Tiga Orang Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Penarikan Kabel Telkom di Proyek Box Culvert Ketintang

Surabaya, Cakrawalajatim.news – Proyek pembangunan box culvert di Jalan Ketintang Baru II A, Surabaya, diduga dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan aktivitas penarikan kabel tembaga milik PT Telkom Indonesia. Dugaan tersebut kini masih didalami aparat kepolisian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan di lokasi, sejumlah orang yang melakukan aktivitas pada proyek tersebut mengaku berasal dari PT Putri Ratu Mandiri (PRM).

Saat dimintai keterangan, mereka menyebut kegiatan tersebut merupakan pekerjaan atas arahan Sholahudin Al Ayubbi dari PT PRM.

Dikonfirmasi secara terpisah, Sholahudin Al Ayubbi membenarkan bahwa PT PRM merupakan pihak yang menangani pekerjaan tersebut.

“Benar itu saya, Mas. Itu hanya pengamanan aset akibat proyek box culvert. Jadi kalau ada kabel yang keluar atau putus akibat alat berat, kita amankan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut telah dilengkapi Nota Dinas (Nodin) dan Surat Izin Masuk Lokasi (Simlok) yang berkaitan dengan pengamanan aset Telkom terdampak proyek box culvert.

“Itu ada Nodin dan Simlok. Nota dinas itu keluar karena terkait aset Telkom yang terkena dampak proyek box culvert saja,” tambahnya.

Saat ditanya mengenai keberadaan petugas pengawas lapangan (Waspang) dari Telkom, Sholahudin mengatakan bahwa sebelumnya petugas Telkom telah hadir untuk melakukan pengecekan serta pengukuran panjang kabel yang terdampak pekerjaan.

“Kemarin Waspang dari Telkom sudah hadir untuk pengecekan dan pengukuran panjang proyek kabelnya. Sekarang Waspangnya sedang ke Jakarta karena ada rapat,” jelasnya.

Berdasarkan salinan nota dinas yang kami himpun, dokumen tersebut menerangkan bahwa PT Putri Ratu Mandiri diberikan izin untuk melakukan pembongkaran dan pengamanan aset tanpa penjualan barang scrap, khusus di area pekerjaan Box Culvert Jalan Ketintang Baru II A Surabaya pada periode yang telah ditentukan.

Dalam nota dinas tersebut juga disebutkan bahwa pelaksanaan pekerjaan berada di bawah pengawasan Muhammad Arief Ma’ruf Nasution sebagai Waspang Telkom. Salah satu tugasnya antara lain melakukan pengawasan lapangan, memastikan prosedur pengamanan aset berjalan sesuai ketentuan, melakukan pengukuran kabel, serta menandatangani Berita Acara (BA) Hasil Pengamanan dan BA Aset Harian sebelum aset dipindahkan.

Namun demikian, berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan, saat aktivitas petugas Waspang Telkom tidak berada di lokasi sehingga memunculkan pertanyaan mengenai pelaksanaan pengawasan sebagaimana tercantum dalam nota dinas tersebut.

Untuk memastikan informasi yang berkembang, awak media kemudian menghubungi layanan 110 Polri.

Berdasarkan informasi yang diterima, pihak Polsek Wonokromo membenarkan bahwa tiga orang telah diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan guna mendalami seluruh fakta dan keterangan terkait dugaan pencurian kabel tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, penyidik masih melakukan pendalaman untuk memastikan apakah aktivitas yang dilakukan telah sesuai dengan izin yang diberikan atau terdapat unsur tindak pidana. Awak media juga masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari pihak PT Telkom Indonesia terkait status pekerjaan, keberadaan Waspang saat kegiatan berlangsung, serta mekanisme pengamanan aset yang dilakukan di lokasi proyek.

Kasus penanganan kabel Telkom yang melibatkan PT Putri Ratu Mandiri (PRM) diketahui berulang kali menjadi polemik di Jawa Timur. Kondisi tersebut memicu berbagai persepsi di tengah masyarakat, terutama terkait transparansi pelaksanaan pengamanan aset Telkom di lapangan.

Masyarakat berharap PT PRM maupun PT Telkom Indonesia memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik mengenai mekanisme pekerjaan, dasar hukum pelaksanaan, pengawasan petugas Waspang, serta batasan antara kegiatan pengamanan aset dan pembongkaran kabel. Keterbukaan dinilai penting untuk mengakhiri polemik yang terus berulang, menghindari munculnya dugaan-dugaan di masyarakat, serta menjaga kepercayaan publik terhadap proses pengamanan aset negara yang harus dilaksanakan secara akuntabel dan sesuai ketentuan hukum.

