Wakapolres Blitar Tekankan Pendekatan Edukatif dalam Operasi Patuh Semeru 2025

BLITAR, Cakrawalajatim.news – Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2025, Polres Blitar menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) di Gedung Rupatama Polres Blitar pada Kamis (10/7/2025). Kegiatan ini menjadi langkah awal yang strategis untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kesiapan seluruh personel yang akan terlibat dalam operasi yang akan digelar selama 14 hari, mulai 14 hingga 27 Juli 2025.

Latpraops tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Blitar, Kompol Fadillah Langko Kasim Panara, S.I.P., S.I.K., M.M. Dalam arahannya, Wakapolres menekankan pentingnya pelaksanaan tugas yang profesional, humanis, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Proporsi kegiatan dalam Operasi Patuh Semeru 2025 harus seimbang, yaitu 40% preemtif, 40% preventif, dan 20% represif atau penegakan hukum. Hal ini untuk memastikan upaya penegakan aturan lalu lintas dilakukan secara efektif namun tetap mengedepankan pendekatan yang edukatif dan persuasif kepada masyarakat,” tegas Kompol Fadillah.

Sebanyak 64 personel Polres Blitar diterjunkan dan dibagi ke dalam lima Satuan Tugas (Satgas), yaitu: Satgas, Deteksi, Satgas Preemtif, Satgas Preventif, Satgas Gakkum (Penegakan Hukum), Satgas Banops (Bantuan Operasi).

Sasaran dalam operasi kali ini meliputi Orang, Barang, Lokasi, dan Kegiatan yang dinilai berpotensi menimbulkan gangguan terhadap keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Dengan dilaksanakannya Latpraops ini, diharapkan seluruh personel memiliki pemahaman yang selaras terhadap target dan strategi bertindak selama operasi berlangsung. Polres Blitar menegaskan komitmennya untuk menyukseskan Operasi Patuh Semeru 2025 sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat demi terciptanya kondisi lalu lintas yang tertib, aman, dan kondusif di wilayah hukum Polres Blitar.

Penulis, Ibad

Editor, Redaksi

Walikota Eri Cahyadi dan Kapolres Pelabuhan Tanjungperak Kolaborasi Ciptakan Kota Surabaya Aman

TANJUNGPERAK, Cakrawalajatim.news – Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, menerima kunjungan kerja dari Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Wahyu Hidayat, beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) di ruang kerjanya, Gedung Balaikota Surabaya, pada Rabu (9/7/2025).

 

Pertemuan hangat ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara Pemkot Surabaya dan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Pahlawan.

 

Turut hadir dalam diskusi tersebut Pj. Sekda Kota Surabaya, Rahmad Basari, Staf Ahli Walikota Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Ekawati Rahayu, serta Kepala Bakesbangpol Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru.

 

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Wahyu Hidayat, mengawali pertemuan dengan mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan.

 

Ia menegaskan pentingnya sinergi yang telah terjalin untuk terus diperkuat.

 

“Kami berterima kasih atas sambutan hangat dari Bapak Walikota,” ungkap AKBP Wahyu Hidayat.

 

Menurutnya kunjungan ini bertujuan untuk memastikan sinergitas yang selama ini sudah terjalin baik dapat terus ditingkatkan.

 

“Ini demi menciptakan Kota Surabaya yang aman dan kondusif bagi seluruh warga,” ujar AKBP Wahyu Hidayat.

 

Diskusi antara dua pimpinan ini menghasilkan beberapa kesepakatan kolaboratif.

 

Salah satu program utamanya adalah rencana Pemkot Surabaya untuk menerapkan Kampung Pancasila yang akan dikolaborasikan dengan program Polisi RW di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

 

Program ini akan difokuskan di enam kecamatan, yaitu Asemrowo, Bulak, Kenjeran, Pabean Cantikan, Semampir, dan Krembangan, dengan tujuan meningkatkan keamanan dan ketertiban hingga ke tingkat kampung.

