Diduga Hendak Gasak Kabel Telkom, Sejumlah Orang Diciduk Polsek Wiyung

SURABAYA, Cakrawalajatim.news – Aparat Unit Reskrim Polsek Wiyung Polrestabes Surabaya mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat upaya pencurian kabel primer milik PT Telkom Indonesia.

Penindakan dilakukan pada Senin dini hari, 27 April 2026, di kawasan Jalan Wiyung, Surabaya. Para terduga pelaku diamankan ketika diduga hendak melancarkan aksinya terhadap kabel berisi tembaga tersebut.

Selain mengamankan beberapa orang, petugas juga membawa sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan rencana pencurian itu. Selanjutnya, seluruh terduga pelaku dibawa ke Mapolsek Wiyung guna menjalani pemeriksaan intensif.

Kanit Reskrim Polsek Wiyung AKP Ristianto membenarkan adanya penangkapan tersebut. Namun, pihaknya belum bisa menyampaikan rincian lebih lanjut lantaran proses penyelidikan masih berlangsung.

“Masih diperiksa, nanti ya,” kata AKP Ristianto saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Saat ditanya mengenai jumlah orang yang diamankan serta identitasnya, ia menyebut seluruhnya masih dalam tahap pendalaman.

“Masih proses. Kalau sudah selesai diperiksa akan dirilis oleh Kapolsek, nanti kami kirim keterangannya,” ujarnya.

Hingga kini, kepolisian masih mendalami kasus tersebut untuk memastikan peran masing-masing pihak serta menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat.

 

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Pungli Lapas Blitar Memanas, Napi Korupsi Diduga Diperas hingga Rp100 Juta

Blitar, Cakrawalajatim.news – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) di Lapas Kelas IIB Blitar kian memanas dan memicu tekanan publik. Narapidana kasus korupsi disebut-sebut diperas hingga Rp60 juta sampai Rp100 juta demi mendapatkan fasilitas kamar Istimewa di dalam lapas.

Dua warga binaan, GA dan IK, diduga menjadi korban praktik tersebut. Permintaan uang disebut dilakukan oleh oknum berinisial RJ dan W yang berada dalam lingkaran pengamanan lapas.

Situasi di dalam lapas bahkan dilaporkan sempat memanas. Sejumlah warga binaan melakukan aksi protes terhadap petugas, menandakan adanya ketegangan serius akibat dugaan praktik pungli tersebut.

Kepala Lapas Blitar Iswandi, membenarkan adanya dugaan tersebut. Ia menyatakan telah membentuk tim pemeriksa internal dan melaporkan kasus ini ke Direktorat Pengamanan dan Intelijen serta Kanwil Ditjenpas Jawa Timur.

“Benar, kami telah membentuk tim pemeriksa dari pejabat internal Lapas Blitar. Warga binaan yang menjadi korban sudah kami mintai keterangan tertulis,” ujar Kalapas Blitar.

Ia menegaskan, hasil pemeriksaan awal telah dilaporkan ke Direktorat Pengamanan dan Intelijen (Dirpatnal) serta Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur.

“Tim kepatuhan internal dari Kanwil Ditjenpas Jatim juga telah turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap warga binaan dan pegawai,” jelasnya.

Namun, langkah tersebut belum mampu meredam kritik. Aliansi Madura Indonesia (AMI) justru melontarkan ultimatum keras.

“Ini bukan pelanggaran kecil, kalau terbukti ada pungli puluhan juta, maka ini sudah kejahatan terstruktur di dalam lapas. Kalapas tidak bisa lepas tangan,” tegas Baihaki Akbar, SE,SH ketua umum AMI.

AMI menilai, praktik dengan nominal besar tidak mungkin berjalan tanpa lemahnya pengawasan, bahkan diduga terjadi pembiaran.

“Kalau benar terjadi, kami mendesak agar Kalapas segera dipecat. Ini bentuk tanggung jawab moral dan administratif. Jangan tunggu tekanan publik semakin besar,” lanjutnya.

