Dugaan Pencurian Kabel Telkom di Lamongan, Polisi Kecolongan atau Ada Pembiaran?

LAMONGAN, Cakrawalajatim.news – Aktivitas yang diduga merupakan pencurian atau penarikan kabel milik PT Telkom menjadi sorotan setelah disebut berlangsung selama kurang lebih tiga hari di wilayah hukum Polres Lamongan.

Informasi yang diterima redaksi menyebutkan, aktivitas tersebut diduga berlangsung di wilayah hukum Polsek Pucuk dan Polsek Sukodadi. Bahkan, kegiatan tersebut disebut berjalan secara terbuka dengan adanya sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai pengawasan aparat penegak hukum di wilayah tersebut. Terlebih, apabila aktivitas yang dilakukan ternyata tidak memiliki izin atau merupakan pengambilan aset milik perusahaan, tentu perlu dipastikan status serta legalitas kegiatannya.

Saat media ini melakukan konfirmasi pada Kamis (8/10/2026), salah seorang yang berada di lokasi, Eko dari Datacyber, mengaku tidak memperoleh informasi lebih jauh mengenai aktivitas tersebut.

“Ia di sana tidak mendapat sesuatu karena takut, yang mengawal ada shorenk, Mas,” demikian keterangan yang disampaikan terkait kondisi di lokasi.

Temuan dan keterangan dari lapangan tersebut kemudian mendapat perhatian dari KPK Nusantara Suhaili. Ia meminta Polres Lamongan memberikan atensi terhadap informasi maupun pengaduan masyarakat terkait aktivitas yang diduga sebagai penarikan kabel tersebut.

Menurutnya, aparat perlu memastikan apakah kegiatan di lapangan memiliki dasar dan izin yang sah, termasuk memastikan status kabel yang diambil serta pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut.

“Siapa penanggung jawab di lapangan dan siapa pihak yang memberikan pengamanan atau membackup kegiatan tersebut?” menjadi salah satu pertanyaan yang perlu dijawab dalam proses klarifikasi.

KPK Nusantara Suhaili juga menyatakan akan melakukan penelusuran terhadap sejumlah lokasi yang diduga menjadi titik aktivitas serupa. Penelusuran tersebut rencananya juga akan dilakukan dengan meminta klarifikasi kepada pihak PT Telkom serta PT PRM Putri Ratu Mandiri guna memastikan status pekerjaan dan legalitas kegiatan di lapangan.

Hingga berita ini ditulis, masih menunggu klarifikasi resmi dari Polres Lamongan, Polsek Pucuk, Polsek Sukodadi, PT Telkom, maupun pihak PT PRM Putri Ratu Mandiri terkait aktivitas tersebut.

Publik kini menunggu jawaban: apakah aktivitas penarikan kabel tersebut merupakan pekerjaan resmi dan berizin, atau terdapat persoalan lain yang perlu ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum?

Aktivitas Penarikan Kabel Telkom Tetap Berjalan, Respons Pengaduan 110 Jadi Sorotan

JOMBANG, Cakrawalajatim,news – Dugaan aktivitas penarikan kabel Telkom di wilayah Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mendapat sorotan. Persoalan tersebut juga memunculkan pertanyaan terkait respons petugas kepolisian setelah adanya pengaduan melalui layanan 110.

Berdasarkan informasi yang diterima tim investigasi, pengaduan melalui layanan 110 disampaikan sekitar pukul 00.10 WIB terkait dugaan aktivitas pengambilan atau penarikan kabel Telkom di lokasi.

Pelapor mempertanyakan apakah kegiatan tersebut memiliki dokumen perizinan dan dasar pekerjaan yang jelas. Namun, menurut keterangan yang disampaikan kepada tim, petugas yang datang ke lokasi disebut hanya mendokumentasikan kendaraan dan kemudian menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sudah tidak berlangsung.

Informasi itu kemudian kembali dipertanyakan setelah tim melakukan pengecekan ulang sekitar pukul 03.18 WIB. Berdasarkan dokumentasi yang diterima, aktivitas di lokasi disebut masih berlangsung.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan, khususnya mengenai tindak lanjut laporan masyarakat melalui layanan 110. Jika benar laporan tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana, publik tentu berharap petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, termasuk memastikan legalitas pekerjaan serta status kabel yang sedang ditarik.