 

Penulis, Tim / Editor, Redaksi

AMI Tolak Wacana Pemekaran Dapil Surabaya, Jangan Jadikan Demokrasi Sebagai Arena Kepentingan Politik

Surabaya, Cakrawalajatim.news – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aliansi Madura Indonesia (AMI) secara tegas menyatakan menolak wacana pemekaran daerah pemilihan (dapil) di Kota Surabaya. AMI menilai kebijakan tersebut bukan merupakan kebutuhan mendesak masyarakat dan berpotensi menimbulkan polemik baru dalam proses demokrasi.

Ketua Umum DPP AMI, Baihaki Akbar, menegaskan bahwa pembahasan mengenai pemekaran dapil seharusnya tidak menjadi prioritas ketika masyarakat masih dihadapkan pada berbagai persoalan, mulai dari lapangan pekerjaan, kemiskinan, pelayanan publik, hingga dugaan penyalahgunaan anggaran yang perlu mendapat perhatian serius.

“Kami menolak wacana pemekaran dapil apabila hanya didasarkan pada kepentingan politik tertentu. Demokrasi harus dibangun untuk memperkuat representasi rakyat, bukan menjadi instrumen yang justru membuka ruang kepentingan segelintir pihak,” tegas Baihaki.

Menurutnya, perubahan konfigurasi dapil harus memiliki dasar yang kuat, transparan, serta benar-benar bertujuan meningkatkan kualitas keterwakilan masyarakat, bukan sekadar mengubah peta politik menjelang kontestasi pemilu.

AMI juga mengingatkan agar penyelenggara pemilu tetap menjaga independensi dan tidak mengambil kebijakan yang dapat memunculkan persepsi publik bahwa perubahan dapil dilakukan untuk menguntungkan pihak atau kelompok politik tertentu.

“Jangan sampai energi bangsa dihabiskan untuk membahas perubahan dapil, sementara persoalan yang langsung dirasakan masyarakat belum terselesaikan rakyat membutuhkan solusi konkret, bukan manuver politik yang berpotensi menambah beban demokrasi,” lanjutnya.

AMI mendesak seluruh pihak agar lebih mengedepankan kepentingan masyarakat luas daripada kepentingan elektoral.

Menurut organisasi tersebut, apabila memang akan dilakukan perubahan dapil, prosesnya harus melalui kajian akademis yang komprehensif, melibatkan partisipasi publik secara luas, serta dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan moral.

“AMI akan mengawal setiap kebijakan yang berkaitan dengan demokrasi agar tetap berpihak kepada rakyat, bukan kepada kepentingan politik sesaat. Demokrasi adalah milik rakyat, sehingga setiap perubahan sistem harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan justru menimbulkan kecurigaan dan perpecahan,” tutup Baihaki.

Dekapan Hangat di Hari Asyura, Pimpinan Redaksi Sindoraya.com Santuni Anak Yatim

Surabaya, Cakrawalajatim.news – Keluarga Besar Samsul Arifin menggelar santunan bagi anak yatim piatu dalam rangka memperingati 10 Muharram 1448 Hijriah atau Idul Yatama. Kegiatan berlangsung di Darul Aitam Sidogiri (DAS), Jalan Banowati I No. 25–29, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, Surabaya, Jumat (26/6/2026).

Peringatan 10 Muharram di Indonesia identik dengan tradisi menyantuni anak yatim piatu. Selain itu, masyarakat juga mengisi momen tersebut dengan membahagiakan dan mengusap kepala anak yatim sebagai wujud kasih sayang serta kepedulian sosial.

Dalam kegiatan tersebut, Samsul Arifin hadir bersama istrinya, Nurhayati, serta ibundanya. Muhdi, salah satu pengasuh santri di Darul Aitam Sidogiri (DAS), menyambut kedatangan mereka di Gedung Darul Khidmah Sidogiri, Jalan Bolodewo No. 26, Surabaya. Selanjutnya, rombongan mengikuti rangkaian kegiatan bersama anak-anak yatim.

Darul Aitam Sidogiri merupakan lembaga pendidikan khusus anak yatim berbasis pesantren. LAZ Sidogiri bersama pengelola setempat membina lembaga tersebut sekaligus menyediakan santunan dan pendidikan gratis bagi anak-anak yatim.

