Cakrawala Jatim News

Peringati HUT KAI dan HANI, Advokat Beri Layanan Hukum Gratis di Rutan Surabaya

Sidoarjo, Cakrawalajatim.news — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-17 Kongres Advokat Indonesia (KAI) dan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KAI Jawa Timur menggelar kegiatan penyuluhan hukum dan konsultasi hukum gratis di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya pada Selasa, 1 Juli 2025.

 

Mengusung tema “Stop Narkotika Mulai dari Sekarang,” kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi hukum dan meningkatkan kesadaran warga binaan terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika serta pentingnya peran hukum dalam proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial.

 

Acara dibuka dengan khidmat melalui menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan dari Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Bapak Tomi Elyus, Amd.I.P., S.Sos., SH., M.Si., yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Kepala Seksi Pelayanan Tahanan, Bapak Muhammad Ridla Gorjie, Amd.IP., SH.

 

“Kegiatan seperti ini sangat berdampak bagi warga binaan kami. Mereka tidak hanya mendapatkan edukasi hukum, tetapi juga merasa diperhatikan secara manusiawi. Ini sangat penting bagi proses pembinaan mereka,” ujar Gorjie.

 

 

Presidium Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KAI, Dr. Rizal Haliman, SH., MH., turut hadir dan memberikan sambutan. Ia menegaskan pentingnya peran advokat dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti warga binaan, sebagai bentuk nyata komitmen profesi dalam membangun kesadaran hukum yang merata.

 

Sebagai simbol sinergitas, dilakukan penyerahan vandel dari DPD KAI Jawa Timur kepada pihak Rutan Kelas I Surabaya, yang kemudian diabadikan dalam sesi foto bersama.

 

Sesi penyuluhan hukum disampaikan oleh dua narasumber utama: Adv. Dr. Fajar Rachmad Dwi Miarsa, SH., MH., dan Adv. Moch Cholik Al Muchlis, SHI. Keduanya memaparkan secara mendalam tentang dampak hukum dan sosial dari penyalahgunaan narkotika, serta peran penting hukum dalam membantu proses pemulihan dan kehidupan pasca-penahanan.

 

Kegiatan dilanjutkan dengan layanan konsultasi hukum gratis oleh tim advokat dari DPD KAI Jawa Timur. Ratusan warga binaan memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi langsung mengenai berbagai persoalan hukum yang mereka hadapi, dengan pendekatan yang personal dan humanis.

 

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Adv. Abdul Rahman Misbakhun Nafi’, SH., diiringi harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan di berbagai lembaga pemasyarakatan lainnya.

 

Melalui kegiatan ini, KAI kembali menegaskan eksistensinya sebagai organisasi advokat yang tidak hanya berkiprah di ruang pengadilan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam mencerdaskan kehidupan hukum bangsa dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Penulis, Ibad

Editor, Redaksi

 

Penemuan Mayat Lansia di Anak Sungai Mlalo, Desa Sukosewu Blitar

Blitar, Cakrawalajatim.news – Telah ditemukan sesosok mayat laki-laki lanjut usia di aliran anak sungai Mlalo yang berada di Dusun Sukosewu RT 01 RW 07, Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, pada hari Senin, 30 Juni 2025 sekitar pukul 09.00 WIB.

 

Mayat pertama kali ditemukan oleh seorang warga, Imam Bashori (68), saat sedang mencari rumput di sekitar area persawahan. Ia segera melaporkan temuan tersebut kepada perangkat desa, yakni Eko Yulianto (44) dan Erwin Kihanderawan (46), yang selanjutnya meneruskan laporan ke Polsek Gandusari.

 

Kapolres Blitar, AKBP Arif Fazlurrahman, S.H., S.I.K., M.Si, melalui Kapolsek Gandusari, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa mayat ditemukan dalam posisi terlentang di tengah aliran anak sungai. Petugas gabungan dari Polsek Gandusari, Unit Inafis Polres Blitar, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan perangkat desa segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

 

Mayat kemudian dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk dilakukan identifikasi. Berdasarkan pemeriksaan fisik, mayat mengenakan kaos berwarna hijau dengan logo Arhanud di bagian depan dan tulisan “Pusdik Arhanud” di bagian belakang. Tangan kiri mengenakan gelang karet, dan kepala dalam kondisi gundul.