 

“Keamanan Surabaya adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas AKBP Wahyu Hidayat.

 

Ia mengatakan kolaborasi ini, terutama melalui Polisi RW dan pembentukan Kampung Pancasila, adalah kunci utama.

 

“Kita akan libatkan warga secara aktif, misalnya dengan membuat portal yang dijaga oleh perwakilan warga,” tegas AKBP Wahyu Hidayat.

 

Selain itu, Pemkot dan Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jatim juga sepakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak di bawah umur dengan mengacu pada Surat Edaran (SE) Walikota tentang Pembatasan Jam Malam.

 

Untuk mengantisipasi tindak kriminal di titik rawan, Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jatim telah mendirikan pos penjagaan di Jembatan Suramadu sisi Surabaya.

 

Langkah ini akan diperkuat dengan pemasangan CCTV dari Pemkot Surabaya di titik-titik strategis jembatan.

 

Perhatian khusus juga diberikan pada penanganan peredaran narkoba di Jalan Kunti, Kecamatan Semampir.

 

AKBP Wahyu Hidayat menjelaskan bahwa pihaknya terus berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya dan telah mendirikan pos pengamanan di lokasi untuk memantau dan menindak peredaran barang haram tersebut.

 

“Kami juga rutin menggelar Patroli Blue Light setiap malam di daerah-daerah rawan untuk memberikan rasa aman dan mencegah gangguan kamtibmas,” tambah AKBP Wahyu Hidayat.

 

Menutup pertemuan, disepakati pula rencana Pemkot Surabaya bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk turun langsung ke masyarakat.

 

Nantinya Pemkot bersama Forkopimda akan mengunjungi kampung-kampung, melakukan cangkrukan bersama warga di setiap RW untuk mendengar langsung aspirasi dan memastikan program keamanan berjalan efektif.

 

“Termasuk rencana pendirian pos pantau di jalan yang sering digunakan untuk balap liar,” pungkasnya.

Penulis, Suhaili

Editor, Redaksi

Kapolda Jatim Pimpin Penanaman Jagung Serentak di Nganjuk, Dukung Target Nasional 10 Juta Ton

NGANJUK, Cakrawalajatim.news – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si. memimpin langsung kegiatan penanaman Jagung serentak Kuartal III Tahun 2025 di Kabupaten Nganjuk.

Penanaman jagung dilaksanakan di lahan Perhutanan Sosial wilayah Kabupaten Nganjuk, tepatnya di kawasan Hutan Selatan Bendungan Semantok, Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso, dengan luas 5,2 Hektar, pada Rabu (9/7/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dan dipusatkan melalui Zoom Meeting oleh Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si serta Menteri Pertanian Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, M.P. dari Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Penanaman jagung ini menjadi bagian dari langkah strategis Polri dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Pada tahun 2025 ini, Polri menargetkan produksi sebesar 10 juta ton jagung secara nasional untuk periode Kuartal III.

Salah satu fokus pelaksanaan berada di Provinsi Jawa Timur yang memiliki luas lahan Perhutanan Sosial (KHDPK) sekitar 49,29 hektare, tersebar di berbagai wilayah.

Adapun wilayah dengan lahan KHDPK terluas meliputi Kabupaten Bojonegoro, Madiun, Tuban, dan Nganjuk.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto mengatakan, penanaman jagung ini adalah bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional.

“Kami bersama unsur pemerintah dan masyarakat berkomitmen mengoptimalkan lahan yang ada untuk meningkatkan produksi pertanian,” ujar Irjen Pol Nanang.

Kegiatan di Kabupaten Nganjuk juga melibatkan kelompok tani binaan secara aktif, mulai dari penyiapan lahan, penanaman, hingga pendampingan teknis.

Hal ini menurut Kapolda Jawa Timur menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat sekaligus penguatan ekonomi lokal berbasis pertanian.

