Polsek Pabean Cantikan Amankan DPO Pencuri 14 Bollard Di Kawasan Kembang Jepun

SURABAYA, Cakrawalajatim.news – Polsek Pabean Cantikan Polres Pelabuhan Tanjung Perak menangkap seorang pria berinisial NK (36) yang terlibat dalam pencurian bollard atau pembatas trotoar milik Pemerintah Kota Surabaya. Barang-barang tersebut dilaporkan hilang dari kawasan Jalan Kembang Jepun, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp22 juta.

NK ditangkap Unit Reskrim Polsek Pabean Cantikan pada Senin (12/10/2026). Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari laporan pencurian yang terjadi pada Rabu (23/9) di trotoar Jalan Kembang Jepun, Kelurahan Bongkaran, Pabean Cantikan Surabaya.

Kapolsek Pabean Cantikan Kompol Eko Adi Wibowo melalui Kasi Humas Iptu Suroto menjelaskan, bollard berbahan besi cor itu dicuri oleh NK bersama rekannya berinisial EP. Yang lebih dahulu ditangkap pada (24/9/2026).

Menurut keterangan Iptu Suroto, para pelaku membongkar bagian semen dan baut yang menahan bollard hingga terlepas dari tempatnya. Bollard tersebut kemudian diangkut menggunakan becak motor.

“Dari pencurian tersebut Pemkot Surabaya kehilangan sebanyak 14 bollard. Kehilangan fasilitas umum itu diperkirakan menimbulkan kerugian sekitar Rp22 juta,” tutur Iptu Suroto, pada Selasa (13/10).

Dari kasus tersebut , polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu linggis sepanjang sekitar 60 sentimeter, satu palu bodem.

Pelaku NK disangkakan melakukan pencurian dengan pemberatan sebagaimana Pasal 477 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Sikap Bungkam Polres Jombang Terkait Pencurian Kabel Telkom, Kapolda Jatim Dan Kapolri Diminta Pilih SDM Polisi Baik di Jombang

Jombang, Cakrawalajatim.news – Sikap Polres Jombang yang dinilai belum memberikan keterbukaan terkait sejumlah persoalan hukum di wilayahnya menuai sorotan dari Suhaili, Ketua DPC Surabaya KPK Nusantara. Ia menilai, minimnya penjelasan kepada publik berpotensi memunculkan beragam stigma dan mempertanyakan komitmen transparansi serta profesionalitas aparat penegak hukum.

Menurut Suhaili, situasi tersebut menjadi ujian nyata bagi Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Kapolda Jawa Timur yang baru, Irjen Pol Dekananto Eko Purnomo, dalam memastikan pelaksanaan tugas kepolisian berjalan sesuai prinsip integritas, profesionalitas, dan akuntabilitas.

β€œIntegritas Polri dipertanyakan. Mampukah Kapolri melalui Kapolda Jatim yang baru bersikap tegas dan merombak jajaran Polres Jombang, atau slogan β€˜Polisi untuk Masyarakat’ hanya menjadi sebuah slogan?” ujar Suhaili

Ia menyayangkan apabila persoalan yang menjadi perhatian masyarakat tidak disertai penjelasan yang memadai dari pihak kepolisian. Menurutnya, keterbukaan informasi sangat diperlukan agar masyarakat mengetahui sejauh mana proses penanganan perkara yang menjadi perhatian publik.

Suhaili menegaskan, kritik tersebut bukan semata-mata untuk menyudutkan institusi Polri, melainkan sebagai dorongan agar aparat penegak hukum mampu menunjukkan tanggung jawab dan memberikan kepastian kepada masyarakat.

Soroti Dugaan Sejumlah Kasus di Jombang

Suhaili menyebut setidaknya ada beberapa persoalan yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius, di antaranya maraknya dugaan pencurian kabel Telkom di wilayah Jombang, informasi mengenai dugaan pelepasan terduga pelaku narkotika di wilayah Polsek Peterongan yang disebut-sebut disertai permintaan imbalan, serta belum jelasnya perkembangan penanganan kasus dugaan pencurian toko aki di Jombang.