 

Dari hasil identifikasi dan pengakuan keluarga, mayat tersebut diketahui bernama Tukijan, laki-laki berusia 70 tahun, seorang buruh tani, warga Dusun Kotes RT 02 RW 01, Desa Kotes, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Keluarga menyatakan bahwa almarhum telah meninggalkan rumah sejak 20 Juni 2025 dan diketahui menderita kepikunan karena usia lanjut.

 

Menurut hasil pemeriksaan tim medis dan petugas Inafis, kondisi jenazah sudah membusuk dengan tanda-tanda pembusukan lanjut seperti:

 

Wajah tidak dikenali,

 

Tangan dan wajah dikerumuni belatung,

 

Kulit jari mengelupas,

 

Sebagian jari tangan kanan terputus,

 

Organ kemaluan membusuk,

 

Tidak ditemukan luka memar, tusuk, atau jerat.

 

 

Berdasarkan pemeriksaan menyeluruh, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penyebab kematian yang mencurigakan.

 

Pihak keluarga, melalui adik kandung korban, menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak tindakan autopsi, serta menganggap kejadian ini sebagai bagian dari takdir.

 

Polsek Gandusari menyatakan proses penanganan sudah dilakukan sesuai prosedur dan penanganan jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Penulis, Suhaili

Editor, Redaksi

Peringati Hari Bhayangkara ke-79, Polres Blitar Gelar Doa Lintas Agama sebagai Wujud Persatuan dan Kedamaian

Blitar, Cakrawalajatim.news – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Polres Blitar menggelar kegiatan Doa Lintas Agama yang berlangsung khidmat dan penuh makna pada Senin (30/06/2025). Acara ini digelar sebagai wujud komitmen bersama dalam menjaga kerukunan antarumat beragama, keamanan wilayah, serta memperkuat persatuan bangsa.

 

Kegiatan yang digelar di Mapolres Blitar ini dihadiri oleh pejabat utama Polres Blitar, seluruh anggota, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari lintas organisasi keagamaan di Kabupaten Blitar.

 

Lima tokoh agama memimpin doa sesuai ajaran masing-masing, yakni:

 

KH. Jamhari, Ketua PCNU Talun, mewakili umat Islam;

 

Frater Gregorius, mewakili umat Katolik;

 

Pendeta Daniel, dari umat Kristen Protestan;

 

Romo Pandito Lokmin, mewakili umat Hindu;

 

Bapak Sering, tokoh agama Buddha.

 

 

Dalam sambutannya, Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman menegaskan pentingnya momentum ini untuk merefleksikan nilai-nilai toleransi, solidaritas, dan doa bersama demi keselamatan serta kemajuan institusi Polri, khususnya Polres Blitar.

 

“Doa lintas agama ini adalah simbol kekuatan spiritual dan solidaritas antarumat beragama dalam menjaga kedamaian dan mendukung tugas Polri yang Presisi di tengah masyarakat,” ujar Kapolres.

 

Dengan penuh kekhusyukan, doa-doa dipanjatkan agar Polri senantiasa diberi kekuatan, kebijaksanaan, dan perlindungan dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

 

Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi untuk terus menjaga semangat persatuan dalam keberagaman, serta mempererat sinergi antara Polri dan seluruh elemen masyarakat demi terciptanya Indonesia yang aman, damai, dan harmonis.

Penulis, Suhaili

Editor, Redaksi

Rentetan Pengedar Sabu di Gempol Satu-persatu Masuk Bui

Pasuruan, Cakrawalajatim.news – Tim Kepolisian dari Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pasuruan, kembali amankan seorang pengedar sabu-sabu di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur.

 

Seorang pengedar tersebut adalah MJ (56 tahun), warga Dusun Betro, Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Pasuruan. Dia merupakan pengedar sabu-sabu rentetan dari tersangka PAR (30 tahun), yang sebelumnya ditangkap lebih dulu.

 

Dikatakannya Kasat Resnarkoba Polres Pasuruan, Iptu Yoyok Herdianto, S.H., M.H., penangkapan terhadap rentetan pengedar sabu-sabu ini, berawal dari tindaklanjutan informasi masyarakat yang resah adanya transaksi barang haram di Desa tersebut.

