Cakrawala Jatim News

Lapas Narkotika Langkat Pastikan Program Rehabilitasi Tepat Sasaran bagi Warga Binaan

LANGKAT, Cakrawalajatim.newa — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Langkat terus memperkuat upaya pembinaan dan pemulihan bagi warga binaan melalui pelaksanaan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP), Kamis (8/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Ruang Binadik Lapas Narkotika Kelas IIA Langkat tersebut membahas sekaligus mengevaluasi kelayakan usulan program rehabilitasi bagi warga binaan.

Sidang dihadiri jajaran Pejabat Struktural Eselon IV dan V, tim medis, Kepala Regu Pengamanan (Karupam), asesor, serta Wali Pemasyarakatan. Warga binaan yang masuk dalam daftar pengusulan juga mengikuti langsung proses sidang.

Atas petunjuk dan arahan Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Langkat, Robinson Perangin Angin, kegiatan dipimpin Kepala Seksi Binadik, Hengki Giantoro, selaku Ketua Tim TPP.

Dalam sidang tersebut, Tim TPP melakukan pemaparan dan pembahasan secara menyeluruh terhadap usulan kelayakan rehabilitasi bagi dua warga binaan. Berdasarkan hasil verifikasi, keduanya dinyatakan telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketua Tim TPP, Hengki Giantoro, menegaskan bahwa setiap proses pembahasan hingga pengambilan keputusan dilakukan secara objektif, transparan, serta berdasarkan hasil musyawarah tim.

“Proses ini dilakukan untuk memastikan program rehabilitasi diberikan secara tepat sasaran dan dapat memberikan manfaat bagi proses pemulihan serta pembinaan warga binaan,” demikian inti penegasan dalam kegiatan tersebut.

Selain membahas kelayakan rehabilitasi, Tim TPP juga mengingatkan warga binaan yang diusulkan agar terus menjaga sikap dan perilaku, menaati seluruh tata tertib selama berada di dalam Lapas, serta menunjukkan komitmen dalam mengikuti setiap tahapan program rehabilitasi.

Pelaksanaan Sidang TPP ini menjadi bagian dari upaya Lapas Narkotika Kelas IIA Langkat dalam mendukung proses pembinaan yang terarah, sekaligus mendorong warga binaan untuk mempersiapkan diri kembali menjalani kehidupan yang lebih baik di tengah masyarakat.

 

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Dugaan Pencurian Kabel Telkom Terjadi di Babat Lamongan, Polisi Diminta Selidiki TW dan BM


LAMONGAN, Cakrawalajatim.news— Dugaan aksi pencurian kabel Telkom kembali terjadi di wilayah Jawa Timur. Kali ini, peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di wilayah Babat, Kabupaten Lamongan, pada dini hari 8 Oktober 2026.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kabel milik Telkom diduga menjadi sasaran pencurian. Peristiwa yang berlangsung pada waktu dini hari tersebut kini menjadi perhatian dan diharapkan segera ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian.

Sejumlah pihak meminta Polres Lamongan melakukan penyelidikan secara serius guna mengungkap siapa saja yang terlibat dalam dugaan pencurian tersebut, termasuk menelusuri informasi mengenai dua orang berinisial TW dan BM.

TW dan BM disebut-sebut memiliki kaitan dengan dugaan kasus pencurian kabel di wilayah Mojokerto dan disebut sebagai DPO dalam perkara tersebut. Namun, informasi mengenai status hukum keduanya dalam perkara sebelumnya tetap perlu dikonfirmasi secara resmi kepada pihak kepolisian.

“Polisi harus segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Kalau memang ada keterkaitan dengan pelaku yang sebelumnya masuk dalam daftar pencarian, tentu informasi tersebut harus ditelusuri dan dibuktikan,” ujar sumber yang mengetahui persoalan tersebut.

Masyarakat berharap aparat tidak hanya mengungkap pelaku di lapangan, tetapi juga menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang berperan dalam aksi pencurian maupun penampungan hasil kejahatan apabila nantinya ditemukan bukti yang mengarah ke sana.

Selain itu, kepolisian diharapkan melakukan pemeriksaan terhadap rekaman kamera pengawas, keterangan saksi, jejak kendaraan maupun barang bukti lain yang dapat membantu mengungkap rangkaian peristiwa tersebut.