Atas berbagai persoalan tersebut, KPK Nusantara meminta Kapolda Jawa Timur melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja jajaran Polres Jombang, termasuk pejabat yang dinilai perlu dimintai pertanggungjawaban atas penanganan perkara dan komunikasi kepada publik.

Terkait dugaan permintaan imbalan dalam perkara narkotika, Suhaili mendorong agar informasi tersebut diperiksa secara objektif oleh pihak berwenang. Apabila ditemukan bukti pelanggaran, ia meminta agar proses penindakan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

β€œBuktikan kepada masyarakat bahwa Polri masih menjunjung tinggi integritas. Kami meminta agar jajaran yang terbukti tidak profesional dalam menjalankan tugas dievaluasi dan ditindak sesuai aturan. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan karena persoalan yang tidak mendapat penjelasan secara terbuka,” tegasnya.

Kapolri dan Kapolda Jatim Diminta Beri Respons

Lebih lanjut, Suhaili berharap pimpinan Polri memberikan perhatian terhadap berbagai keluhan masyarakat di Jombang. Menurutnya, evaluasi institusi harus didasarkan pada fakta, hasil pemeriksaan, serta bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ia juga meminta agar perkembangan penanganan dugaan pencurian kabel Telkom dan kasus toko aki disampaikan secara proporsional kepada publik, sepanjang tidak mengganggu proses penyelidikan maupun penyidikan.

Suhaili menilai, penanganan laporan masyarakat yang transparan dan profesional merupakan bagian penting dalam mewujudkan slogan β€œPolisi untuk Masyarakat”.

Hingga berita ini disusun, pernyataan dan tuntutan Suhaili tersebut perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak Polres Jombang, Polsek Peterongan, serta jajaran Polda Jawa Timur. Klarifikasi resmi dari pihak-pihak terkait diperlukan untuk memperoleh gambaran utuh mengenai perkembangan setiap perkara dan memastikan seluruh dugaan diperiksa secara adil sesuai hukum.

Masyarakat pun berharap setiap laporan ditindaklanjuti secara profesional, tanpa tebang pilih, sehingga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian dapat terjaga.

@⁨Ketua Jawara Bersatu Suhaili⁩

Mulai Sembrono, PLN Sampang Kurang Kopi Padamkan Listrik Seharian Tanpa Pemberitahuan, Sampai Warga Kecewa

SAMPANG, Cakrawalajatim.news – Warga Dusun Sorak, Kelurahan Beringin, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, berharap pihak PLN segera melakukan pengecekan dan memberikan penjelasan terkait pemadaman listrik yang terjadi berulang kali di wilayah tersebut.

Masyarakat meminta PLN segera mengidentifikasi penyebab gangguan pasokan listrik yang terjadi beberapa kali dalam sehari. Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga.(13/10/26).

Selain mengganggu kenyamanan, pemadaman listrik yang berulang juga dikhawatirkan dapat berdampak pada peralatan elektronik rumah tangga. Salah satu yang menjadi perhatian warga adalah perangkat Wi-Fi yang digunakan untuk menunjang komunikasi, pekerjaan, serta berbagai aktivitas lainnya.

Warga berharap pihak PLN tidak mengabaikan keluhan tersebut dan segera melakukan pemeriksaan terhadap jaringan maupun instalasi listrik yang diduga mengalami gangguan.

 

Masyarakat juga meminta agar PLN memberikan informasi yang jelas mengenai penyebab pemadaman serta langkah penanganan yang akan dilakukan, sehingga warga tidak terus-menerus merasa khawatir terhadap kondisi pasokan listrik di wilayah mereka.

Warga Dusun Sorak berharap adanya respons cepat dan tindakan nyata dari pihak PLN agar pasokan listrik kembali stabil, sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Hingga berita ini diterbitkan, warga berharap pihak PLN segera memberikan tanggapan dan melakukan pengecekan langsung di lokasi untuk memastikan penyebab gangguan listrik tersebut.