Tak hanya itu, AMI juga menyatakan siap turun ke jalan jika penanganan kasus ini tidak transparan dan terkesan melindungi pihak tertentu.

“Kalau kasus ini dipetieskan, kami akan turun aksi. Kami akan bawa ini ke pusat, bahkan ke kementerian. Jangan main-main dengan praktik pemerasan terhadap warga binaan,” tegasnya.

AMI juga mendesak Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Jawa Timur untuk membuka hasil pemeriksaan secara terang-benderang kepada publik, termasuk mengusut kemungkinan keterlibatan pejabat lain.

“Ini harus dibongkar sampai akar. Kalau hanya staf yang dikorbankan, sementara sistemnya dibiarkan, maka praktik seperti ini akan terus berulang,” pungkasnya.

 

Penulis, Tim Editor, Redaksi

Ketua Umum Umar Hayat Tegaskan Persatuan Jurnalis dalam Pelantikan KWI se-Jawa Timur

Surabaya, Cakrawalajatim.news — Komunitas Wartawan Indonesia (KWI) menggelar acara Halal Bihalal yang dirangkai dengan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Sahid Surabaya pada Minggu (26/4/2026) dengan suasana penuh keakraban dan kebersamaan.

Acara tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP KWI, Umar Hayat, bersama jajaran pengurus pusat dan daerah, termasuk Sekretaris Jenderal serta Ketua DPD KWI Jawa Timur. Hadir pula para penasihat organisasi, ketua DPC dari berbagai wilayah, serta anggota KWI yang memenuhi ruang acara.

Sejumlah perwakilan instansi turut diundang untuk menyaksikan kegiatan ini, di antaranya unsur Pemerintah Kota Surabaya, kepolisian dari Polrestabes Surabaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, serta perwakilan Diskominfo Jawa Timur dan Kota Surabaya.

Rangkaian acara diawali dengan doa bersama dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, prosesi pelantikan pengurus DPC KWI dari sejumlah daerah strategis di Jawa Timur menjadi agenda utama.

Dalam sambutannya, Umar Hayat menegaskan bahwa kehadiran KWI bukan untuk menjadi pesaing organisasi pers lain, melainkan sebagai wadah untuk mempererat hubungan antarjurnalis.

“KWI hadir untuk menyatukan, bukan membandingkan. Tujuan kami adalah memperkuat silaturahmi dan menjaga kehormatan profesi wartawan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa KWI terus memperluas jaringan hingga ke berbagai daerah sebagai bentuk komitmen dalam membangun solidaritas di kalangan insan pers.

Sebagai bagian dari prosesi, dilakukan penyerahan bendera pataka secara simbolis kepada Ketua DPD KWI Jawa Timur, yang kemudian diteruskan kepada para ketua DPC, termasuk dari Surabaya, Bangkalan, Bojonegoro, Sidoarjo, dan Lamongan.

Penyerahan tersebut menjadi simbol dimulainya kepemimpinan baru di tingkat daerah sekaligus amanah untuk memperkuat organisasi ke depan. Umar menilai momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk tanggung jawab besar dalam membangun kekompakan dan eksistensi KWI.

Di sisi lain, ia juga menjelaskan bahwa KWI kini telah memiliki legalitas resmi dari Menteri Hukum Republik Indonesia sejak 30 Januari 2026. Selain itu, organisasi ini telah mengoperasikan dua kantor pusat yang berada di kawasan Mangga Dua dan Hotel Arcadia, Surabaya.

Menutup sambutannya, Umar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, termasuk jajaran TNI-Polri dan para pengurus daerah.

Dalam suasana Idulfitri, ia juga menyampaikan ucapan maaf lahir dan batin kepada seluruh anggota KWI.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi saling bersalaman, mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi inti dari Halal Bihalal. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa hingga akhir kegiatan.

 

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.