Hingga berita ini disusun, dugaan keterlibatan TW dan BM dalam peristiwa di Babat Lamongan belum dapat dinyatakan sebagai fakta hukum dan masih memerlukan pembuktian melalui proses penyelidikan serta penyidikan kepolisian.

Polres Lamongan diharapkan segera memberikan penjelasan mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan tidak terjadi kesimpangsiuran mengenai pihak-pihak yang diduga terlibat.

Dugaan Pencurian Kabel Telkom di Lamongan, Polisi Kecolongan atau Ada Pembiaran?

LAMONGAN, Cakrawalajatim.news – Aktivitas yang diduga merupakan pencurian atau penarikan kabel milik PT Telkom menjadi sorotan setelah disebut berlangsung selama kurang lebih tiga hari di wilayah hukum Polres Lamongan.

Informasi yang diterima redaksi menyebutkan, aktivitas tersebut diduga berlangsung di wilayah hukum Polsek Pucuk dan Polsek Sukodadi. Bahkan, kegiatan tersebut disebut berjalan secara terbuka dengan adanya sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai pengawasan aparat penegak hukum di wilayah tersebut. Terlebih, apabila aktivitas yang dilakukan ternyata tidak memiliki izin atau merupakan pengambilan aset milik perusahaan, tentu perlu dipastikan status serta legalitas kegiatannya.

Saat media ini melakukan konfirmasi pada Kamis (8/10/2026), salah seorang yang berada di lokasi, Eko dari Datacyber, mengaku tidak memperoleh informasi lebih jauh mengenai aktivitas tersebut.

“Ia di sana tidak mendapat sesuatu karena takut, yang mengawal ada shorenk, Mas,” demikian keterangan yang disampaikan terkait kondisi di lokasi.

Temuan dan keterangan dari lapangan tersebut kemudian mendapat perhatian dari KPK Nusantara Suhaili. Ia meminta Polres Lamongan memberikan atensi terhadap informasi maupun pengaduan masyarakat terkait aktivitas yang diduga sebagai penarikan kabel tersebut.

Menurutnya, aparat perlu memastikan apakah kegiatan di lapangan memiliki dasar dan izin yang sah, termasuk memastikan status kabel yang diambil serta pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut.

“Siapa penanggung jawab di lapangan dan siapa pihak yang memberikan pengamanan atau membackup kegiatan tersebut?” menjadi salah satu pertanyaan yang perlu dijawab dalam proses klarifikasi.

KPK Nusantara Suhaili juga menyatakan akan melakukan penelusuran terhadap sejumlah lokasi yang diduga menjadi titik aktivitas serupa. Penelusuran tersebut rencananya juga akan dilakukan dengan meminta klarifikasi kepada pihak PT Telkom serta PT PRM Putri Ratu Mandiri guna memastikan status pekerjaan dan legalitas kegiatan di lapangan.

Hingga berita ini ditulis, masih menunggu klarifikasi resmi dari Polres Lamongan, Polsek Pucuk, Polsek Sukodadi, PT Telkom, maupun pihak PT PRM Putri Ratu Mandiri terkait aktivitas tersebut.

Publik kini menunggu jawaban: apakah aktivitas penarikan kabel tersebut merupakan pekerjaan resmi dan berizin, atau terdapat persoalan lain yang perlu ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum?

Aktivitas Penarikan Kabel Telkom Tetap Berjalan, Respons Pengaduan 110 Jadi Sorotan

JOMBANG, Cakrawalajatim,news – Dugaan aktivitas penarikan kabel Telkom di wilayah Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mendapat sorotan. Persoalan tersebut juga memunculkan pertanyaan terkait respons petugas kepolisian setelah adanya pengaduan melalui layanan 110.

Berdasarkan informasi yang diterima tim investigasi, pengaduan melalui layanan 110 disampaikan sekitar pukul 00.10 WIB terkait dugaan aktivitas pengambilan atau penarikan kabel Telkom di lokasi.

Pelapor mempertanyakan apakah kegiatan tersebut memiliki dokumen perizinan dan dasar pekerjaan yang jelas. Namun, menurut keterangan yang disampaikan kepada tim, petugas yang datang ke lokasi disebut hanya mendokumentasikan kendaraan dan kemudian menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sudah tidak berlangsung.