 

(Red)

Kasus Dugaan Hubungan Terlarang di Sampang Disorot, Kapolri Diminta Usut Tuntas Dugaan Kejanggalan Penyelidikan di Polres Sampang

SAMPANG, Cakrawalajatim.News – Kasus dugaan hubungan terlarang yang menyeret oknum Kepala Puskesmas Robatal berinisial B dan berinisial AI terus bergulir di Polres Sampang. Namun, pihak terlapor menyoroti banyaknya kejanggalan selama proses penyelidikan.

Pihak terlapor mengungkapkan adanya dugaan intimidasi selama pemeriksaan di Unit PPA Polres Sampang.

“Saya merasa tertekan. Ada penyampaian dari oknum penyidik yang sesumbar, jika saksi terlapor ini sudah pasti akan dipenjara. Bahkan disebut ‘jika tidak dipenjara dia akan pensiun dini’,” ungkap pihak terlapor, Kamis (9/10/2026).

Tak hanya intimidasi verbal, pihak terlapor juga mengeluhkan kurangnya privasi dan dugaan bullying oleh anggota kepolisian selama proses penyelidikan.

“Selama proses penyelidikan, kami merasa tidak ada privasi. Prosesnya seperti di-bully, dipermalukan di depan umum. Padahal ini masih tahap penyelidikan, belum ada penetapan tersangka. Kami ini seperti sudah divonis bersalah,” tegasnya.

Bahkan, pihak terlapor mengaku dipaksa untuk mengakui perbuatan yang tidak pernah dilakukannya.

“Saya dipaksa mengakui oleh penyidik. Padahal saya sudah jelaskan sesuai fakta. Hasil visum saya sendiri negatif, tidak ada bukti perselingkuhan atau perzinahan seperti yang dituduhkan. Tapi saya terus didesak untuk mengaku,” ungkapnya dengan nada keberatan.

Menurutnya, sikap tersebut melanggar asas praduga tak bersalah dan profesionalisme Polri. “Yang berhak menyatakan bersalah itu pengadilan, bukan penyidik.”

Selain itu, pihak terlapor menyoroti aksi pelapor berinisial F yang merupakan ASN Pemkab Bangkalan, yang dinilai lalai tugas.

“Pelapor ini ASN Bangkalan, tapi jam kerja malah bolos dan mendatangi Puskesmas Robatal bersama Babinsa dan polisi untuk membuat kegaduhan. Puskesmas itu area pelayanan vital, jangan sampai pelayanan masyarakat terganggu karena masalah personal,” ungkapnya.

Atas rentetan dugaan kejanggalan tersebut, pihak terlapor menegaskan telah mengambil langkah hukum.

“Kami sudah melaporkan kinerja anggota PPA kepolisian Polres Sampang terkait kasus ini ke Bid Propam Polda Jatim. Kami berharap Polda Jatim turun tangan mengevaluasi proses penyelidikan yang kami nilai tidak profesional dan tidak menjaga privasi terlapor,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kasat Reskrim Polres Sampang Iptu Nur Fajri dan beberapa pihak terkait masih dikonfirmasi.

Peredaran Sabu dari Bangkalan ke Surabaya Terungkap, Satresnarkoba Polres Tanjung Perak Kejar Pemasok

SURABAYA, Cakrawalajatim.news – Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu lintas daerah seberat 95,44 gram. Dalam pengungkapan ini, petugas mengamankan seorang pria berinisial AY (43) di kediamannya yang berlokasi di Jalan Joyoboyo.

Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Adik Agus Putrawan menjelaskan penangkapan tersangka yang diduga kuat berperan sebagai perantara dalam jaringan peredaran gelap narkotika tersebut.

“Petugas berhasil mengamankan tersangka AY di dalam rumahnya. Saat penggeledahan, kami menemukan 10 klip plastik berisi sabu dengan total berat bruto 95,44 gram yang disembunyikan di dalam tas di kamar tersangka,” ujar AKP Adik, Kamis (8/10/2026) malam.