 

“Slogan kesiapsiagaan opsnal kita yang melakukan penyelidikan, akhirnya keresahan terjawab dengan keberhasilan menangkap tersangka MJ dan PAR yang disebut-sebut sebagai dalang peredaran barang haram seperti sabu-sabu,” kata Iptu Yoyok sapaan akrabnya, kepada wartawan koran ini, Senin (30/06/2025).

 

Lanjut Iptu Yoyok, berawal penangkapan dilakukan terhadap tersangka PAR yang merupakan penerima barang haram. Pengembangan berlanjut, akhirnya berhasil amankan MJ sang pemasok.

 

“Penangkapan dilakukan pada hari yang sama yaitu pada hari Sabtu Dinihari, tanggal 21 Juni 202, berdasarkan pengakuan tersangka PAR saat ditangkap pada hari itu juga,” ucap Iptu Yoyok.

 

Terkait barang bukti yang disita, Iptu Yoyok merinci ada 2 kantong plastik berisi masing-masing berisi sabu seberat 33,250 gram dan 18,580 gram serta uang tunai yang diduga hasil dari penjualan sebesar Rp.1.257.000 dengan sebuah Handphone.

 

“Sedangkan untuk mengganjar atas perbuatan tersangka PAR dan MJ, kita terapkan dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika yang ancaman hukuman penjara paling lama 20 tahun,” imbuhnya.

 

Pihaknya berpesan kepada masyarakat. Agar melaporkan kepada pihak Kepolisian setiap tindakan-tindakan yang meresahkan atau mencurigakan di lingkungan. Termasuk kejahatan narkoba maupun kriminalitas yang berpotensi mengganggu keamanan.

 

“Semoga dengan semangat anggota Satresnarkoba untuk menangkap pelaku pengedar narkoba, bisa membersihkan Pasuruan dari pengaruh narkoba. Karena peredaran narkoba sudah sangat memperihatinkan. Sehingga, perlu kerja ekstra untuk memberantasnya. Saya yakin anggota Satresnarkoba kami dapat mengemban tugas ini dengan baik,” terangnya.

Penulis, Suhaili

Editor, Redaksi

Netizen Penasaran ‘Untuk Apa Robot Polisi’, Ini Jawabannya

Jakarta, Cakrawalajatim.news – Masyarakat Indonesia dibuat gempar dengan kehadiran robot-robot dalam gladi kotor acara Hari Bhayangkara ke-79 di Monas, Jakarta Pusat (Jakpus) pekan lalu. Robot-robot yang dimaksud adalah robot humanoid, robot dog, robot tank, ropi, hingga robot agriculture.

Tujuan penggunaan robot, ketakjuban pada kecanggihan hingga sumber anggaran pengadaan robot-robot tersebut menjadi pembahasan. Lalu sebenarnya apa maksud dari kehadiran robot-robot tersebut?

Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho mengatakan kehadiran robot menjadi gambaran modernisasi Polri. Sandi menuturkan kepolisian di negara-negara maju sudah mulai menggunakan robot, bahkan beberapa negara di kawasan ASEAN juga telah bersiap untuk menggunakan robot dalam rangka memaksimalkan kinerja.

“Antusias masyarakat terhadap demo robot saat gladi Hari Bhayangkara ke-79 di Monas benar-benar luar ekspektasi kami. Kami sangat berterima kasih khususnya kepada para orang tua yang telah mengajak anak-anak mereka untuk menyaksikan secara langsung robot humanoid, robodog, dan ropi. Dari hari ke hari Monas ramai dengan masyarakat yang mau melihat robot tersebut. Tapi kami tentu pahami betul masyarakat bertanya-tanya untuk apa robot-robot ini?” kata Sandi kepada wartawan, Senin (30/6/2025).

Sandi menuturkan Polri berupaya adaptif dengan perkembangan teknologi dengan mengedepankan kemitraan serta kolaborasi bersama seluruh komponen anak bangsa. Di sisi yang lain pengembangan robot juga disebut sejalan dengan penguatan SDM, sains, dan teknologi yang termaktub dalam Asta Cita Presiden.