Dalam informasi yang dihimpun, kegiatan tersebut disebut-sebut dikoordinasikan oleh seseorang berinisial Y. Nama seorang mandor berinisial Kus serta seorang tokoh masyarakat berinisial Dafi juga disebut dalam informasi lapangan.

Namun, hingga berita ini disusun, belum ada klarifikasi dari pihak-pihak tersebut terkait tudingan maupun peran mereka dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, Jordy Rezandy yang disebut sebagai Legal & Regulatory Affair at PT Telkom Indonesia, serta pihak PT PRM (Putri Ratu Mandiri) selaku pihak yang disebut sebagai rekanan Telkom, belum memberikan tanggapan atas pesan konfirmasi yang dikirim wartawan.

Ketua KPK Nusantara, Suhaili, meminta Kapolres Jombang melakukan evaluasi terhadap penanganan laporan tersebut.

“Layanan 110 harus benar-benar menjadi sarana masyarakat untuk menyampaikan pengaduan. Setiap laporan yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana harus ditindaklanjuti secara profesional dan transparan,” ujar Suhaili.

Ia juga meminta agar persoalan tersebut menjadi perhatian pimpinan Polri, terutama apabila nantinya ditemukan adanya ketidaksesuaian antara laporan masyarakat dengan kondisi faktual di lapangan.

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Magribi Agung Saputra, S.T.K., S.I.K., saat dikonfirmasi wartawan pada Kamis sore, memberikan respons terkait informasi tersebut.

“Terima kasih untuk infonya, akan kita selidiki,” ujar AKP Magribi.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa informasi mengenai dugaan aktivitas penarikan kabel Telkom tersebut telah diterima oleh pihak Satreskrim Polres Jombang dan akan dilakukan penyelidikan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan lebih lanjut mengenai hasil penyelidikan, status pekerjaan kabel tersebut, legalitas kegiatan, maupun hasil pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang disebut dalam informasi lapangan.

Redaksi akan memberikan ruang kepada Polres Jombang, PT Telkom Indonesia, PT PRM, maupun pihak-pihak lain yang disebut dalam pemberitaan untuk memberikan klarifikasi dan informasi tambahan sesuai perkembangan penyelidikan.

Kenalan Lewat Chat Berujung Curas, Unit Reskrim Polsek Sukomanunggal Ringkus Lima Terduga Pelaku

SURABAYA, Cakrawalajatim.news – Aksi pencurian dengan kekerasan (curas) dengan modus memanfaatkan perkenalan melalui perempuan berhasil diungkap Unit Reskrim Polsek Sukomanunggal. Kasus tersebut terjadi di kawasan Jalan Raya Simogunung, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan lima orang terduga pelaku. Mereka masing-masing berinisial IN (21), warga Pakal Barat Lapangan; EW (26), warga Simo Gunung; RA (23), warga Kembang Kuning; FI (26), warga Banyu Urip Kidul; serta AA (21), warga Wonosari Kidul.

Sementara korban dalam kasus tersebut diketahui berinisial MAP.

Kapolsek Sukomanunggal Kompol M. Akhiyar mengatakan, para pelaku diduga menjalankan aksinya dengan modus yang telah disusun sebelumnya. IN yang merupakan seorang perempuan diduga bertugas memancing korban dengan cara berkenalan secara acak melalui komunikasi pribadi.

Setelah komunikasi terjalin, korban kemudian diajak bertemu. Tanpa mengetahui rencana tersebut, korban memenuhi ajakan tersebut dan menuju lokasi yang telah disepakati.

“Korban yang tidak menaruh curiga kemudian datang ke lokasi pertemuan. Namun, tanpa disadari korban, pertemuan tersebut ternyata telah menjadi bagian dari skenario komplotan untuk merampas sepeda motor,” ujar Kompol M. Akhiyar, Senin (5/10/2026).

Korban Dibuntuti dan Ditendang

Saat korban dalam perjalanan menuju lokasi pertemuan, tiga pelaku lainnya, yakni EW, RA dan FI, diduga membuntuti dari belakang.

Ketiganya kemudian mencari kesempatan untuk menjalankan aksinya. Ketika situasi dinilai aman, para pelaku diduga melakukan kekerasan terhadap korban.

Korban ditendang hingga kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Dalam kondisi tersebut, sepeda motor milik korban kemudian dirampas dan dibawa kabur oleh para pelaku.

Polisi juga mengungkap dugaan keterlibatan AA dalam perkara tersebut. AA diduga berperan membantu menjual sepeda motor yang diperoleh dari aksi kejahatan.