Samsul Arifin, Pimpinan Redaksi Sindoraya.com, mengatakan peringatan 10 Muharram menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial. Ia mengusung tema “Menebar Cinta, Mengukir Senyum Anak Yatim”. Melalui tema tersebut, ia berharap kegiatan ini membawa kebahagiaan sekaligus bantuan nyata bagi anak-anak yatim.

“Hari ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan pengingat bagi kita semua untuk memuliakan anak yatim. Kami ingin mereka merasakan kehangatan keluarga dan dukungan penuh dari lingkungan sekitar,” ujar Samsul.

Setelah berbincang bersama para pengurus dan pengasuh, seluruh peserta melanjutkan rangkaian kegiatan dengan doa bersama. Para ustaz memimpin doa tersebut, sedangkan puluhan anak yatim mengikutinya. Suasana berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur.

Usai doa bersama, Samsul Arifin bersama istri dan ibundanya menyerahkan santunan kepada setiap anak yatim. Selanjutnya, mereka mengusap kepala dan dahi anak-anak satu per satu sebagai simbol kasih sayang dan perhatian. Tradisi itu menjadi doa agar mereka tumbuh saleh, mandiri, dan berakhlak mulia.

Melalui kegiatan tersebut, pihak Darul Aitam Sidogiri berharap santunan itu membantu memenuhi kebutuhan harian sekaligus menunjang biaya pendidikan anak-anak yatim. Mereka juga mengapresiasi kepedulian Samsul Arifin beserta keluarganya. Selain itu, mereka berharap kegiatan berbagi seperti ini terus berlanjut pada masa mendatang.

Seusai penyerahan santunan, Muhdi, salah satu pengasuh santri di Darul Aitam Sidogiri (DAS), mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam menyantuni anak yatim pada Hari Asyura atau 10 Muharram. Menurutnya, orang yang memelihara dan memperhatikan anak yatim akan dekat dengan Rasulullah SAW, sebagaimana dekatnya jari telunjuk dan jari tengah.

“Semoga dengan apa yang kalian lakukan di malam ini akan mendapatkan keberkahan dalam hidup, serta diberikan keselamatan dari dunia hingga ke akhirat,” ucap Muhdi. Samsul Arifin beserta keluarganya kemudian mengaminkan doa tersebut.

 

Penulis, Ibad Editor, Redaksi

Kontingen Merah Putih Catat Prestasi Membanggakan di IFMA Senior World Championships 2025

MALAYSIA, Cakrawalajatim.news – Kontingen Muaythai Indonesia mencatatkan hasil membanggakan pada ajang IFMA Senior World Championships 2025 yang berlangsung di Malaysia pada 16–26 Juni 2026.

Kejuaraan dunia yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai negara tersebut menjadi panggung bagi Indonesia untuk kembali menunjukkan kualitas dan daya saing di level internasional.

Pada kejuaraan kali ini, Indonesia berhasil meraih total tiga medali perak dan empat medali perunggu. Tidak ada medali emas yang diraih kontingen Merah Putih pada ajang tersebut.

Tiga medali perak dipersembahkan oleh Aldento pada nomor Waikru Male Elite, Gina dan Kalya pada nomor Mai Muay Senior U-24, serta Elijah pada kategori School U-16.

Sementara empat medali perunggu diraih oleh Dzakiah pada nomor Waikru Elite, Zahra pada nomor Waikru Senior U-24, Redho Rocky pada nomor Male Elite 51 kilogram, dan Fausta pada nomor Female U-24 48 kilogram.

Ketua Umum Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI), AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas perjuangan seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang telah memberikan hasil terbaik bagi Indonesia.

“Capaian ini patut kita syukuri dan menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Para atlet telah menunjukkan dedikasi, disiplin, semangat juang, dan mental bertanding yang luar biasa di tengah persaingan para atlet terbaik dunia. Mereka telah membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing dan berdiri sejajar dengan negara-negara kuat Muaythai internasional,” ujar LaNyalla.

Menurutnya, hasil yang diraih merupakan buah dari kerja keras dan proses pembinaan yang terus dilakukan PBMI bersama seluruh pengurus provinsi, pelatih, dan stakeholder olahraga nasional.

“Kejuaraan dunia ini bukan hanya tentang medali, tetapi juga tentang membangun tradisi prestasi, memperkuat pengalaman internasional atlet, dan meningkatkan kualitas pembinaan atlet nasional. Kami akan terus memperkuat pembinaan agar Indonesia semakin kompetitif di level dunia dan mampu meraih hasil yang lebih besar pada kejuaraan-kejuaraan mendatang,” tegas LaNyalla.