Informasi itu kemudian kembali dipertanyakan setelah tim melakukan pengecekan ulang sekitar pukul 03.18 WIB. Berdasarkan dokumentasi yang diterima, aktivitas di lokasi disebut masih berlangsung.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan, khususnya mengenai tindak lanjut laporan masyarakat melalui layanan 110. Jika benar laporan tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana, publik tentu berharap petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, termasuk memastikan legalitas pekerjaan serta status kabel yang sedang ditarik.

Dalam informasi yang dihimpun, kegiatan tersebut disebut-sebut dikoordinasikan oleh seseorang berinisial Y. Nama seorang mandor berinisial Kus serta seorang tokoh masyarakat berinisial Dafi juga disebut dalam informasi lapangan.

Namun, hingga berita ini disusun, belum ada klarifikasi dari pihak-pihak tersebut terkait tudingan maupun peran mereka dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, Jordy Rezandy yang disebut sebagai Legal & Regulatory Affair at PT Telkom Indonesia, serta pihak PT PRM (Putri Ratu Mandiri) selaku pihak yang disebut sebagai rekanan Telkom, belum memberikan tanggapan atas pesan konfirmasi yang dikirim wartawan.

Ketua KPK Nusantara, Suhaili, meminta Kapolres Jombang melakukan evaluasi terhadap penanganan laporan tersebut.

“Layanan 110 harus benar-benar menjadi sarana masyarakat untuk menyampaikan pengaduan. Setiap laporan yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana harus ditindaklanjuti secara profesional dan transparan,” ujar Suhaili.

Ia juga meminta agar persoalan tersebut menjadi perhatian pimpinan Polri, terutama apabila nantinya ditemukan adanya ketidaksesuaian antara laporan masyarakat dengan kondisi faktual di lapangan.

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Magribi Agung Saputra, S.T.K., S.I.K., saat dikonfirmasi wartawan pada Kamis sore, memberikan respons terkait informasi tersebut.

“Terima kasih untuk infonya, akan kita selidiki,” ujar AKP Magribi.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa informasi mengenai dugaan aktivitas penarikan kabel Telkom tersebut telah diterima oleh pihak Satreskrim Polres Jombang dan akan dilakukan penyelidikan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan lebih lanjut mengenai hasil penyelidikan, status pekerjaan kabel tersebut, legalitas kegiatan, maupun hasil pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang disebut dalam informasi lapangan.

Redaksi akan memberikan ruang kepada Polres Jombang, PT Telkom Indonesia, PT PRM, maupun pihak-pihak lain yang disebut dalam pemberitaan untuk memberikan klarifikasi dan informasi tambahan sesuai perkembangan penyelidikan.

Kenalan Lewat Chat Berujung Curas, Unit Reskrim Polsek Sukomanunggal Ringkus Lima Terduga Pelaku

SURABAYA, Cakrawalajatim.news – Aksi pencurian dengan kekerasan (curas) dengan modus memanfaatkan perkenalan melalui perempuan berhasil diungkap Unit Reskrim Polsek Sukomanunggal. Kasus tersebut terjadi di kawasan Jalan Raya Simogunung, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan lima orang terduga pelaku. Mereka masing-masing berinisial IN (21), warga Pakal Barat Lapangan; EW (26), warga Simo Gunung; RA (23), warga Kembang Kuning; FI (26), warga Banyu Urip Kidul; serta AA (21), warga Wonosari Kidul.

Sementara korban dalam kasus tersebut diketahui berinisial MAP.

Kapolsek Sukomanunggal Kompol M. Akhiyar mengatakan, para pelaku diduga menjalankan aksinya dengan modus yang telah disusun sebelumnya. IN yang merupakan seorang perempuan diduga bertugas memancing korban dengan cara berkenalan secara acak melalui komunikasi pribadi.

Setelah komunikasi terjalin, korban kemudian diajak bertemu. Tanpa mengetahui rencana tersebut, korban memenuhi ajakan tersebut dan menuju lokasi yang telah disepakati.

“Korban yang tidak menaruh curiga kemudian datang ke lokasi pertemuan. Namun, tanpa disadari korban, pertemuan tersebut ternyata telah menjadi bagian dari skenario komplotan untuk merampas sepeda motor,” ujar Kompol M. Akhiyar, Senin (5/10/2026).