“Tersangka AA ini diduga memiliki peran membantu menjual sepeda motor yang diduga merupakan hasil kejahatan tersebut,” jelas Akhiyar.

Polisi Ringkus Lima Pelaku

Kasus tersebut terungkap setelah Unit Reskrim Polsek Sukomanunggal melakukan serangkaian penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi para terduga pelaku beserta keberadaan mereka.

Petugas kemudian melakukan penangkapan secara bertahap. Kelima terduga pelaku akhirnya diamankan di rumah masing-masing.

Dari pemeriksaan awal, polisi menduga setiap anggota komplotan memiliki peran berbeda. IN diduga menjadi pihak yang mengawali komunikasi sekaligus mengajak korban bertemu.

Sementara EW, RA dan FI diduga bertugas membuntuti korban hingga melakukan kekerasan dan mengambil sepeda motor. Sedangkan AA diduga membantu proses penjualan kendaraan yang diduga berasal dari hasil kejahatan.

Polisi Imbau Warga Waspada

Pengungkapan kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal, terutama ketika mendapat ajakan bertemu secara langsung.

Polisi mengimbau masyarakat yang hendak bertemu dengan orang yang baru dikenal untuk memilih lokasi yang aman, terbuka dan ramai. Selain itu, identitas serta tujuan pertemuan juga sebaiknya dipastikan terlebih dahulu.

Kasus dugaan curas tersebut saat ini masih ditangani Unit Reskrim Polsek Sukomanunggal. Kelima terduga pelaku selanjutnya diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

 

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Unit Reskrim Polsek Sukolilo Ungkap Komplotan Curanmor, Tiga Pelaku Diduga Punya Peran Berbeda

SURABAYA, Cakrawalajatim.news – Unit Reskrim Polsek Sukolilo Polrestabes Surabaya membongkar jaringan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang diduga beraksi di sejumlah wilayah Kota Surabaya.

Pengungkapan kasus ini bermula dari pencurian sepeda motor milik seorang mahasiswa di kawasan Gebang Wetan, Sukolilo. Dari penyelidikan kasus tersebut, polisi menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam jaringan pencurian kendaraan bermotor.

Ketiga terduga pelaku masing-masing berinisial M.Z., M.S., dan A.G. Dua di antaranya, yakni M.Z. dan M.S., diketahui berasal dari Burneh, Bangkalan, Madura.

Ketiganya diamankan dalam rangkaian pengembangan penyelidikan yang dilakukan polisi pada Kamis, 24 September 2026.

Kasus tersebut bermula ketika E.G.M., 24, kehilangan sepeda motor Honda Beat warna hitam tahun 2016 bernopol S-2154-G. Kendaraan itu sebelumnya diparkir di depan rumah kos kawasan Gebang Wetan, Sukolilo.

Saat itu, Senin (21/9/2026) sekitar pukul 23.00 WIB, korban memarkir sepeda motornya sebelum masuk ke kamar kos untuk beristirahat.

Namun, keesokan harinya sekitar pukul 09.30 WIB, teman korban hendak meminjam kendaraan tersebut. Sepeda motor yang sebelumnya berada di depan kos ternyata sudah raib.

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sukolilo.

Berawal dari Satu Kasus, Polisi Bongkar Komplotan

Kasihumas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto mengatakan, laporan tersebut langsung ditindaklanjuti Unit Reskrim Polsek Sukolilo melalui serangkaian penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan, petugas berhasil mengidentifikasi dua orang yang diduga berkaitan dengan pencurian tersebut.

M.Z. diduga bertindak sebagai eksekutor yang mengambil sepeda motor. Selain itu, dia juga diduga membantu menjual kendaraan hasil kejahatan.

Sementara M.S. diduga berperan sebagai joki sekaligus membantu dalam proses penjualan kendaraan hasil curian.

“Pengembangan kemudian dilakukan terhadap kedua tersangka. Hasilnya, polisi kembali mengamankan seorang pria berinisial A.G., 24 tahun, warga Bangkalan,” ujar Hadi, Senin (5/10/2026).

A.G. diduga memiliki peran sebagai joki sekaligus mengawasi kondisi sekitar ketika aksi pencurian dilakukan bersama M.Z.

Dengan penangkapan A.G., polisi kini mengamankan tiga orang yang diduga memiliki peran berbeda dalam jaringan tersebut.