Barang bukti yang disita meliputi satu kantong plastik sedang berisi sabu seberat 44,80 gram, sembilan klip plastik kecil berisi sabu seberat 50,64 gram, satu bendel plastik klip, sebuah sendok takar plastik, serta satu unit telepon seluler yang digunakan untuk bertransaksi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, penangkapan pada Rabu (23/9/2026) ini berawal dari pengambilan barang haram melalui sistem ranjau.

Pada hari yang sama sekitar pukul 04.30 WIB, tersangka AY mengambil pasokan sabu di area pertigaan Parseh, Kabupaten Bangkalan, Madura, dari seseorang berinisial RSD yang kini berstatus daftar pencarian orang (DPO).

“Tersangka mendapat pasokan barang dari RSD untuk diedarkan kembali. Cara penjualannya dilakukan dengan menawarkan langsung kepada rekan-rekannya maupun melayani pembeli arahan dari RSD menggunakan sistem ranjau di lokasi yang telah ditentukan,” jelas AKP Adik.

Pihak kepolisian turut mengungkap bahwa aksi terlarang ini telah dilakoni AY sejak satu tahun lalu. Paket sabu tersebut diecer dengan harga bervariasi, mulai dari Rp100.000 hingga Rp800.000 per paket hemat.

“Motif utama tersangka adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dari setiap tahapan edar, tersangka dijanjikan keuntungan tunai sebesar Rp7.500.000 oleh RSD, sekaligus bisa mengonsumsi sabu secara gratis,” pungkasnya.

Saat ini tersangka AY beserta seluruh barang bukti telah diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut, sementara penyidik terus bergerak mengejar keberadaan RSD guna membongkar jaringan di atasnya.

 

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Dugaan Pencurian Kabel Telkom Terjadi di Babat Lamongan, Polisi Diminta Selidiki TW dan BM


LAMONGAN, Cakrawalajatim.newsβ€” Dugaan aksi pencurian kabel Telkom kembali terjadi di wilayah Jawa Timur. Kali ini, peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di wilayah Babat, Kabupaten Lamongan, pada dini hari 8 Oktober 2026.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kabel milik Telkom diduga menjadi sasaran pencurian. Peristiwa yang berlangsung pada waktu dini hari tersebut kini menjadi perhatian dan diharapkan segera ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian.

Sejumlah pihak meminta Polres Lamongan melakukan penyelidikan secara serius guna mengungkap siapa saja yang terlibat dalam dugaan pencurian tersebut, termasuk menelusuri informasi mengenai dua orang berinisial TW dan BM.

TW dan BM disebut-sebut memiliki kaitan dengan dugaan kasus pencurian kabel di wilayah Mojokerto dan disebut sebagai DPO dalam perkara tersebut. Namun, informasi mengenai status hukum keduanya dalam perkara sebelumnya tetap perlu dikonfirmasi secara resmi kepada pihak kepolisian.

β€œPolisi harus segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Kalau memang ada keterkaitan dengan pelaku yang sebelumnya masuk dalam daftar pencarian, tentu informasi tersebut harus ditelusuri dan dibuktikan,” ujar sumber yang mengetahui persoalan tersebut.

Masyarakat berharap aparat tidak hanya mengungkap pelaku di lapangan, tetapi juga menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang berperan dalam aksi pencurian maupun penampungan hasil kejahatan apabila nantinya ditemukan bukti yang mengarah ke sana.

Selain itu, kepolisian diharapkan melakukan pemeriksaan terhadap rekaman kamera pengawas, keterangan saksi, jejak kendaraan maupun barang bukti lain yang dapat membantu mengungkap rangkaian peristiwa tersebut.

Hingga berita ini disusun, dugaan keterlibatan TW dan BM dalam peristiwa di Babat Lamongan belum dapat dinyatakan sebagai fakta hukum dan masih memerlukan pembuktian melalui proses penyelidikan serta penyidikan kepolisian.

Polres Lamongan diharapkan segera memberikan penjelasan mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan tidak terjadi kesimpangsiuran mengenai pihak-pihak yang diduga terlibat.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.