Pada kesempatan itu dilakukan pula penyerahan benih jagung oleh CV Mega Tani Mandiri kepada Kapolda Jatim sebanyak 780 Kg yang akan didistribusikan ke Polres jajaran.

Turut hadir dalam kegiatan ini Pejabat Utama Polda Jatim, Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso, unsur Forkopimda Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Nganjuk, dinas terkait, serta perwakilan kelompok tani dari wilayah Kecamatan Rejoso.

Sementara itu Kapolres Nganjuk, AKBP Henri Noveri Santoso menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung penuh program ini melalui pendampingan, pengamanan, serta pengawasan berkelanjutan terhadap jalannya kegiatan penanaman jagung di lapangan.

“Kami akan terus bersinergi untuk memastikan program ketahanan pangan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar AKBP Henri.

Dengan dukungan penuh dari Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, penanaman jagung di lahan KHDPK Kabupaten Nganjuk diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam pencapaian target nasional 10 juta ton jagung serta mewujudkan swasembada pangan tahun 2025.

Penulis, Suhaili

Editor, Redaksi

SPN Polda Jatim Gelar Panen Raya Jagung, Wujudkan Ketahanan Pangan

MOJOKERTO, Cakrawalajatim.news – Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Polda Jawa Timur menggelar panen raya jagung di Desa Pacing, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, pada Rabu (9/7/2025).

Lahan seluas 980 meter persegi berhasil dipanen secara simbolis, menghasilkan 7 kwintal jagung berkualitas.

Hasil ini menunjukkan potensi besar lahan yang dikelola SPN Polda Jatim dalam berkontribusi pada swasembada pangan daerah.

Kegiatan ini menjadi simbol komitmen SPN Polda Jatim dalam mendukung program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya pilar ketahanan pangan.

Di tengah teriknya mentari pagi, semangat panen tak surut dari jajaran SPN Polda Jatim.

Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol Agus Wibowo, S.I.K., memimpin langsung panen raya ini.

Ia didampingi oleh Ketua Bhayangkari Cabang SPN Daerah Jawa Timur, Ny. Anna Agus Wibowo, serta para pejabat utama SPN Polda Jatim dan pengurus Bhayangkari Cabang SPN Daerah Jatim.

Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh institusi kepolisian selain hal penegakan hukum dan Kamtibmas juga di bidang pertanian.

Kombes Pol Agus Wibowo menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata implementasi arahan pimpinan untuk senantiasa mendukung program pemerintah.

“Ini adalah wujud nyata dukungan kami terhadap program Asta Cita Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional,” ujar Kombes Pol Agus Wibowo.

Diharapkan, panen jagung ini tak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga motivasi bagi masyarakat luas untuk terus menggalakkan sektor pertanian.

SPN Polda Jatim membuktikan bahwa institusi kepolisian juga punya peran strategis di luar tugas pokoknya, yaitu menjaga stabilitas dan kesejahteraan melalui sektor pangan.

Tingkatkan Disiplin dan Integritas, Polres Blitar Terima Kunjungan Tim Mitigasi Bid Propam Polda Jatim

Blitar, Cakrawalajatim.news — Dalam rangka memperkuat pengawasan internal dan menegakkan kedisiplinan di lingkungan kepolisian, Polres Blitar menerima kunjungan Tim Mitigasi dari Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Jawa Timur. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Blitar, Kompol Fadillah L.K. Panara, S.IP., S.I.K., M.M., serta diikuti oleh seluruh personel Polres Blitar, 9 Juli 2025.

Kegiatan pengawasan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga integritas, profesionalisme, dan kualitas pelayanan publik oleh anggota Polri. Dalam pelaksanaannya, Tim Bid Propam melakukan sejumlah pemeriksaan penting, di antaranya adalah tes urin terhadap 32 anggota Polres Blitar, yang terdiri dari 27 bintara dan 5 perwira. Tes ini bertujuan untuk memastikan tidak adanya penyalahgunaan narkoba di kalangan anggota kepolisian.