Keliling Surabaya Cari Motor yang Minim Pengamanan

Dari hasil pemeriksaan sementara, komplotan tersebut diduga tidak menentukan lokasi secara khusus. Para pelaku disebut lebih dulu berkeliling di sejumlah wilayah hukum Polrestabes Surabaya untuk mencari kendaraan yang dinilai mudah dicuri.

Rumah kos menjadi salah satu sasaran karena kendaraan penghuni terkadang diparkir di luar bangunan dengan sistem pengamanan yang minim.

Setelah menemukan target, para pelaku diduga berbagi tugas. Salah seorang bertindak sebagai eksekutor, sementara lainnya menjadi joki sekaligus memantau situasi di sekitar lokasi.

Dalam kasus di Gebang Wetan, A.G. diduga bertugas sebagai joki dan mengawasi kondisi sekitar saat M.Z. menjalankan aksi.

Sementara kendaraan yang diduga berhasil dicuri kemudian dijual melalui jaringan yang melibatkan M.S.

Polisi Sita Pisau, Celurit hingga Kunci T

Dalam pengungkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas para terduga pelaku.

Di antaranya satu stel pakaian, topi, sepasang sandal, helm, gelang yang disebut identik dengan rekaman CCTV, serta satu unit telepon seluler.

Penyidik juga menemukan barang bukti lain dari kedua tersangka yang disebut memiliki riwayat perkara sebelumnya.

Dari M.Z., polisi mengamankan senjata tajam jenis pisau penghabisan. Berdasarkan pemeriksaan, M.Z. disebut pernah menjalani proses hukum di Polres Bangkalan terkait perkara pencurian dan kepemilikan senjata tajam.

Dalam perkara tersebut, M.Z. disebut pernah dijatuhi hukuman enam tahun penjara.

Sementara dari M.S., polisi mengamankan senjata tajam jenis celurit serta dua buah mata kunci berbentuk T yang diduga berkaitan dengan aksi pencurian kendaraan bermotor.

M.S. juga disebut pernah berurusan dengan hukum di Polres Bangkalan dalam perkara pencurian dan kepemilikan senjata tajam.

Tak hanya itu, sepeda motor Honda Beat yang digunakan M.S. saat menjalankan aksinya juga diduga merupakan hasil curanmor dari lokasi lain di kawasan Lebak Permai.

Polisi Dalami Kemungkinan TKP Lain

Temuan tersebut membuat penyidik terus memperluas pengembangan kasus. Polisi menduga aktivitas para terduga pelaku tidak hanya berkaitan dengan satu lokasi pencurian.

Keterangan yang diperoleh penyidik juga menyebut M.Z. diduga kerap berganti pasangan saat menjalankan aksinya. Informasi tersebut kini masih didalami untuk mengetahui kemungkinan adanya pelaku lain dalam jaringan tersebut.

Polisi juga terus menelusuri kemungkinan adanya kendaraan lain maupun lokasi pencurian yang berkaitan dengan para terduga pelaku.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya penghuni rumah kos, untuk meningkatkan kewaspadaan. Sepeda motor sebaiknya diparkir di tempat yang aman dan dilengkapi pengamanan tambahan guna mengantisipasi aksi pencurian.

Saat ini, kasus tersebut masih dikembangkan Unit Reskrim Polsek Sukolilo Polrestabes Surabaya. Para terduga pelaku diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Dugaan Tangkap Lepas Narkoba di Peterongan Disorot, Kasat Narkoba Jombang Janji Konfirmasi ke Kapolsek

JOMBANG, Cakrawalajatim.news – Pernyataan Kasat Narkoba Polres Jombang, AKP Bowo, terkait penanganan perkara narkotika di tingkat kepolisian sektor (Polsek) menjadi perhatian setelah mencuatnya pemberitaan dugaan praktik tangkap lepas kasus narkoba di wilayah hukum Polsek Peterongan.

Saat dikonfirmasi pada Minggu (4/10/2026), AKP Bowo menyampaikan bahwa pihaknya selama ini melakukan pembinaan terhadap jajaran Polsek apabila masih terdapat pelayanan maupun penanganan perkara narkotika di tingkat kepolisian sektor.

“Ya kalau memang di dalam Polsek masih menangani kasus narkoba, itu kan kami selalu melakukan pembinaan terhadap tim Polsek,” ujar Bowo kepada Media Liputan Kasus melalui sambungan telepon, Minggu (4/10/2026).