Sekretaris Jenderal PBMI, Azwan Karim, menilai capaian ini menjadi bukti bahwa program pembinaan Muaythai Indonesia berjalan ke arah yang tepat.

“Hasil ini sangat berharga karena diraih di level persaingan dunia yang sangat ketat. Selain menghasilkan medali, kejuaraan ini memberikan pengalaman penting bagi atlet untuk terus berkembang. Kami akan terus memperkuat pembinaan dan dukungan agar prestasi Muaythai Indonesia semakin meningkat,” ujar Azwan Karim.

LaNyalla juga memberikan apresiasi kepada International Federation of Muaythai Associations (IFMA) atas penyelenggaraan kejuaraan yang berlangsung dengan baik dan menjunjung tinggi nilai persahabatan serta persatuan antarbangsa.

Hasil yang diraih di IFMA Senior World Championships 2025 menjadi modal berharga bagi Muaythai Indonesia dalam menatap agenda internasional berikutnya, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan yang terus berkembang dalam peta persaingan Muaythai dunia.(*)

Tinjau Rutan Kelas I Surabaya, Kusnali Dorong Penguatan Profesionalisme dan Pelayanan Prima

Surabaya, Cakrawalajatim.news – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kusnali, melakukan peninjauan langsung ke Rutan Kelas I Surabaya pada Senin (22/6). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kondisi keamanan dan ketertiban tetap terjaga serta pelaksanaan tugas pemasyarakatan berjalan secara optimal.

Dalam peninjauan tersebut, Kusnali memantau berbagai aspek pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan, termasuk kesiapan petugas dalam menjaga keamanan, pelayanan kepada warga binaan, serta pelaksanaan program pembinaan yang berlangsung di dalam rutan.

Selain melakukan monitoring, Kusnali juga memberikan penguatan kepada seluruh jajaran pegawai. Ia menekankan pentingnya meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Menurutnya, pelayanan yang prima dan pelaksanaan tugas yang berorientasi pada nilai-nilai pemasyarakatan merupakan kunci dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang semakin maju dan berkualitas. Karena itu, seluruh pegawai diharapkan terus menjaga komitmen, disiplin, dan semangat kerja demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kinerja jajaran Rutan Kelas I Surabaya semakin optimal dalam menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus mendukung penyelenggaraan pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berdaya guna.

 

Penulis, Ibad / Editor, Redaksi

Pelaksanaan Program MBG di Tambelangan Dua Nur Rizki Jadi Sorotan, Wali Murid Minta Evaluasi Menu dan Porsi

SAMPANG, Cakrawalajatim.news -Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Trisakti An Najah, Barung Gagah, Kecamatan Tambelangan, kembali menjadi sorotan sejumlah orang tua siswa dan warga setempat.

Keluhan yang disampaikan berkaitan dengan menu makanan yang diberikan kepada siswa. Sejumlah wali murid menilai komposisi makanan berupa ikan, telur, sayuran kacang hijau, serta tempe goreng masih perlu dievaluasi karena dianggap belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan gizi secara seimbang. Selain itu, sebagian orang tua juga menyoroti porsi makanan yang dinilai masih perlu disesuaikan dengan kebutuhan anak usia sekolah.

 

Program tersebut diketahui disiapkan oleh SPBG Tambelangan Dua Nur Rizki. Menurut sejumlah wali murid, variasi menu yang diberikan dinilai belum cukup beragam sehingga muncul kekhawatiran bahwa kebutuhan nutrisi harian siswa untuk menunjang energi dan konsentrasi selama mengikuti kegiatan belajar belum terpenuhi secara optimal.

Para orang tua berharap dilakukan evaluasi terhadap jenis menu, variasi makanan, serta porsi yang diberikan agar tujuan Program MBG dalam mendukung pemenuhan gizi anak sekolah dapat berjalan lebih maksimal.

Terkait informasi yang beredar di masyarakat mengenai menu tersebut, juga muncul keterangan bahwa oknum ikut”terdapat pihak yang disebut sebagai oknum yang memberikan tanggapan awal kepada media.

Dalam penyampaian itu, disebutkan adanya permintaan agar pemberitaan tidak dilanjutkan oleh oknum tersebut. Namun,Hingga berita ini diturunkan,
belum terdapat keterangan resmi dari pihak penyelenggara maupun instansi terkait mengenai evaluasi menu ataupun dugaan adanya penyelewengan.

 

Penulis, Topan / Editor, Redaksi

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.