“Tahun 2030 ‘wajah’ kepolisian di sejumlah negara akan diwarnai kehadiran robot-robot yang dinilai efektif untuk tugas kepolisian. Thailand sudah memperkenalkan robot humanoidnya, Dubai sudah men-declare juga soal pemanfaatan robot untuk membantu tugas-tugas kepolisian. Bahkan Cina sudah uji coba robot polisi untuk patroli. Singapura mengembangkan kecoak cyborg untuk kegiatan SAR (search and rescue),” papar Sandi memberi contoh negara-negara yang memiliki proyeksi penggunaan robot.

“Memang di kita masih awam, Hari Bhayangkara menjadi momen pertama Polri memperkenalkan robot-robot ini,” imbuh Sandi.

Sandi menjelaskan dalam rencana strategis Polri tahun 2025 hingga 2045, kehadiran robot-robot tersebut telah dibahas. Bahkan untuk anggaran tahun 2026, Polri telah memasukan pengadaan robodog.

“Renstra Polri 2025 sd 2045 tentang penggunaan robot dalam membantu tugas-tugas Polri sudah ada. Tahun 2026 sudah dianggarkan untuk robodog, kegunaan sama dengan K9, untuk mendeteksi bahan-bahan dan benda-benda berbahaya, namun lebih efektif karena tidak perlu kita beri makan setiap hari, tidak perlu proses latihan dengan tenaga pawang, tahan cuaca ekstrem dan sebagainya,” terang Sandi.

Lebih jauh, Sandi menjelaskan robot humanoid efektif untuk teknologi pemindaian wajah dan pemantauan pelanggaran lalu lintas secara elektronik. Sandi juga menyebutkan bahwa robot tersebut dapat lebih dinamis karena memiliki kemampuan bergerak bebas dan pandangan 360 derajat.

“Untuk robot humanoid hampir sama, untuk melakukan scanning, identifikasi biometrik Polri, pengenalan wajah di tempat-tempat keramaian, dan untuk pemantauan pada jalur-jalur rawan pelanggaran lalu lintas. Seperti saya sampaikan, robot tersebut sudah dipakai oleh Kepolisian China untuk membantu patroli kepolisian, Dubai juga sudah menggunakan robot untuk memberikan pelayanan perpanjangan SIM dan lainnya,” jelas Sandi.

Polri juga berharap robot-robot dapat berfungsi untuk pengawasan dan pemantauan di lokasi berbahaya seperti gedung terbengkalai atau area bencana; penanganan situasi berbahaya termasuk penjinakan bahan peledak dan penyanderaan; pencarian dan penyelamatan korban dalam bencana alam maupun kebakaran.

Yang menjadi harapan juga robot-robot dapat dikembangkan untuk mengoptimalkan tugas-tugas kepolisian dalam rangka harkamtibmas, pelayanan publik maupun penegakkan hukum yang lebih presisi, humanis, transparan dan akuntabel.

Gandeng Anak Bangsa Kembangkan Penggunaan Robot

Sebagai mitra Polri dalam mengembangkan robot, Direktur Utama PT SARI Teknologi Yohanes Kurnia Widjaja menambahkan robot-robot dihadirkan sesuai tantangan tugas Polri. Dia memberi gambaran soal robot K9 dan humanoid

“Kami membangun teknologi ini dengan menyesuaikan kebutuhan unik Polri,” kata Yohanes.

Dia memberi contoh, robot K9 atau i-K9 mampu bertahan selama 8 jam di cuaca ekstrem. Robot tersebut juga terintegrasi dengan AI.

“Contoh robot i- K9 kedepannya mampu bertahan 8 jam dalam cuaca ekstrem dan terintegrasi AI behavior analysis,” ujar Yohanes.

Pun robot humanoid yang masih terus dikembangkan dan diadaptasikan dengan kebutuhan tugas pelayanan dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat.

“Untuk robot Humanoid masih terus dipelajari dan dikembangkan sesuai kebutuhan kepolisian di masa depan. Kami masih memerlukan ribuan jam uji coba dan penyempurnaan algoritma sebelum mencapai tingkat operasional penuh,” jelasnya.

Sebelumnya Irwasum Polri Komjen Dedi Prasetyo menyatakan robot tersebut akan menunjang kinerja Polri di masa depan. Mereka dirancang untuk mengambil peran di lokasi berbahaya.

