Samapta menggelar kegiatan penindakan terhadap peredaran minuman beralkohol tanpa izin di wilayah hukum Polrestabes Surabaya.

Penulis, Ibad

Editor, Redaksi

 

Bertempat di Jl. Pulo Wonokromo Gang 2, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, petugas berhasil mengamankan satu orang pelanggar berinisial M. Holil alias Risal (24 tahun) yang kedapatan menjual minuman keras jenis Arak Bali secara ilegal.

 

Dari lokasi, petugas menyita 530 botol Arak Bali sebagai barang bukti. Tindakan ini dilakukan setelah tim menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas penjualan minuman beralkohol yang diduga melanggar aturan.

 

Setelah dilakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP), pelaku diketahui tidak memiliki izin resmi dan diduga telah melanggar Pasal 108 ayat (1) Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 1 Tahun 2023 tentang Perdagangan dan Perindustrian.

 

Selanjutnya, petugas membawa pelanggar ke Mako Polrestabes Surabaya guna dilakukan pemeriksaan dan pendalaman keterangan. Kegiatan penyitaan juga disaksikan langsung oleh tokoh masyarakat setempat, yaitu Ketua RT 08 Kelurahan Pulo Wonokromo, Kecamatan Wonokromo.

 

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polrestabes Surabaya dalam mendukung penerapan Perda serta menciptakan lingkungan yang aman dan tertib bagi seluruh warga kota surabaya .

Polda Jatim Amankan 4 Orang Admin dan Anggota Group WA Gay di Surabaya*

SURABAYA, Cakrawalajatim.news – Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Timur berhasil mengungkap group WhatsApp (WA) “INFO VID” yang digunakan untuk menyebarkan konten pornografi dan mencari pasangan sesama jenis (Gay).

 

Dari pengungkapan kasus ini Ditressiber Polda Jatim mengamankan 4 Orang tersangka.

 

Mereka adalah MI (21) warga Gubeng Surabaya,NZ (24) warga Tambaksari Surabaya,FS (44) warga Dukuh Pakis Surabaya dan S (66) warga Jombang.

 

Hal itu seperti disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, dalam keterangannya saat konferensi pers di Gedung Bidhumas Polda Jatim, Jumat (13/6).

 

“Pengungkapan kasus ini berawal dari viralnya di media sosial (FB) terkait adanya group Gay Tuban dan Lamongan,Tuban dan Bojonegoro,” ungkap Kombes Abast.

 

Berdasarkan hasil penyelidikan, modus operandi para tersangka dimulai pada Januari 2025 ketika MI mengetahui adanya grup Facebook “Gay Tuban-Lamongan-Bojonegoro” yang membahas pencarian pasangan sejenis.

 

“Tersangka MI kemudian mengomentari postingan di grup Facebook tersebut dan membagikan link grup WhatsApp ‘INFO VID’ untuk mengumpulkan lebih banyak anggota,” jelas Kombes Pol Abast.

 

Setelah grup terbentuk, para tersangka lain bergabung secara bertahap.

 

NZ bergabung pada Februari 2025, FS pada Maret 2025, dan S pada Mei 2025.

 

“Para tersangka kemudian aktif mengirimkan konten pornografi dengan dalih mencari pasangan,” tambah Kombes Abast.

 

Puncak aktivitas ilegal ini kata Kombes Abast, terjadi pada 2 Juni 2025 ketika beberapa tersangka mengirimkan video dan foto pornografi ke dalam grup tersebut.

 

Dikesempatan yang sama,Kasubdit II Ditressiber Polda Jatim Kompol Nandu Dyanata menerangkan Tiga orang tersangka yang memposting video dan foto di grup WA INFO VID motifnya adalah untuk mencari pasangan sesama jenis.

 

Kompol Noviar Anindhita menyebutkan untuk anggota di dalam grup WA INFO VID terdapat 300 member.

 

“Namun di grup FB membernya terdapat kurang lebih 11.400 anggota,” ujar Kompol Noviar.

 

Selain mengamankan 4 tersangka, Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, Empat unit handphone berbagai merek, belasan akun media sosial Facebook dan WhatsApp, serta tangkapan layar konten pornografi yang tersimpan di perangkat para tersangka.

 

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 45 Ayat 1 Jo Pasal 27 Ayat 1 UU No. 11 tahun 2008 tentang UU ITE yang terakhir diubah dengan UU No 1 Tahun 2024 tentang perubahan kedua, atas UU No 11 Tahun 2008 UU ITE.

 

Dan atau Pasal 29 Jo Pasal 4 Ayat 1 UU No 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi. Dan atau pasal 82 Jo Pasal 76 E UU RI No 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 1 tahun 2016 Tentang perubahan kedua atas UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

 

Ancaman hukuman yang dihadapi para tersangka cukup berat, yakni pidana penjara maksimal 6 tahun dan/atau denda maksimal Rp1 miliar.

 

Selain itu, mereka juga dapat dikenai pidana penjara 6 bulan hingga 12 tahun dan/atau denda Rp250 juta hingga Rp6 miliar.