Korban Dibuntuti dan Ditendang

Saat korban dalam perjalanan menuju lokasi pertemuan, tiga pelaku lainnya, yakni EW, RA dan FI, diduga membuntuti dari belakang.

Ketiganya kemudian mencari kesempatan untuk menjalankan aksinya. Ketika situasi dinilai aman, para pelaku diduga melakukan kekerasan terhadap korban.

Korban ditendang hingga kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Dalam kondisi tersebut, sepeda motor milik korban kemudian dirampas dan dibawa kabur oleh para pelaku.

Polisi juga mengungkap dugaan keterlibatan AA dalam perkara tersebut. AA diduga berperan membantu menjual sepeda motor yang diperoleh dari aksi kejahatan.

“Tersangka AA ini diduga memiliki peran membantu menjual sepeda motor yang diduga merupakan hasil kejahatan tersebut,” jelas Akhiyar.

Polisi Ringkus Lima Pelaku

Kasus tersebut terungkap setelah Unit Reskrim Polsek Sukomanunggal melakukan serangkaian penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi para terduga pelaku beserta keberadaan mereka.

Petugas kemudian melakukan penangkapan secara bertahap. Kelima terduga pelaku akhirnya diamankan di rumah masing-masing.

Dari pemeriksaan awal, polisi menduga setiap anggota komplotan memiliki peran berbeda. IN diduga menjadi pihak yang mengawali komunikasi sekaligus mengajak korban bertemu.

Sementara EW, RA dan FI diduga bertugas membuntuti korban hingga melakukan kekerasan dan mengambil sepeda motor. Sedangkan AA diduga membantu proses penjualan kendaraan yang diduga berasal dari hasil kejahatan.

Polisi Imbau Warga Waspada

Pengungkapan kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal, terutama ketika mendapat ajakan bertemu secara langsung.

Polisi mengimbau masyarakat yang hendak bertemu dengan orang yang baru dikenal untuk memilih lokasi yang aman, terbuka dan ramai. Selain itu, identitas serta tujuan pertemuan juga sebaiknya dipastikan terlebih dahulu.

Kasus dugaan curas tersebut saat ini masih ditangani Unit Reskrim Polsek Sukomanunggal. Kelima terduga pelaku selanjutnya diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

 

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Unit Reskrim Polsek Sukolilo Ungkap Komplotan Curanmor, Tiga Pelaku Diduga Punya Peran Berbeda

SURABAYA, Cakrawalajatim.news – Unit Reskrim Polsek Sukolilo Polrestabes Surabaya membongkar jaringan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang diduga beraksi di sejumlah wilayah Kota Surabaya.

Pengungkapan kasus ini bermula dari pencurian sepeda motor milik seorang mahasiswa di kawasan Gebang Wetan, Sukolilo. Dari penyelidikan kasus tersebut, polisi menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam jaringan pencurian kendaraan bermotor.

Ketiga terduga pelaku masing-masing berinisial M.Z., M.S., dan A.G. Dua di antaranya, yakni M.Z. dan M.S., diketahui berasal dari Burneh, Bangkalan, Madura.

Ketiganya diamankan dalam rangkaian pengembangan penyelidikan yang dilakukan polisi pada Kamis, 24 September 2026.

Kasus tersebut bermula ketika E.G.M., 24, kehilangan sepeda motor Honda Beat warna hitam tahun 2016 bernopol S-2154-G. Kendaraan itu sebelumnya diparkir di depan rumah kos kawasan Gebang Wetan, Sukolilo.

Saat itu, Senin (21/9/2026) sekitar pukul 23.00 WIB, korban memarkir sepeda motornya sebelum masuk ke kamar kos untuk beristirahat.

Namun, keesokan harinya sekitar pukul 09.30 WIB, teman korban hendak meminjam kendaraan tersebut. Sepeda motor yang sebelumnya berada di depan kos ternyata sudah raib.

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sukolilo.

Berawal dari Satu Kasus, Polisi Bongkar Komplotan

Kasihumas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto mengatakan, laporan tersebut langsung ditindaklanjuti Unit Reskrim Polsek Sukolilo melalui serangkaian penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan, petugas berhasil mengidentifikasi dua orang yang diduga berkaitan dengan pencurian tersebut.