“Robot-robot ini dimasa depan akan menjadi mitra strategis personel Polri. Mereka dirancang untuk mengambil peran di lokasi berisiko tinggi guna mengurangi paparan bahaya terhadap manusia, sekaligus meningkatkan akurasi operasi,” ucap Dedi dalam keterangan tertulis, Jumat (27/6).

Dia pun mengakui teknologi robotika ini masih dalam tahap pengembangan awal. “Kami mengakui bahwa teknologi ini masih dalam tahap pengembangan awal dan akan terus belajar dari praktik terbaik negara-negara maju,” sambung Dedi.

Upaya pengembangan robot juga disebut sejalan dengan penguatan SDM, sains, dan teknologi yang termaktub dalam Asta Cita. Pelibatan anak bangsa diyakini sebagai wujud pemberdayaan dan dukungan terhadap generasi muda yang berkecimpung di bidang teknologi robotik dan AI.

“Modernisasi Polri adalah perjalanan panjang yang membutuhkan dukungan seluruh rakyat Indonesia. Kami berkomitmen menjalani proses ini dengan transparansi, termasuk belajar dari mitra internasional dan melaporkan perkembangan riset secara berkala. Teknologi ini hadir untuk memperkuat nilai kemanusiaan dalam pelayanan kepolisian,” pungkas Dedi.

Penulis, Suhaili

Editor, Redaksi

Kebersamaan dalam Doa: Polri Gelar Doa Bersama Lintas Agama Sambut Hari Bhayangkara ke-79

Jakarta, Cakrawalajatim.news — Dalam semangat menjaga persatuan dan merawat kebhinekaan bangsa, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar kegiatan Doa Bersama Lintas Agama dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-79. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Mutiara STIK Lemdiklat Polri, pada Senin, (30/2025), pukul 14.00 WIB.

 

Kegiatan doa bersama yang diinisiasi oleh SSDM Polri ini dihadiri oleh sedikitnya 1.200 peserta lintas agama, yang terdiri dari anggota TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan unsur masyarakat umum. Tak hanya itu, panitia juga menghadirkan 200 anak yatim piatu dari berbagai agama, sebagai simbol kepedulian sosial dan kebersamaan lintas iman.

 

Dalam sambutannya, Karo Dalpers SSDM Polri Brigjen Pol. Erthel Stephan, S.H., S.I.K., M.Si. selaku Ketua Penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan refleksi nyata dari tema besar Hari Bhayangkara tahun ini, yakni “Polri untuk Masyarakat”.

 

“Pelaksanaan Doa Bersama Lintas Agama ini menunjukkan bahwa keberadaan Polri adalah bersama dan untuk masyarakat. Warna Polri akan selalu mencerminkan keberagaman masyarakat Indonesia,” tutur Brigjen Pol. Erthel.

 

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-79, yang turut diisi dengan anjangsana, lomba-lomba edukatif, pertandingan olahraga, bazar UMKM, dan puncaknya adalah upacara peringatan yang akan digelar secara terpusat pada 1 Juli 2025 di Lapangan Monas, Jakarta.

 

Sebagai bagian dari kegiatan spiritual, para tokoh agama hadir memimpin doa bersama sesuai keyakinan masing-masing, antara lain dari unsur Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

 

Sementara itu, dalam ceramah kebangsaan yang disampaikan oleh Wakil Ketua I Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ustadz Adi Hidayat, Lc., M.A., Ph.D., disampaikan apresiasi atas inisiatif mulia Polri dalam merawat persatuan bangsa melalui ruang doa lintas agama.

 

“Kami merasa bahagia dan bangga atas terselenggaranya kegiatan ini. Doa lintas agama ini adalah wujud nyata komitmen untuk menjaga kebersamaan, melayani masyarakat, dan memperkuat persatuan bangsa,” ungkap Ustadz Adi Hidayat.

 

Ia juga berharap seluruh rangkaian Hari Bhayangkara ke-79 diberikan kelancaran dan keberkahan, serta menjadi momentum Polri untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

 

Kegiatan doa bersama ini menjadi simbol kuat kolaborasi dan semangat kebangsaan lintas sektoral dalam menjaga harmoni, sekaligus mempertegas bahwa Polri hadir bukan sekadar sebagai penjaga keamanan, tetapi juga perekat kebhinekaan Indonesia.

Penulis, Suhaili

Editor, Redaksi

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.