Namun, AKP Bowo belum menjelaskan secara terperinci bagaimana mekanisme koordinasi, batas kewenangan, serta prosedur penanganan perkara narkotika yang dilakukan oleh Polsek.

Dalam percakapan konfirmasi tersebut, AKP Bowo juga menyatakan bahwa persoalan dugaan praktik tangkap lepas kasus narkoba di Polsek Peterongan akan dikonfirmasikan langsung kepada Kapolsek.

“Tak konfirmasi sama Pak Kapolsek ya, dulur,” katanya.

Bowo selanjutnya meminta agar informasi mengenai Polsek yang masih menangani perkara narkotika disampaikan kepadanya.

“Polsek-polsek yang tetap menangani kasus narkoba, kalau memang ada informasi, informasikan ke saya,” lanjutnya.

Pernyataan AKP Bowo tersebut muncul setelah Media Liputan Kasus memuat pemberitaan mengenai dugaan praktik tangkap lepas dalam perkara narkotika yang menyeret seorang warga berinisial FRD, asal Desa Ngelongko, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang.

Dalam pemberitaan sebelumnya, FRD disebut-sebut pernah diamankan terkait dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Namun, muncul informasi mengenai dugaan pelepasan yang disertai permintaan uang sebesar Rp20 juta.

Informasi tersebut masih berupa dugaan dan membutuhkan pembuktian serta klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Hingga konfirmasi kepada AKP Bowo pada Minggu (4/10/2026), belum ada penjelasan spesifik darinya mengenai benar atau tidaknya penanganan perkara FRD, termasuk dugaan adanya uang Rp20 juta tersebut.

Sebelumnya, Kapolsek Peterongan AKP Hidayaturahman ketika dikonfirmasi terkait pemberitaan itu sempat meminta agar konfirmasi dilakukan langsung ke kantor Polsek.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Peterongan, Sentot, juga menyampaikan agar wartawan datang ke kantor untuk bertemu.

Dilansir dari Media Liputan Kasus

Tiga Terduga Residivis Pelaku Curanmor Diamankan Polrestabes Surabaya

Surabaya, Cakrawalakatim.news — Polrestabes Surabaya melumpuhkan komplotan spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang telah beraksi di puluhan lokasi. Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya menembak kaki para pelaku lantaran mencoba melawan saat ditangkap.

Ketiga tersangka yang diringkus masing-masing berinisial M.S.F. (24), O.C.K. (28), dan A.L. (27). Komplotan residivis ini teridentifikasi telah beraksi sedikitnya di 36 Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Surabaya dan sekitarnya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi Sulistiawan melalui Kasi Humas AKP Hadi Ismanto menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari aduan masyarakat yang kehilangan sepeda motor di beberapa wilayah.

“Pengungkapan ini menindaklanjuti laporan warga. Sementara ada tiga laporan utama yang ditangani di Polsek Gubeng, Polsek Sukolilo, dan Polsek Mulyorejo,” kata Hadi dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).

Aksi pencurian tersebut menyasar area pemukiman dan indekos. Beberapa titik lokasi kejadian di antaranya garasi rumah kos di Jalan Karang Wismo II, kawasan Keputih Gang 1B, serta Jalan Sutorejo Utara VIII. Modus yang digunakan para pelaku terbilang cepat, yakni mengincar kendaraan yang diparkir tanpa kunci ganda atau pagar indekos yang tidak terkunci.

“Salah satu korban kehilangan Honda Vario saat beristirahat di kamar kos. Pelaku masuk melalui pagar yang terbuka dan menggasak motor yang tidak terkunci stang,” lanjutnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, pembagian peran dalam komplotan ini terstruktur rapi. Tersangka O.C.K. bertindak sebagai eksekutor di lapangan, A.L. bertugas memantau situasi sekitar, sedangkan peran M.S.F. masih terus didalami oleh penyidik.

Selain menangkap para tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti yang digunakan untuk beraksi, antara lain kunci letter T, kunci letter L, serta dua unit telepon genggam merek Oppo.

Dari rekam jejak kepolisian, ketiga tersangka merupakan residivis yang pernah berurusan dengan hukum dalam berbagai kasus kejahatan, mulai dari pencurian, penjambretan, tawuran, hingga penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Penyidik kini juga tengah berkoordinasi dengan kepolisian daerah lain untuk menelusuri dugaan aksi mereka di wilayah Sidoarjo, Malang, dan Lamongan.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 477 ayat (1) huruf f Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman penjara..

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.