Selain itu, tim juga melakukan inspeksi terhadap sejumlah fasilitas utama di lingkungan Mapolres Blitar, termasuk ruang tahanan, Mall Pelayanan Publik (MOL), ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), dan ruang penjagaan. Pemeriksaan difokuskan pada aspek kebersihan, kelengkapan administrasi, serta kesiapan personel dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Wakapolres Blitar, Kompol Fadillah L.K. Panara, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim Bid Propam. Menurutnya, kegiatan mitigasi ini sangat penting sebagai langkah evaluatif dan pembinaan untuk menjaga kualitas kerja dan integritas anggota.

“Kami menyambut baik kehadiran Tim Bid Propam Polda Jatim. Ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi serta perbaikan demi meningkatkan profesionalisme dan kedisiplinan anggota, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” ujar Kompol Fadillah.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Kunjungan ini juga menegaskan komitmen Polres Blitar dalam membangun institusi Polri yang bersih, transparan, dan berintegritas tinggi, serta terus berupaya menghadirkan pelayanan prima kepada masyarakat.

Penulis, Ibad

Editor, Redaksi

 

Tim DVI Polda Jatim Libatkan 31 Ahli Forensik Tangani Korban KMP Tunu Pratama Jaya di Ketapang Banyuwangi

BANYUWANGI, Cakrawalajatim.news – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur mengerahkan 31 personel untuk melakukan pemeriksaan post mortem terhadap jenazah korban kapal tenggelam KMP Tunu Pratama Jaya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, 31 personel yang diturunkan merupakan gabungan tenaga medis dari RS Bhayangkara Bondowoso, RS Bhayangkara Lumajang, serta dibantu tenaga PPDS dari RSUD Dr. Soetomo dan Fakultas Kedokteran Unair Banyuwangi.

“Proses identifikasi dipusatkan di RSUD Blambangan Banyuwangi,” ujar Kombes Pol Abast, Selasa (8/7).

Kombes Pol Abast menambahkan, Tim DVI itu terdiri dari dokter forensik, dokter gigi forensik, hingga tenaga ahli untuk pemeriksaan gigi, sidik jari, dan DNA.

Koordinator post mortem, dr. Tutik Purwanti, SpFM menjelaskan bahwa tim DVI bertugas mengumpulkan informasi dan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jenazah dan barang-barang milik korban yang ditemukan.

“Seluruh temuan, baik korban maupun barang-barang, akan dibawa ke sini untuk diperiksa. Setelah itu, akan kami cocokkan dengan data ante mortem dari keluarga,” kata dr. Tutik.

Ia menekankan bahwa kecepatan proses identifikasi sangat bergantung pada kondisi jenazah.

Bila jenazah dalam kondisi utuh dan memiliki tanda pengenal, prosesnya bisa berlangsung lebih cepat.

“Namun prinsip utama dalam identifikasi bukan soal cepat atau lambat, tapi soal akurasi. Kami tidak ingin ada kesalahan dalam identifikasi korban,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan RSUD Blambangan dipilih menjadi pusat penanganan post mortem bertujuan memperlancar kerja tim DVI dalam proses identifikasi.

Berbagai fasilitas pendukung telah disiapkan oleh rumah sakit daerah tersebut, mulai dari ruang pemeriksaan, ruang pendingin jenazah, kantung jenazah, hingga tempat penyimpanan properti korban.

Sebelumnya, RSUD Blambangan juga menjadi lokasi pemeriksaan kesehatan bagi 34 penyelam, yang diturunkan untuk mencari korban di laut.

“RSUD Blambangan sebelumnya juga menjadi lokasi medical check up untuk 34 penyelam yang akan diterjunkan dalam operasi pencarian dan pertolongan korban,” ujar Ipuk.

Penulis, Ibad

Editor, Redaksi

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.