M.Z. diduga bertindak sebagai eksekutor yang mengambil sepeda motor. Selain itu, dia juga diduga membantu menjual kendaraan hasil kejahatan.

Sementara M.S. diduga berperan sebagai joki sekaligus membantu dalam proses penjualan kendaraan hasil curian.

“Pengembangan kemudian dilakukan terhadap kedua tersangka. Hasilnya, polisi kembali mengamankan seorang pria berinisial A.G., 24 tahun, warga Bangkalan,” ujar Hadi, Senin (5/10/2026).

A.G. diduga memiliki peran sebagai joki sekaligus mengawasi kondisi sekitar ketika aksi pencurian dilakukan bersama M.Z.

Dengan penangkapan A.G., polisi kini mengamankan tiga orang yang diduga memiliki peran berbeda dalam jaringan tersebut.

Keliling Surabaya Cari Motor yang Minim Pengamanan

Dari hasil pemeriksaan sementara, komplotan tersebut diduga tidak menentukan lokasi secara khusus. Para pelaku disebut lebih dulu berkeliling di sejumlah wilayah hukum Polrestabes Surabaya untuk mencari kendaraan yang dinilai mudah dicuri.

Rumah kos menjadi salah satu sasaran karena kendaraan penghuni terkadang diparkir di luar bangunan dengan sistem pengamanan yang minim.

Setelah menemukan target, para pelaku diduga berbagi tugas. Salah seorang bertindak sebagai eksekutor, sementara lainnya menjadi joki sekaligus memantau situasi di sekitar lokasi.

Dalam kasus di Gebang Wetan, A.G. diduga bertugas sebagai joki dan mengawasi kondisi sekitar saat M.Z. menjalankan aksi.

Sementara kendaraan yang diduga berhasil dicuri kemudian dijual melalui jaringan yang melibatkan M.S.

Polisi Sita Pisau, Celurit hingga Kunci T

Dalam pengungkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas para terduga pelaku.

Di antaranya satu stel pakaian, topi, sepasang sandal, helm, gelang yang disebut identik dengan rekaman CCTV, serta satu unit telepon seluler.

Penyidik juga menemukan barang bukti lain dari kedua tersangka yang disebut memiliki riwayat perkara sebelumnya.

Dari M.Z., polisi mengamankan senjata tajam jenis pisau penghabisan. Berdasarkan pemeriksaan, M.Z. disebut pernah menjalani proses hukum di Polres Bangkalan terkait perkara pencurian dan kepemilikan senjata tajam.

Dalam perkara tersebut, M.Z. disebut pernah dijatuhi hukuman enam tahun penjara.

Sementara dari M.S., polisi mengamankan senjata tajam jenis celurit serta dua buah mata kunci berbentuk T yang diduga berkaitan dengan aksi pencurian kendaraan bermotor.

M.S. juga disebut pernah berurusan dengan hukum di Polres Bangkalan dalam perkara pencurian dan kepemilikan senjata tajam.

Tak hanya itu, sepeda motor Honda Beat yang digunakan M.S. saat menjalankan aksinya juga diduga merupakan hasil curanmor dari lokasi lain di kawasan Lebak Permai.

Polisi Dalami Kemungkinan TKP Lain

Temuan tersebut membuat penyidik terus memperluas pengembangan kasus. Polisi menduga aktivitas para terduga pelaku tidak hanya berkaitan dengan satu lokasi pencurian.

Keterangan yang diperoleh penyidik juga menyebut M.Z. diduga kerap berganti pasangan saat menjalankan aksinya. Informasi tersebut kini masih didalami untuk mengetahui kemungkinan adanya pelaku lain dalam jaringan tersebut.

Polisi juga terus menelusuri kemungkinan adanya kendaraan lain maupun lokasi pencurian yang berkaitan dengan para terduga pelaku.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya penghuni rumah kos, untuk meningkatkan kewaspadaan. Sepeda motor sebaiknya diparkir di tempat yang aman dan dilengkapi pengamanan tambahan guna mengantisipasi aksi pencurian.

Saat ini, kasus tersebut masih dikembangkan Unit Reskrim Polsek Sukolilo Polrestabes Surabaya. Para terduga pelaku diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.