 

Kasus ini menunjukkan keseriusan aparat kepolisian dalam memberantas kejahatan siber, khususnya penyebaran konten pornografi yang dapat merusak moral dan melanggar hukum yang berlaku di Indonesia.

Penulis, Ibad

Editor, Redaksi

Polda Jatim Amankan Tersangka Bisnis Konten Pornografi Anak Melalui Media Sosial

SURABAYA, Cakrawalajatim.news – Gerak cepat, Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Timur berhasil mengungkap praktik jual beli video dan foto pornografi anak sebanyak 2.500 konten melalui media sosial.

 

Dari pengungkapan tersebut, Polisi mengamankan Satu orang tersangka berinisial ASF (23) asal Kelurahan Belo Laut, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Belitung.

 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, tersangka ASF melakukan jual beli foto dan video asusila (pornografi) anak melalui media sosial.

 

“Dalam aksinya, tersangka mendapatkan video dan foto pornografi itu dari sindikat penjualan pornografi anak lainnya, lalu diunggah ulang di channel Telegram dan aplikasi Potato Chat,” kata Kombes Abast, Jumat (13/6).

 

Untuk melakukan promosi channel Telegram dan Potato Chat secara berbayar, tersangka menggunakan Instagram dengan nama user @OrangTuaNakalComunity dengan mencantumkan bio telegram dengan username @OrangTuaNakalComunity,

 

“Dari pengakuan tersangka, calon pelanggan yang ingin masuk ke channel miliknya harus membayar Rp500 ribu per orang,” terang Kombes Abast.

 

Tersangka akan memasukkan member yang sudah membayar tersebut ke total 15 channel Telegram dan 1 channel Potato Chat yang berisi 2.500 konten pornografi anak dari berbagai daerah dan negara.

 

“Tersangka saat ini memiliki member lebih kurang 1.100 orang,” jelas Kombes Abast saat menggelar Konferensi pers di Gedung Bidhumas Polda Jatim.

 

Tersangka ASF mengelola Akun dan belasan chanel itu seorang diri, dengan hanya berbekal Dua HandphoneΒ miliknya.

 

“Keuntungan yang didapatkan tersangka dengan bisnis ini mencapai Rp10 juta tiap bulan,” tambah Kombes Abast.

 

Selama menjalankan bisnis konten pornografi, tersangka mendapat keuntungan kurang lebih Rp.240 juta.

 

Atas aksinya, ASF terancam Pasal 45 Ayat 1 Juncto Pasal 27 Ayat 1 UU Nomor 11 Tahun 2008, tentang informasi transaksi elektronik, sebagaimana diubah dengan UU nomor 1 tahun 2024, tentang perubahan kedua atas UU nomor 11 tahun 2008, tentang ITE dan atau pasal 29 juncto pasal 4 UU nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi

 

“Dengan ancaman paling lama 12 tahun penjara dan/atau pidana denda paling sedikit Rp250 juta dan paling banyak Rp.6 miliar,” tutup Kombes Abast.

Penulis, Ibad

Editor, Redaksi

Mobil Pick-Up Bermuatan Arak Disergap Polisi, Dua Warga Banyuwangi Ditahan

BLITAR, Cakrawalajatim.news β€” Upaya pemberantasan peredaran minuman keras ilegal kembali membuahkan hasil. Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Blitar berhasil mengamankan dua pria yang membawa ratusan botol arak saat melintas di Jalan Raya Talun, tepatnya di depan sebuah ruko wilayah Desa Sumberejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Kamis malam (12/6) sekitar pukul 21.30 WIB.

Kedua pria tersebut berinisial A.Z. (21), warga Dusun Sumerjoyo, Desa Kemendung, Kecamatan Muncar, dan F.H.S., warga Dusun Yalen, Desa Setail, Kecamatan Genteng, keduanya berasal dari Kabupaten Banyuwangi. Mereka tengah mengemudikan mobil pick-up yang bermuatan puluhan kardus tertutup.

Petugas yang tengah menggelar operasi Cipta Kondisi (CIPKON) merasa curiga dan langsung melakukan pemeriksaan. Hasilnya, ditemukan sebanyak 364 botol minuman keras jenis arak yang dikemas dalam kardus di bagian belakang kendaraan. Minuman keras itu diketahui berasal dari Banyuwangi dan rencananya akan dikirim ke wilayah Wlingi, Kabupaten Blitar.

Saat dimintai keterangan, kedua sopir mengaku hanya sebagai pengantar barang dan tidak mengetahui siapa pemilik ataupun penerima akhir muatan tersebut. Meski begitu, pihak kepolisian tetap membawa keduanya ke Mapolres Blitar untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Selain mengamankan kedua pelaku, polisi juga menyita satu unit kendaraan pick-up dan ratusan botol arak sebagai barang bukti. Seluruh barang bukti kini diamankan di Polres Blitar untuk proses hukum berikutnya.

Kedua pria tersebut diamankan dalam kondisi sehat dan akan menjalani pemeriksaan lanjutan guna menelusuri jaringan peredaran miras ilegal di wilayah Jawa Timur.

Penulis, Ibad

Editor, Redaksi

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.